<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082</id><updated>2012-02-16T00:43:46.632-08:00</updated><category term='FOKLOR'/><category term='EDUCATION'/><category term='CERITA RAKYAT'/><category term='CERPEN'/><category term='puisi'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='tips'/><category term='PERIBAHASA'/><category term='CURHAT'/><category term='KESEHATAN'/><category term='ISLAMI'/><category term='PARIWISATA'/><category term='KATA MUTIARA'/><category term='sastra'/><title type='text'>ariefyuri</title><subtitle type='html'>http://ariefyuri.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5097126263520162292</id><published>2011-01-02T06:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T06:31:13.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>Suara Hati (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TSCMF7KkTUI/AAAAAAAAAI0/YJnqet0d1R0/s1600/suara%2Bhati.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TSCMF7KkTUI/AAAAAAAAAI0/YJnqet0d1R0/s320/suara%2Bhati.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557595973584440642" /&gt;&lt;/a&gt;Dinginnya malam ini membawaku ke arus melo, ditemani dawai nurani yang mengalun merdu membisikkan nada kehidupan membungkam mulutku. Terawangku terbang jauh ke belakang jatuh pada suatu masa yang sampai saat ini masih segar dalam ingatanku. Nyamuk-nyamuk mengiringi doa dalam benakku yang tak berdaya mengaliri sekujur tubuhku untuk merasakan sebuah dogma yang sempat terbuang dari seorang anak adam. Sepi seketika menyergapku dari belakang menutup telingaku dari bisikan dunia yang fatamorgana dan tipu daya kefanaan. Jemariku menari merasakan getaran jiwa mengurutkan titah-titah sang hujan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Rintikmu menyiratkan sebuah pesan yang tidak semua orang tahu akan maknanya. Termasuk aku. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Membuat Nafasku tak tidak mampu mendefinisikan apa makna dari semua ini? Wajahnya selalu mengusik dalam tiap ku terjaga. Senyum manisnya selalu mengalir menggerus alam sadar dan bawah sadarku. Menggodaku untuk ikut bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Sebentar ... ku kembali terbangun ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5097126263520162292?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5097126263520162292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2011/01/suara-hati-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5097126263520162292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5097126263520162292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2011/01/suara-hati-1.html' title='Suara Hati (1)'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TSCMF7KkTUI/AAAAAAAAAI0/YJnqet0d1R0/s72-c/suara%2Bhati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4780870522152213792</id><published>2011-01-01T07:40:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T07:46:55.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA RAKYAT'/><title type='text'>SEMUT DAN KEPOMPONG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR9L-i0EvkI/AAAAAAAAAIs/vjTJ91PRsGM/s1600/semut.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR9L-i0EvkI/AAAAAAAAAIs/vjTJ91PRsGM/s320/semut.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557244003067674178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana". "Menjadi kepompong memang memalukan!". "Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau", ejek semut pada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini," keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. "Tolong! tolong," teriak si &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;semut.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?" Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya. "Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?" kata si semut pada kupu-kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. "Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?, karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi ya?" Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling mengejek dan menghina, karena &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya daripada yang menghina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari berbagai sumber   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4780870522152213792?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4780870522152213792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2011/01/semut-dan-kepompong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4780870522152213792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4780870522152213792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2011/01/semut-dan-kepompong.html' title='SEMUT DAN KEPOMPONG'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR9L-i0EvkI/AAAAAAAAAIs/vjTJ91PRsGM/s72-c/semut.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-572005725014369879</id><published>2010-12-31T23:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T00:27:18.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA RAKYAT'/><title type='text'>HANG TUAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR7lOOcGB1I/AAAAAAAAAIk/bQsE7ZsUbWg/s1600/Hang%2BTuah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 253px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR7lOOcGB1I/AAAAAAAAAIk/bQsE7ZsUbWg/s320/Hang%2BTuah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557131022778632018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, Di pantai barat Semenanjung Melayu, terdapat sebuah kerajaan bernama Negeri Bintan. Waktu itu ada seorang anak lakik-laki bernama Hang Tuah. Ia seorang anak yang rajin dan pemberani serta sering membantu orangtuanya mencari kayu di hutan. Hang Tuah mempunyai empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu dan Hang Kesturi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menginjak remaja, mereka bermain bersama ke laut. Mereka ingin menjadi pelaut yang ulung dan bisa membawa kapal ke negeri-negeri yang jauh. Suatu hari, mereka naik perahu sampai ke tengah laut. Hei lihat, ada tiga buah kapal! seru Hang Tuah kepada teman-temannya. Ketiga kapal itu masih berada di kejauhan, sehingga mereka belum melihat jelas tanda-tandanya. Ketiga kapal itu semakin mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat bendera itu! Bendera kapal perompak! Kita lawan mereka sampai titik darah penghabisan!" teriak Hang Kesturi. Kapal perompak semakin mendekati perahu Hang Tuah dan teman-temannya.&lt;br /&gt;Ayo kita cari pulau untuk mendarat. Di daratan kita lebih leluasa bertempur! kata Hang Tuah mengatur siasat. Sesampainya di darat Hang Tuah mengatur siasat. Pertempuran antara Hang Tuah dan teman-temannya melawan perompak berlangsung sengit. Hang Tuah menyerang kepala perompak yang berbadan tinggi besar dengan keris pusakanya. Hai anak kecil, menyerahlah. Ayo letakkan pisau dapurmu! Mendengar kata-kata tersebut Hang Tuah sangat tersinggung. Lalu ia melompat dengan gesit dan menikam sang kepala perompak. Kepala perompak pun langsung tewas. Dalam waktu singkat Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perompak. Mereka berhasil menawan 5 orang perompak. Beberapa perompak berhasil meloloskan diri dengan kapalnya. Kemudian Hang Tuah dan teman-temannya menghadap Sultan Bintan sambil membawa tawanan mereka. Karena keberanian dan kemampuannya, Hang Tuah dan teman-temannya diberi pangkat dalam laskar kerajaan. Beberapa tahun kemudian, Hang Tuah diangkat menjadi pimpinan armada laut. Sejak menjadi pimpinan armada laut, negeri Bintan menjadi kokoh dan makmur. Tidak ada negeri yang berani menyerang negeri Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, Sultan Bintan ingin mempersunting puteri Majapahit di Pulau Jawa. Aku ingin disiapkan armada untuk perjalanan ke Majapahit, kata Sultan kepada Hang Tuah. Hang Tuah segera membentuk sebuah armada tangguh. Setelah semuanya siap, Sultan dan rombongannya segera naik ke kapal menuju ke kota Tuban yang dahulunya merupakan pelabuhan utama milik Majapahit. Perjalanan tidak menemui hambatan sama sekali. Pesta perkawinan Sultan berlangsung dengan meriah dan aman. Setelah selesai perhelatan perkawinan, Sultan Bintan dan permaisurinya kembali ke Malaka. Hang Tuah diangkat menjadi Laksamana. Ia memimpin armada seluruh kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena para perwira istana menjadi iri hati. Para perwira istana menghasut Sultan. Mereka mengatakan bahwa Hang Tuah hanya bisa berfoya-foya, bergelimang dalam kemewahan dan menghamburkan uang negara. Akhirnya Sultan termakan hasutan mereka. Hang Tuah dan Hang Jebat di berhentikan. Bahkan para perwira istana mengadu domba Hang Tuah dan Hang Jebat. Mereka menuduh Hang Jebat akan memberontak. Hang Tuah terkejut mendengar berita tersebut. Ia lalu mendatangi Hang Jebat dan mencoba menasehatinya. Tetapi rupanya siasat adu domba oleh para perwira kerajaan berhasil. Hang Jebat dan Hang Tuah bertengkar dan akhirnya berkelahi. Naas bagi Hang Jebat. Ia tewas ditangan Hang Tuah. Hang Tuah sangat menyesal. Tapi bagi Sultan, Hang Tuah dianggap pahlawan karena berhasil membunuh seorang pemberontak. Kau kuangkat kembali menjadi laksamana, kata Sultan pada Hang Tuah. Sejak saat itu Hang Tuah kembali memimpin armada laut kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Hang Tuah mendapatkan tugas ke negeri India untuk membangun persahabatan antara Negeri Bintan dan India. Hang Tuah di uji kesaktiannya oleh Raja India untuk menaklukkan kuda liar. Ujian itu berhasil dilalui Hang Tuah. Raja India dan para perwiranya sangat kagum. Setelah pulang dari India, Hang Tuah menerima tugas ke Cina. Kaisarnya bernama Khan. Dalam kerajaan itu tak seorang pun boleh memandang langsung muka sang kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di jamu makan malam oleh Kaisar, Hang Tuah minta disediakan sayur kangkung. Ia duduk di depan Kaisar Khan. Pada waktu makan, Hang Tuah mendongak untuk memasukkan sayur kangkung ke mulutnya. Dengan demikian ia dapat melihat wajah kaisar. Para perwira kaisar marah dan hendak menangkap Hang Tuah, namun Kiasar Khan mencegahnya karena ia sangat kagum dengan kecerdikan Hang Tuah.Beberapa tugas kenegaraan lainnya berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Hang Tuah. Hingga pada suatu saat ia mendapat tugas menghadang armada dari barat yang dipimpin seorang admiral yang bernama D Almeida. Armada ini sangat kuat. Hang Tuah dan pasukannya segera menghadang. Pertempuran sengit segera terjadi. Saat itulah Hang Tuah gugur membela tanah airnya. Ia tewas tertembus peluru sang admiral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, nama Hang Tuah menjadi terkenal sebagai pelaut ulung, laksamana yang gagah berani dan menjadi pahlawan di Indonesia dan di Malaysia. Sebagai bentuk penghormatan, salah satu dari kapal perang Indonesia diberi nama KRI Hang Tuah.&lt;br /&gt;Semoga nama itu membawa "tuah" yang artinya adalah berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Semua warga negara Indonesia boleh mencontoh jiwa dan semangat kepahlawanan&lt;br /&gt;Hang Tuah yang gagah berani, tangkas, cerdik dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-572005725014369879?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/572005725014369879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/12/hang-tuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/572005725014369879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/572005725014369879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/12/hang-tuah.html' title='HANG TUAH'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/TR7lOOcGB1I/AAAAAAAAAIk/bQsE7ZsUbWg/s72-c/Hang%2BTuah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3439615790467805312</id><published>2010-07-30T18:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T18:34:51.733-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>PESAN</title><content type='html'>Aku tak mampu menasehati kalian semua,&lt;br /&gt;hanya tulisan ini yang ku punya,&lt;br /&gt;syukur-syukur kelak kau membaca&lt;br /&gt;kalaupun tidak pun tak apa-apa&lt;br /&gt;aku sendiri pun tidak tahu,&lt;br /&gt;apakah kalian mau?&lt;br /&gt;memikirkan kesulitan kedua orang tuamu&lt;br /&gt;yang mengemis demi menuruti keinginanmu...&lt;br /&gt;kepala jadi kaki, kaki menjadi kepala&lt;br /&gt;hei anak negeri...&lt;br /&gt;janganlah kau rusak citra negeri ini&lt;br /&gt;dengan pornografi dan pornoaksi&lt;br /&gt;atau ...&lt;br /&gt;hanya karena sebuah motor baru&lt;br /&gt;jangan kau rusak saudaramu&lt;br /&gt;hanya demi rasa baru&lt;br /&gt;kau hancurkan dirimu...&lt;br /&gt;Jangan karena ingin tahu &lt;br /&gt;kau racun dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jariku menari-nari di atas keybord komputer setiap hari&lt;br /&gt;aku tidak tahu harus bagaimana&lt;br /&gt;yang ku bisa hanyalah &lt;br /&gt;mewujudkan ide pemikiran dalam bentuk tulisan&lt;br /&gt;seuntai huruf demi seuntai&lt;br /&gt;sekata demi sekata&lt;br /&gt;sefrasa demi sefrasa&lt;br /&gt;kurangkai dengan sabar dan penuh kehati-hatian&lt;br /&gt;sampai membentuk parafagraf doa ...&lt;br /&gt;agar kau mau menyisihkan waktumu&lt;br /&gt;ber-empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanyalah untukmu anak negeri&lt;br /&gt;ku titip negeri ini&lt;br /&gt;jagalah, rawatlah, cintailah&lt;br /&gt;sebagaimana kau cintai kesukaanmu saat ini&lt;br /&gt;Pesanku hanya satu&lt;br /&gt;jangan kau dekati pohon itu...&lt;br /&gt;jangan kau tiru nenek moyangmu&lt;br /&gt;karena tipu daya terlempar ke dunia ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3439615790467805312?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3439615790467805312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/pesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3439615790467805312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3439615790467805312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/pesan.html' title='PESAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5550225229190255338</id><published>2010-07-28T00:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T00:50:32.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>YOGYAKARTA</title><content type='html'>Aku tidak bisa sering mendatangimu lagi&lt;br /&gt;Dulu, hampir setiap minggu aku menikmati keindahanmu&lt;br /&gt;Ku manjakan mataku dengan pesonamu&lt;br /&gt;ku manjakan lidahku dengan manis, asin, pedas, masakanmu&lt;br /&gt;ku hirup udaramu&lt;br /&gt;hiruk pikuknya jalanmu&lt;br /&gt;suasana senjamu&lt;br /&gt;dendangan lagu para senimanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini&lt;br /&gt;Bukan karena aku tak lagi mencintaimu&lt;br /&gt;bukan karena kau tak menarik lagi&lt;br /&gt;Tapi, aku tak sebebas dulu&lt;br /&gt;karena ku bagai burung yang terikat sangkar &lt;br /&gt;ada nafas baru dalam hidupku,&lt;br /&gt;ku tak bisa seenaknya datang dan pergi tanpa permisi&lt;br /&gt;Entah? Suatu saat ku akan mendatangimu lagi, ...&lt;br /&gt;Yogyakarta ....&lt;br /&gt;(280710)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5550225229190255338?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5550225229190255338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5550225229190255338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5550225229190255338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/yogyakarta.html' title='YOGYAKARTA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2573136980854357789</id><published>2010-07-26T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T23:40:39.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Hawa Lereng Lawu</title><content type='html'>Angin dingin menusuk tulangku yang berbalut jaket tebal &lt;br /&gt;Cuaca cerah cemerlang terkena sinar rembulan purnama &lt;br /&gt;yang sebentar lagi ke peraduan &lt;br /&gt;Bintang nampak jelas dan sangat dekat dengan mataku &lt;br /&gt;Di sana di puncak Lawu aku memikirkanmu&lt;br /&gt;Kau yang tinggal di kaki Lawu &lt;br /&gt;Apakah kau merasa?&lt;br /&gt;Ada seorang adam yang menanti &lt;br /&gt;sekarang sedang mengadu kepada Robb-ku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2573136980854357789?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2573136980854357789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/hawa-lereng-lawu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2573136980854357789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2573136980854357789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/07/hawa-lereng-lawu.html' title='Hawa Lereng Lawu'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-1947535806838410481</id><published>2010-04-22T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T19:48:20.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>UNTUK SESEORANG!!</title><content type='html'>Kau datang dan pergi dengan sesukamu &lt;br /&gt;Menghampiri hatiku, setelah itu berlalu &lt;br /&gt;Kau berikan senyum manismu &lt;br /&gt;Sampai ku terbujur kaku dan lidahku kelu &lt;br /&gt;Kelu untuk tidak mengingatmu &lt;br /&gt;Kelu untuk tidak memimpikanmu &lt;br /&gt;Kelu untuk tidak menghampirimu dan menjamahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang di sana …! &lt;br /&gt;Awal kita berjumpa &lt;br /&gt;Ku tahu ada rasa &lt;br /&gt;Begitupun aku jua &lt;br /&gt;Kau berikan sebuah rasa &lt;br /&gt;Cinta …. &lt;br /&gt;Namun, aku telah berdua&lt;br /&gt;Entahlah, apa aku mampu menghadapinya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kau hanya sementara dalam ruangan ini&lt;br /&gt;Tapi kau hidupkan bara api&lt;br /&gt;Api cinta, membakar jiwa &lt;br /&gt;Hadirkan dogma, &lt;br /&gt;Dogma yang sulit untuk aku buka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku tahu rasa yang ada dalam kalbumu, &lt;br /&gt;Pasti  aku akan ungkapkan rasa yang bersembunyi dalam bajuku &lt;br /&gt;Namun, sayang aku tak tahu,  &lt;br /&gt;Sehingga kini kau pun berlalu&lt;br /&gt;Memberikan empedu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-1947535806838410481?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/1947535806838410481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/04/untuk-seseorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1947535806838410481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1947535806838410481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2010/04/untuk-seseorang.html' title='UNTUK SESEORANG!!'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2609801781707775364</id><published>2009-06-21T08:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T08:05:40.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>kutemukan satu intan&lt;br /&gt;diantara pasir dan batuan tajam&lt;br /&gt;di pinggir pantai kehidupan&lt;br /&gt;sinarnya nampak redup karena usang&lt;br /&gt;namun paling berkilau diantara karang kehidupan...&lt;br /&gt;bertahan diantara badai kehidupan&lt;br /&gt;yang terlalu kejam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2609801781707775364?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2609801781707775364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/kutemukan-satu-intan-diantara-pasir-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2609801781707775364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2609801781707775364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/kutemukan-satu-intan-diantara-pasir-dan.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-1884502876902694808</id><published>2009-06-21T07:56:00.002-07:00</published><updated>2009-06-21T07:57:01.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>love is mistery...&lt;br /&gt;somtimes make us happy&lt;br /&gt;and sometimes make us sad...&lt;br /&gt;sometimes make us smile&lt;br /&gt;and sometimes make us cry...&lt;br /&gt;but whatever has been happen...&lt;br /&gt;i will always&lt;br /&gt;love you my heart...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-1884502876902694808?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/1884502876902694808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/love-is-mistery.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1884502876902694808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1884502876902694808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/love-is-mistery.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-233061590664547375</id><published>2009-06-21T07:56:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T07:56:32.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>malam ini,&lt;br /&gt;aku tidak mau setangkai bunga,&lt;br /&gt;aku tidak mau jutaan bintang,&lt;br /&gt;aku juga tidak mau sejuta puisi,&lt;br /&gt;yang aku mau malam ini hanyalah kamu selalu ingat,&lt;br /&gt;hanya itu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-233061590664547375?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/233061590664547375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/malam-ini-aku-tidak-mau-setangkai-bunga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/233061590664547375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/233061590664547375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/malam-ini-aku-tidak-mau-setangkai-bunga.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2689181928796144776</id><published>2009-06-21T07:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:56:05.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>kali ini aku baru sadari,&lt;br /&gt;aku telah jatuh cinta,&lt;br /&gt;dari palung hatiku&lt;br /&gt;aku berucap sungguh aku sayang dan cinta kamu&lt;br /&gt;I wish u can to be my soulmate later n forever...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2689181928796144776?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2689181928796144776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/kali-ini-aku-baru-sadari-aku-telah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2689181928796144776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2689181928796144776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/kali-ini-aku-baru-sadari-aku-telah.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2470465739007843851</id><published>2009-06-21T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:55:29.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>walaupun matahari menyinari&lt;br /&gt;bumi dengan sinarnya yang terang,&lt;br /&gt;lalu bulan pun menyinari bumi saat gelap&lt;br /&gt;dengan sinarnya yang indah dan putih&lt;br /&gt;dan bintang menghiasi langit dengan sinarnya yang kelap-kelip,&lt;br /&gt;tapi ada yang lebih terang, indah, putih, yaitu&lt;br /&gt;cinta kita berdua yang menyinari kita dengan rasa kasih sayang&lt;br /&gt;dan menghiasai langit hati kita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2470465739007843851?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2470465739007843851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/walaupun-matahari-menyinari-bumi-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2470465739007843851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2470465739007843851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/walaupun-matahari-menyinari-bumi-dengan.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2269174306907558071</id><published>2009-06-21T07:53:00.002-07:00</published><updated>2009-06-21T07:54:30.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>This Milke&lt;br /&gt;especialy for u...&lt;br /&gt;i make it with: sweat smile&lt;br /&gt;love n miss&lt;br /&gt;care&lt;br /&gt;patienly n i pray for u&lt;br /&gt;may u always healthy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love U&lt;br /&gt;I miss U&lt;br /&gt;I love U&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2269174306907558071?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2269174306907558071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/this-milke-especialy-for-u.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2269174306907558071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2269174306907558071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/this-milke-especialy-for-u.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3443050428834879361</id><published>2009-06-21T07:53:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T07:53:56.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>I love U...</title><content type='html'>aku hampiri tidurmu&lt;br /&gt;aku tatap wajahmu&lt;br /&gt;aku belai rambutmu&lt;br /&gt;aku cium keningmu&lt;br /&gt;dan kukecup ke dua pipimu,&lt;br /&gt;lalu kubisikkan di telingamu&lt;br /&gt;tiga kata yang sangat indah&lt;br /&gt;I love U...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3443050428834879361?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3443050428834879361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/i-love-u.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3443050428834879361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3443050428834879361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/i-love-u.html' title='I love U...'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7343461019942805613</id><published>2009-06-21T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:53:05.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Anugrah Terindah</title><content type='html'>Hati hanya dapat mencintai dalam sekejap&lt;br /&gt;kaki cuma bisa melangkah sejauh lelah,&lt;br /&gt;busana tak selamanya indah di Mata&lt;br /&gt;tetapi mengenal dan mencintaimu&lt;br /&gt;adalah suatu anugrah terindah&lt;br /&gt;yang pernah aku miliki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7343461019942805613?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7343461019942805613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/anugrah-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7343461019942805613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7343461019942805613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/06/anugrah-terindah.html' title='Anugrah Terindah'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-763806163708439255</id><published>2009-05-17T19:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T16:57:05.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERIBAHASA'/><title type='text'>PERIBAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;ABU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdiang di abu dingin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;meminta bantuan pada orang yang bersifat jelek&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menang jadi arang, kalah menjadi abu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sama-sama merugi setelah bertengkar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengabui mata orang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang suka menipu orang lain&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terpegang di abu dingin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;penderitaan yang disebabkan oleh tingkah lakunya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ADA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada batang cendawan tumbuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tak pernah berputus asa untuk mencapai cita-cita&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada bunga, ada lebah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tempat yang banyak mendatangkan rezeki pasti banyak pula orang yang berdatangan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada padang ada belalang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;asal mau berusaha pasti memperoleh keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada udang di balik batu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mempunyai keinginan yang disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asal ada, kecil pun pada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kalu belum mendapat rezeki yang banyak, sedikitpun tak apa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika ada jagan dimakan, tak ada sama ditahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suka dan duka dihadapi bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak ada tolak angsurnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mengejar cita-cita tak pandang usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ADAT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dalam melakukan sesuatu harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hidup di lain daerah harus dapat mengikuti adat yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dalam menghadapi suatu masalah, orang yang muda harus bisa menahan emosi dan orang tua harus bisa memberikan tauladan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat diisi, tembaga dituang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;melakukan pekerjaan jangan menyimpang dari peraturan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepetan kabut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bertanya sebaiknya kepada orang yang lebih pandai dan meminta kepada orang yanh kaya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat rimba, siapa berani ditaati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;seorang yang tidak mempergunakan akalnya, hanya mengandalkan kekuatannya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat dunia balas membalas, syariat palu memalu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas dengan kejahatan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habis adat karena kerelaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sama-sama menyatakan sikap yang baik dalam musyawarah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat negeri memagar negeri, adat berjunjung memagar kampung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suka memberi pertolongan terhadap sesama; bekerja tanpa pamrih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat periuk berkuah, adat lesung berdedek &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mau mendapatkan keuntungan, harus sanggup menanggung kerugiaannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat lama pusaka usang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;adat istiadat yang tak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;AIR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air susu dibalas dengan air tuba &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kebaikan dibalas dengan kejahatan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air beriak tanda tak dalam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang bodoh banyak bicara&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air tenang menghanyutkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang pendiam biasanya pandai&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air laut pun ada pasang surutnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;rezeki seseorang selalu berubah-ubah, terkadang untung dan terkadang rugi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air ditulang bubungan, turunnya ke cucuran atap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sifat dan tabiat anak biasanya seperti orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air sama air kelak menjadi satu, sampah ke tepi juga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bila terjadi perselisihan dalam keluarga, pada akhirnya akan berbaikan kembali.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air besar baru bersibak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bila terjadi kerusuhan, semua orang menyelematkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak air talang dipancung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;segala sesuatu akan dapat dicapai bila melakukan usaha.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagai air di daun talas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang pendiriannya tidak tetap.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang mengalami kesusahan selali gelisah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seperti menuang secawan air di lautan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;melakukan sesuatu pekerjaan yang sia-sia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagai menampung air dengan timah pasuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;diberi kepercayaan tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air jernih ikannya jinak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suatu daerah yang makmur, subur dan aman pastilah warganya damai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermain air basah, bermain api letup &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;setiap pekerjaan pastilah ada resikonya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air mudik ke sungai, seua teluk diranai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mengeluarkan biaya tidak sesuai dengan kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak air talang ditampung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;segala cara dihalalkan untuk mewujudkan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagai membandarkan air ke bukit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang melakukan pekerjaan tetapi tidak ada hasilnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air dicecah tiada akan putus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suatu ikatan persaudaraan yang kokoh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air digenggam tiada tiris &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang banyak harta tetapi tidak mau memberi sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air diminum sembilauan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hati merasa tidak tenang jika sedang mengalami kesusahan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang ditirut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;seseorang yang dapat menyesuaikan diri dalam ligkungannya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagai air titik di batuan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menasehati orang yang keras kepala hanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjilat ludah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;meminta kembali sesuatu yang telah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membuang air yang keruh, mengambil air yang jernih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;membuka lembaran hidup baru dan melupakan kenangan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengairi sawah orang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;melakukan pekerjaan tetapi orang ain yang diuntungkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takkan air hujan ditampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;melakukan sesuatu yang tidak ada hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air mudik sungai, semua teluk dijalani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;membeli sesuatu tanpa diperhitungkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air tenang jangan dikiara tidak berbuaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang yang diam bukan berarti penakut&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selama air ke hilir, selama gagak hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;peraturan yang akan tetap berlaku sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terbit air karena dipercik, terbit minyak karena dikempa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mengerjakan suatu pekerjaan dengan terpaksa karena takut pada ancaman.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimandikan dengan air segenuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;membantu tetapi tidak disesuaikan dengan apa yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sambil menyelam minum air &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sekali bertindak dapat menyelesaikan dua pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari telaga yang pernih, tak akan mengalir air yang keruh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang tua yang bertabiat baik akan diturut oleh anak sampai cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AJAL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebelum ajal berpantang mati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang menentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AJUK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;semua isi hatinya telah dikelaurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AJUNG &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagai ujung berat sebelah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suatu keputusan yang tidak adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lubuk akal tepian ilmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;meminta nasehat sebaiknya kepada orang yang pandai&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akal akar berpulas tak patah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;perselisihan pendapat akan selalu dimenangkan oleh orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;AKAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akar berjumbul tempat siamang bergantung, dahan menganjur tempat tupei menegun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kesalahan seseorang dapat dibuktikan dari perkataan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-763806163708439255?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/763806163708439255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/peribahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/763806163708439255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/763806163708439255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/peribahasa.html' title='PERIBAHASA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-240189749167700418</id><published>2009-05-10T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T16:58:03.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>KESUSASTRAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SghEYVXxFiI/AAAAAAAAAGM/4FGRvlDPcqg/s1600-h/sastra-reading.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SghEYVXxFiI/AAAAAAAAAGM/4FGRvlDPcqg/s200/sastra-reading.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334588943464732194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesusastraan berasal dari kata ke - susastra - an. Kesusastraan Indonesia dibedakan menjadi 4 (empat) macam:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Prosa, yakni karangan yang bentuknya bebas tetapi bahasanya terikat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prosa laris, yakni karangan yang berbentuk paduan antara prosa dan puisi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drama, yakni karangan yang berbentuk skenario untuk dipanggungkan atau disandiwarakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puisi, yakni karangan yang berbentuk terikat. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Prosa ada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Prosa lama, contohnya: cerita atau dongeng, silsilah dan hikayat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prosa baru, contohnya: cerita pendek, novel, esai, biografi, otobiografi, fragmen, dan roman. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Puisi ada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Puisi lama, yaitu puisi yang bentuknya terikat oleh aturan-aturan tertentu. Misalnya: sajak dan iramanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puisi baru, yaitu puisi yang lebih mementingkan arti kata isi dan bahasanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unsur pokok dalam pentas drama: &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Babak, yaitu bagian dari suatu lakon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Adegan, yaitu bagian dari suatu babak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Prolog, yaitu kata pendahuluan sebagai pengantar suatu lakon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dialog, yaitu percakapan antar pelaku dalam pentas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Monolog, yaitu pentas percakapan seorang pelaku dengan dirinya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Epilog, yaitu kata penutup yang mengakhiri suatu lakon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mimik, yaitu ekspresi (gerak-gerik) air muka pelaku untuk memberikan gambaran emosi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pantomim, yaitu ekspresi anggota tubuh untuk menggambarkan emosi pelaku. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DONGENG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongeng termasuk dalam bentuk prosa lama. Dongeng ada 5 macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fabel, yaitu dongeng tentang binatang. Contoh: Si Kancil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sage, yaitu dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah. Contoh: Damarwulan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Legenda, yaitu dongeng tentang asal-usul suatu tempat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mite (Mitos), yaitu yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Contoh: Nyai Lara Kidul (dipercayai ratu laut selatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dongeng yang lucu. Contoh: Abu Nawas. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANTUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun termasuk puisi lama Indonesia.&lt;br /&gt;Secara umum, ciri-ciri pantun adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pantun terdiri dari 2 bagian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian pertama merupakan pengantar yang disebut sampiran, sedangkan bagian kedua merupakan isi pantun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersajak silang. Jika 4 baris bersajak ABAB.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap baris terdiri dari 4 kata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantun kilat (karmina) tiap bait terdiri dari 2 baris.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantun empat seuntai: tiap bait terdiri dari 4 baris.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Talibun: tiap bait terdiri dari 6, 8, 10, dan 12 baris dengan bersajak silang abcabc, abcdabcd, abcde, abcde, dan abcdefabcdef. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Menurut isinya, pantun dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pantun anak-anak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantun orang muda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantun orang tua&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYAIR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair adalah bentuk puisi lama. Kata "syair" berasal dari kata "syu'ur" yang berarti perasaan. Ada pula yang menyebut berasal dari bahasa Arab "syi'r" yang berarti sajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri syair ialah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tiap bait terdiri dari 4 baris. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap baris terdiri dari 4 kata (8-16) suku kata. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersajak terus (aaaa). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berima 2-2 ( .   . / .    . ) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdiri dari beberapa bait. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUISI BARU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk Puisi baru :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Distikhon (sanjak dua seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 2 baris. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersina (sanjak tiga seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 3 baris. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuantren (sanjak empat seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 4 baris. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuin (sanjak lima seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 5 baris. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekstet (sanjak enam seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 7 baris &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stanza (sanjak delapan seuntai) &gt; setiap bait terdiri dari 8 baris. Stanza disebut juga oktava &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soneta &gt; soneta berasal dari Italia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-cirinya&lt;/span&gt; Soneta sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;terdiri dari 14 baris, dengan pola&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(2x4) + (2x3) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;(2z4) + (1x6) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;(3x4) + (1x2) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;(1x8) + (2x3) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;(1x8) + (1x4)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(1x8) + (1x6) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1x14&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-240189749167700418?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/240189749167700418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/kesusastraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/240189749167700418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/240189749167700418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/kesusastraan.html' title='KESUSASTRAAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SghEYVXxFiI/AAAAAAAAAGM/4FGRvlDPcqg/s72-c/sastra-reading.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4435544320761646831</id><published>2009-05-09T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T16:58:45.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENGHASILKAN SASTRA BERKUALITAS DI DALAM PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia  (KBBI) sistem diartikan sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk sebuah totalitas. Sementara pengertian sastra sendiri oleh Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan/sebuah kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa apa yang dimaksud system sastra adalah segala elemen sastra yang secara bersama-sama saling mengisi dan membentuk sebuah keterpaduan.&lt;br /&gt;Sistem sastra meliputi jenis sastra, cabang ilmu, bentuk sastra, teks dan komunikasi ilmu sastra, ilmu teks, genre sastra, dan unsur-unsur yang membentuk karya sastra baik dari dalam maupun yang dari luar. Untuk mempermudah pemahaman dalam makalah ini, sengaja sistem sastra hanya dibedakan menjadi empat bagian saja. Keempat sistem tersebut adalah (1) cabang ilmu sastra, (2) bentuk sastra, (3) jenis sastra, dan (4) unsur sastra.&lt;br /&gt;Cabang ilmu sastra dapat dibagi lagi menjadi teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Ketiga cabang ilmu ini saling berkaitan erat sebagai perkembangan dan telaah sastra. Ketiganya adalah satu kesatuan yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;         Bentuk sastra dalam makalah ini dibedakan menjadi sastra lisan dan sastra tulis. Sastra lisan adalah sastra yang biasanya dituturkan dari mulut ke mulut. Biasanya sastra yang bersifat lisan ini adalah anonim. Artinya, sastra tersebut tidak ada hak milik. Setiap orang bebas menceritakan secara runtutan kronologis maupun menambahi, bahkan mengurangi. Sastra tulis seperti yang kita ketahui sekarang ini telah berkembang menjadi berbagai jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara metode penyampaian sastra Indonesia terbagi atas 2 bagian besar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lisan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa lisan dalam karya sastra merupakan sastra yang mengembangkan ritualitas dalam komunitas itu tersendiri. Untuk itu dalam filosofinya bahwa karya sastra yang dibangun dalam tradisi lisan komunitas menggambaran suatu kekhususan dalam berkarya sastra. Adapun dalam kategorisasi bahasa adalah untuk memberikan sistematika bahasa dalam kontekstualnya adalah (morfologi, fonlogi, semantic, dan sintaksis) semakin berkembang dan majunya dunia dalam ilmu dan teknologi maka semakin maju pula peradaban yang di bentuk dalam berkarya. Baik itu karya sastra lisan dan tulisan maupun dalam berbahasa. Jadi ada kesinambungan antara bahasa dan sastra dalam berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulisan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat tulis seperti pena atau pensil.&lt;br /&gt;Sejarah sastra Indonesia&lt;br /&gt;Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pujangga lama &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sastra “Melayu Lama” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatan Balai Pustaka &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pujangga Baru &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatan ’45 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatan 50an &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatan 66-7-an &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dasawarsa 80-an &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatan Reformasi  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pujangga Lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20an. Pada masa ini karya sastra di Indonesia didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat. Karya sastra Pujangga Lama antara lain: Hikayat Abdullah, Hikayat Kalila dan Damina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sastra “Melayu Lama” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sastra yang dihasilkan antara tahun 1870-1942 ini berkembang dilingkungan masyarakat Sumatra seperti “Langkat, Tapanuli, Padang dan daerah Sumatra lainnya,” Cina dan masyarakat Indo-Eropa. Karya-karyanya antara lain: Bunga Rampai oleh A.F van Dewall, Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan, Nyai Dasima oleh G. Francis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Angkatan Balai Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jenis sastra sangat bermacam-macam. Dalam makalah ini hanya dibatasi dua, yaitu prosa dan puisi. Hal ini hanya untuk mempermudah penjabaran semata. Sementara menurut KBBI bagian sastra dapat mencangkup prosa, puisi, drama, epik, dan syair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur sastra meliputi dua aspek, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Adapun perincian unsur intrinsik adalah unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Begitu pula unsur ekstrinsik yang membangun karya sastra dari luar. Kedua unsur ini selalu ada di dalam sebuah karya sastra. Keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Kedua unsur ini pula yang biasanya digunakan untuk menelaah sastra. Unsur-unsur ini pula yang sering menjadi bahan pengajaran di sekolah-sekolah, bahkan untuk soal di Ujian Akhir Nasional (UAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Unsur intrinsik dapat berupa tema, alur, tokoh, sudut pandang, latar, dsb. Unsur intrinsik ini membangun satu kesatuan sebuah sastra, khususnya prosa. Unsur-unsur tersebut dapat dianalisis baik secara tersirat maupun tersurat tanpa harus melibatkan pihak pengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Unsur yang untuk mengetahuinya harus melakukan observasi perbandingan dan mempelajari riwayat hidup penulis inilah yang tergolong dalam unsur ekstinsik. Artinya, kalau kita mau menilai sebuah karya sastra, kita juga harus mempertimbangkan konteks penulis atas karya yang dibuatnya. Apa latar belakangnya, bagaimana kehidupan sosialnya, bagaimana lokalitasnya, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua unsur inilah yang akan dibahas dalam makalah ini. Unsur inipun dibatasi  hanya pada unsur intrinsik yang meliputi bahasa dan gaya penceritaan beserta subunsur yang menyertainya. Hal ini disebabkan unsur dan subunsur sastra itu saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, unsur intrinsik salah satunya. Unsur-unsur inilah yang perlu dikuasai agar seorang penulis tidak hanya pandai berimajinasi saja, melainkan juga menyusun kronologis cerita yang menarik secara teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, makalah ini akan membahas bagaimana konotasi bahasa itu berperan dalam sastra dan bagaimana aliran sastra itu menjadi bagian penting untuk diketahui dalam menulis karya sastra. Oleh karena itu, makalah ini mengambil judul “Menghasilkan Sastra Berkualitas: Kajian bahasa dan gaya penceritaam sebagai unsur Intrinsik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Konotasi Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Apabila kita menyinggung mengenai konotasi bahasa, berarti kita masuk ke dalam dua pokok bahasan. Pertama adalah majas atau gaya bahasa dan yang kedua adalah makna. Makna di sini dapat berarti perluasan, penyempitan, peyorasi, ameliorasi, konotasi, denotasi, atau sinestesia. Kita tidak akan membahas banyak hal tentang istilah-istilah tersebut, melainakan hanya akan mencuplik beberapa bagian dari contoh-contoh yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika kita menulis sebuah prosa atau puisi, secara tidak sadar, kita telah mempelajari berbagai macam gaya bahasa. Gaya bahasa atau sering disingkat majas sebenarnya hanya terdiri dari empat. Keempat majas tersebut adalah majas perbandingan, majas sindirian, majas penegasan, dan majas pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam menulis sastra, seorang penulis harus menguasai dan memahami penggunaan majas yang tepat. Menguasai dan memahami dalam hal ini tidak harus menghafalkannya. Hal ini dapat berarti bahwa seorang penulis yang hafal gaya bahasa belum tentu dapat menerapkannya dalam tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menguasai dan memahami gaya bahasa, ada baiknya penulis juga mengembangkan gaya bahasa dari yang sudah ada. Hal ini berarti kita harus melakukan eksplorasi kepada gaya bahasa yang sudah ada. Eksplorasi ini dilakukan agar seorang penulis tidak terjebak pada ke-klise-an penggunaan gaya bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ambilah contoh gaya bahasa personifikasi. Personifikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati , sehingga seolah-olah memiliki sifat seperti manusia atau benda hidup (Rustamaji, 2005: 105). Gaya bahasa personifikasi merupakan salah satu majas perbandingan yang sering sekali digunakan dalam berbagai tulisan sastra. Memang belum ada survai atau penelitian tentang kuantitas pemakaian majas terbanyak dalam karya sastra, tetapi secara sepintas kita dapat melihat betapa seringnya gaya bahasa personifikasi diaplikasikan ke dalam berbagai karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut adalah contoh penggunaan personifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Aku berdiri di pinggir pantai. Aku tak tahu, apakah aku harus sedih atau bahagia saat ini. Aku tak bisa melukiskan perasaanku secara tepat detik ini. Aku hanya dapat memandang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ombak yang bergulung-gulung sebelum akhirnya pecah&lt;/span&gt; di antara kedua kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Frase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ombak yang bergulung-gulung sebelum akhirnya pecah&lt;/span&gt; adalah salah satu penggunaan majas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;personifikasi&lt;/span&gt;. Entah sudah berapa puluh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;personifikasi&lt;/span&gt; yang sama untuk ombak. Ombak selalu diperrsonifikasikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bergulung-gulung&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berlari&lt;/span&gt;. Seorang penulis harus berani melakukan eksplorasi dan eksperimen terhadap alat yang dimilikinya, yaitu gaya bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Frase yang menyatakan personifikasi tersebut dapat diubah menjadi majas asosiasi. Adapun pengertian asosiasi adalah membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena adanya persamaan sifat. Lantas, paragraf di atas dapat disulap mejadi seperti berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di pinggir pantai. Aku tak tahu, apakah aku harus sedih atau bahagia saat ini. Aku tak bisa melukiskan perasaanku secara tepat detik ini. Aku hanya dapat memandang ombak yang terlipat seperti ibu menyisir permukaan keju dengan sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aliran Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa aliran dalam puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a) Puisi Absurd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         pot apa pot itu kaukah pot aku&lt;br /&gt;         pot pot pot&lt;br /&gt;         yang jawab pot pot pot potkaukah kau itu&lt;br /&gt;         yang jawab pot pot pot potkaukah pot aku&lt;br /&gt;         potapa potitu potkaukah potaku&lt;br /&gt;         pot&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“pot” karya Sutardji Calzoum Bachri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Puisi Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Kita begitu dekat&lt;br /&gt;Sebagai api dengan panas&lt;br /&gt;Aku panas dalam apiMu&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Kita begitu dekat&lt;br /&gt;Seperti kain dengan kapas&lt;br /&gt;Aku kapas dalam kainMu&lt;br /&gt;“Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi W.M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Puisi Mbeling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Puisi mbeling muncul pada tahun 1970-an. Kata tersebut digunakan oleh Remy Silado. Puisi ini biasanya menekankan kepada kejenakaan. Sekalipun demikian, puisi tersebut terkadang memberikan makan kepada pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa aliran prosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam seni lukis, seni sastra pun memiliki aliran yang kurang lebih sama, yaitu impresionisme, realisme, naturalisme, romantik, simboloik, dan sebagainya. Seorang pengarang tidak perlu terpengaruh oleh kata-kata tersebut. Hal ini dikarenakan istilah-istilah tersebut masih diperdebatkan. Namun, sebagai dasar dari pengetahuan, tentang bentuk aliran kesusastraan, maka di bawah ini diberikan beberapa perumusan yang lazim dipakai. Disebutkan juga oleh Mochtar Lubis (1997) bahwa sebutan seperti romantik, realisme, impresionisme terkadang dapat dikaburkan batasan-batasannya seperti romantis-realistis, simbolis-naturalis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Impressionisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam berbagai cabang kesenian, impressionisme diartikan dalam garis besar sebagai pemberi kesan – kesan panca indera. Mochtar Lubis (1997) merumuskan impressionisme sebagai penjelmaan pikiran, perasaan, dan bentuk-bentuk secara sindirian. Misalnya sebuah cerita pendek (cerpen) yang menulis dengan gaya ini, bisalah disebutkan bahwa cerpen tersebut tidak dengan langsung menjelaskan sepenuhnya isi dan maksud cerita ini, tetapi dari totalitas cerita tersebut orang dapat mengambil kesimpulan apa yang dimaksudkan oleh pengarang. Karangan tersebut dapat berupa kalimat-kalimat yang di dalamnya tidak selesai, dialognya putus-putus, namun secara totalitas, karangan tersebut menunjukkan gambaran yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika kita menyebutkan kata romantik, tentu apa yang sedang terlintas adalah terang bulan, bunyi angina mengelus dedaunan, ombak pecah di karang, cerita gadis dan jejaka yang berakhir bahagia, dan sebagainya. Memang betul juga, Mochtar (1997) pun mengakuinya. Beliau menyebutkan bahwa aliran romatik adalah cara pengarang yang mewujudkan penghidupan dan pengalaman manusia, lantas meletakkan tekanan yang berat terhadap apa yang lebih baik dan lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Realisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Realisme adalah apa yang dilihat oleh pengarang, di luar itu tidak termasuk realis. Artinya, penulis hanya menunjukkan manifestasi jasmani (materil) dan yang kelihatan dari luar kehidupannya. Boleh dikatakan bahwa penulis hanya melihat simptom, bukan sebab musabab kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam realisme, manusia dilukiskan sebagai makhluk yang dikuasai oleh alam kebendaan di sekelilingnya dan memberi reaksi-reaksi terhadap alam kebendaan. Bertolak dari ini, dapat disimpulkan bahwa realisme tidak mempedulikan kenyataan-kenyataan alam penghidupan manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naturalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Batas antara realisme dan naturalisme ini sangat kabur. Sama halnya dengan naturalisme pengarang melukiskan dengan cermat apa yang dilihat, dirasa oleh panca indera. Naturalisme meletakkan manusia sebagai makhluk alam, dengan hasrat dan kekurangan-kekurangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam KBBI (1989: 610) disebutkan bahwa naturalisme adalah karya seni rupa yang memiliki sifat kebenaran fisik dari alam. Disebutkan juga bahwa naturalisme adalah ajaran yang tidak mengakui kekuatan lain selain alam, apa adanya.&lt;br /&gt;Ekspressionisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam hubungannya ralisme dan naturalisme ini, disebutkan juga istilah ekspressionisme. Karangan ekspressionisme semua apa yang menjadi tekanan batinnya menyembur dari dalam jiwa pengarang sendiri. Di dalam ekspressionisme, alam benda dikalahkan oleh alam jiwa dan manifestasi kejiwaan-kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Simbolisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Aliran ini banyak dipakai pada angaktan kesuastraan Jepang. Hal ini dikarenakan pada saat itu, segala bentuk perjuangan (melalui sastra) tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, para pengarang mencoba berjuang dengan menggunakan simbol-simbol.&lt;br /&gt;         Sebuah karangan yang menggunakan simbol, acapkali simbol tersebut diulang-ulang. Disebutkan pengarang, lantas di dorongkan ke tengah-tengah perhatian pembaca. Namun, bisa juga simbol itu sesuatu yang dikandung di dalam keselauruhan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;            Secara umum, sistem sastra dapat diterjemahkan menjadi segala unsur yang bertalian dengan sastra dan menunjang satu sama lain untuk keutuhan sastra itu sendiri. Adanya kesinambungan antara bahasa dan sastra dalam berkarya. Untuk menghasilkan sastra yang berkualitas didalam perkembangan sejarah sastra di Indonesia khususnya dan dunia sastra pada umumnya, disimpulkan bahwa seorang penulis tidak perlu mempelajari “teori sastra” terlebih dahulu sebelum dirinya memiliki produk sastra. Kebalikannya, pengarang yang sudah menghasilkan karya, lambat laun, dirinya akan menguasai apakah “ilmu sastra” itu. Lantas, pengarang tersebut akan mengidentifikasikan karya-karyanya dengan teori yang ada. Dari sinilah, tanpa sengaja, pengarang tersebut dapat belajar tentang “teori sastra” dan secara perlahan akan menguasai “bagaimana sistem sastra secara keseluruhan itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis, Mochtar. 1997. Sastra dan Tekniknya (hal.87-92). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;Luxemburg, Jan Van, dkk. 1989. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pradopo, Joko Rachmat. 2002. Kritik Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta: Gama Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Bahasa Depatemen Pendidikan Nasional. 2000. Buku Praktis Bahasa Indonesia: 2. Jakarta: Pusat Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4435544320761646831?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4435544320761646831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/menghasilkan-sastra-berkualitas-didalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4435544320761646831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4435544320761646831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/menghasilkan-sastra-berkualitas-didalam.html' title='MENGHASILKAN SASTRA BERKUALITAS DI DALAM PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5400426174613613688</id><published>2009-05-09T09:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:01:48.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Sejarah Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Abad ke-7 bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara. Bukti yang menguatkan pernyataan tersebut dengan ditemukan bukti berupa prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 686 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Pelembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti ini bertuliskan huruf Pranagi berbahasa Melayu kuno. Bahasa Melayu Kuno itu tidak hanya dipakai pada jaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu kuno.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Srwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa pedagang yang datang dari luar Nusantara.&lt;br /&gt;Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-loen (I-Tsing: 183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971: 1089). Kun’lun (Parnikel, 1977: 91), k’un-lun (Prentice, 1078: 19), yang berdampingan dengan Sansekerta. Yang dimaksud Koen-loen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu tulis pada nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Melayu meyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusaantara. Bahasa Melayu mudah diterima olah masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Malayu tidak mengenal tingkat tutur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Melayu di pakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berabagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaran dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu tiap bulan Oktober selalu diperingati sebagai bulan Bahasa. Dengan alasan, bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar bersama, ikrar tersebut antara lain.&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                Ikrar par&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgWwTH7eJ4I/AAAAAAAAAFU/blkvpg_351I/s1600-h/sp.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgWwTH7eJ4I/AAAAAAAAAFU/blkvpg_351I/s200/sp.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333863176282711938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;Unsur dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai “bahasa nasional”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebangkitan nasional telah mendorng perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia dinyataan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Repubik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, pasal 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan hasil kongres bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayui yang sejak jaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Proklamasi kemerdakaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5400426174613613688?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5400426174613613688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/sejarah-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5400426174613613688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5400426174613613688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/sejarah-bahasa-indonesia.html' title='Sejarah Bahasa Indonesia'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgWwTH7eJ4I/AAAAAAAAAFU/blkvpg_351I/s72-c/sp.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7947041694819903374</id><published>2009-05-08T17:42:00.002-07:00</published><updated>2009-05-21T17:01:08.508-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>PERANAN GURU DAN WALI KELAS DALAM PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgdwuFBxCXI/AAAAAAAAAF0/5b7zllLG_is/s1600-h/teacher-point.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgdwuFBxCXI/AAAAAAAAAF0/5b7zllLG_is/s200/teacher-point.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334356220569520498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pendidikan merupakan sarana penyampaian ilmu. Pendidikan di sekolah merupakan bentuk pendidikan secara formal, di mana guru melaksanakan interaksi belajar mengajar. Guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa daam kegiatan proses pembelajaran. Peran guru membawa konsekuensi terhadap perubahan pola hubungan guru-siswa. Oleh karena itu, agar guru dapat menjalankan perannnya seygyanya guru dapat memenuhi prinsip-prinsi belajar yang dikembangkan dalam pendidikan, antara lain siswa secara penuh dapat mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembelajaran, apa yang dipelajari bermanfaat dan praktis, dan siswa mempunyai kesempatan untuk memanfaatka secara penuh pengetahuandan keterampilannya dalam waktu yang cukup, dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru dan Wali Kelas dalam Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Seorang guru mempunyai tiga tugas pokok, yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan ( sivic mission ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau mentransmisi ilmu pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turun mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator, dan dinamisator. Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhirnya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat, oleh karena itu anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya, tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan, apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahua, pilihan hidup dan praktek komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peran guru menurut WF Connell dibedakan menjadi tujuh, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pendidik &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengajar dan pembimbing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelajar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komunikator terhadap masyarakat setempat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pekerja administrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesetiaan terhadap lembaga&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru sebagai Pendidik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan untuk memperoleh pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggung jawab kemasyarakatan, pengetahuan dan ketrampilan dasar, persiapan untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hak yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru sebagai Model&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai-nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru sebagai Pengajar dan Pembimbing &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap guru harus memberikan pengetuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah, seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemempuannya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru sebagai Pelajar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemesyarakatan maupun tugas kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru sebagai Komunikator Pembangunan Masyarakat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.&lt;br /&gt;Peran Guru sebagai Administrator&lt;br /&gt;Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannyaproses belajar mengatur perlu diadministrassikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugsanya dengan baik.&lt;br /&gt;Peran Guru sebagai Setiawan dalam Lembaga Pendidikan&lt;br /&gt;Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Wali Kelas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wali kelas merupaan orang tua pertama di sekolah, seorang wali kelas juga dapat berperan sebagai seorang motivator, fasilitator dan mengetahui seluk beluk permasalahan siswa baik secara pribadi, sosial dan akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran wali kelas sebagai motivator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wali kelas harus mampu mendorong siswa agar lebih maju dan semangat, memberikan wawasan yang lebih luas, memberikan bekal untuk masa depan siswa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Peran wali kelas sebagai fasilitator. Seorang wali kelas harus bisa menjalin hubungan kemitraan dengan siswa, hubungan kemitraan antara guru denagn siswa, guru bertindak sebagai pendamping belajar para siswanya dengan suasana belajar yang demokratis dan menyenangkan agar siswa dapat belajar dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pribadi. Seorang wali kelass harus mengetahui karakter dan sifat anak sehingga guru bisa memberikan pelayanan sesuai dengan sifat anak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seorang wali kelas harus mengetahui hubungan sosial anak denagn teman sebaya, dengan guru, dan orang tua agar wali kelas dapat menyesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akademis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wali kelas harus mengetahui kemampuan, prestasi siswa sehingga wali kelas bisa memberikan motivasi sesuai dengan masalah akademis dalam kemampuan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran pendidik, yaitu guru dan wali kelas sangat penting dalam perkembangan anak didiknya dalam memperoleh pembelajaran/ pendidikan di lingkungan akademika, maka penulis berharap agar guru mendorong siswa untuk menguasai alat belajar, memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya serta membantu mereka menghargai nilai belajar dan pengetahuan.&lt;br /&gt;Sebagai guru dan wali kelas berperan sebagai sahabat siswa, menjadi teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat siswa. Guru dan wali kelas berperan untuk membimbing siswa belajar, berprakarsa, serta mengeluarkan ide-ide terbaik yang dimiliki mereka. Dengan demikian diharapkan para siswa mampu mengembangkan kreativitas, terdorong untuk mengadakan penemuan yang inovatif sehingga kita berharap mereka mampu bersaing dalam masyarakat global. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7947041694819903374?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7947041694819903374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/pendidikan-merupakan-sarana-penyampaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7947041694819903374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7947041694819903374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/pendidikan-merupakan-sarana-penyampaian.html' title='PERANAN GURU DAN WALI KELAS DALAM PENDIDIKAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgdwuFBxCXI/AAAAAAAAAF0/5b7zllLG_is/s72-c/teacher-point.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-763859073811714869</id><published>2009-05-08T16:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:02:44.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgTGbL2oGXI/AAAAAAAAAFM/XRbQagqBRxQ/s1600-h/teaching.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 165px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgTGbL2oGXI/AAAAAAAAAFM/XRbQagqBRxQ/s200/teaching.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333606029054187890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS GURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat, oleh karena anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak, berupa tari-tarian, melalui suara (lagu, nyanyian), dapat melalui warna dan garis-garis (lukisan-lukisan), melalui bentuk berupa ukiran, atau melalui simbul-simbul dan tanda tanda yang biasanya disebut rumus-rumus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya, tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan, apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan, pilihan hidup dan praktek komunikasi. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya, oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa, namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama, maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabatan, bertitik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal, yaitu melatih mahasiswa, calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik, khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pembinaan prajabatan melalui pendidikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia, person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator, dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya, tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya, artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru, membuatnya menjadi terpelajar, aspek yang kedua mendidiknya menjadi manusia yang berbudaya, sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendininya orang menjadi berbudaya, sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendininya menjadi manusia yang berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang lebih mudah membuat manusia itu berbudaya kalau ia terdidik atau terpelajar, akan tetapi orang yang terdidik dan terpelajar tidak dengan sendirinya berbudaya. Maka mengingat pendidikan ini sebagai pembinaan pra jabatan yaitu di satu pihak mempersiapkan mereka untuk menjadi guru dan di lain pihak membuat mereka menjadi manusia dalam artian manusia berbudaya, kiranya perlu dikemukakan mengapa guru itu harus menjadi rnanusia berbudaya. Oleh kanena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan; jadi pendidikan dapat berfungsi melaksanakan hakikat sebagai bagian dari kebudayaan kalau yang melaksanakannya juga berbudaya. Untuk menyiapkan guru yang juga manusia berbudaya ini tergantung 3 elemen pokok yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang yang disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan (initial training) harus mampu menguasai satu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di sekolah melalui jalur pendidikan, paling tidak pendidikan formal. Tidak mungkin seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenaga kependidikan yang baik di satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itu dengan baik. Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baik dapat menjadi guru yang baik, oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah seni. Tetapi sebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni mengajar (art of teaching), selama ia tidak punya sesuatu yang akan diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Jadi bagi guru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satu pengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya (secara ideal kita harus mampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. Mengapa perlu pemagangan, karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni. Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakat tentang dokter yang bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas, padahal ilmu yang diberikan sama. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan art (kiat), maka diperlukan pemagangan. Karena art tidak dapat diajarkan adalah teknik mengajar, teknik untuk kedokteran. Segala sesuatu yang kita anggap kiat, begitu dapat diajarkan diakalau menjadi teknik. Akan tetapi kalau kiat ini tidak dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. Untuk ini orang harus aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan jalan memperhatikan orang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil, mengapa yang satu lebih berhasil, mengapa yang lain kurang berhasil. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERAN GURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer), (2) model, (3) pengajar dan pembimbing, (4) pelajar (learner), (5) komunikator terhadap masyarakat setempat, (6) pekerja administrasi, serta (7) kesetiaan terhadap lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-763859073811714869?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/763859073811714869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/peranan-guru-dalam-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/763859073811714869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/763859073811714869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/peranan-guru-dalam-pendidikan.html' title='PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgTGbL2oGXI/AAAAAAAAAFM/XRbQagqBRxQ/s72-c/teaching.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5109006012306001144</id><published>2009-05-08T08:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:03:38.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS DAN PENYATU BANGSA MENGHADAPI PENGUBAH SOSIAL&lt;br /&gt;oleh: Mansoer Pateda&lt;br /&gt;IKIP Gorontalo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsi Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar Politik Bahasa Nasional, 25-28 Februari 1975 di Jakarta, antara lain merumuskan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya bahasa, dan (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5). Dalam pergaulan internasional, BI mewujudkan identitas bangsa sebagai identitas fonik, di samping identitas fisik, yakni bendera merah putih dan garuda Pancasila.&lt;br /&gt;Beriringan dengan pesatnya perkembangan BI sebagai lambang identitas nasional, teraktualisasikan pula perkembangan bahasa daerah (selanjutnya disingkat BD) sebagai lambang identitas daerah yang keberadaannya diakui di dalam UUD 1945 yang secara bersamaan dengan BI menghadapi arus globalisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada persaingan antara BI dan BD. Oleh karena itu, pemerintah tidak ragu-ragu mengonsepkan kurikulum muatan lokal yang memberikan peluang bagi sekolah-sekolah untuk mengajarkan BD di daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Identitas Bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok yang menunjukkan bahwa dia adalah Indonesia, baik sebagai negara maupun sebagai bangsa, berwujud dalam dua kenyataan, yakni BI yang menampakkan diri sebagai identitas fonik dan merah putih serta Garuda Pancasila sebagai wujud fisik. Jika kita berada di luar negeri, lalu ada bunyi yang kita dengar, misalnya "oh kakiku", serta merta kita mengatakan, ia adalah orang Indonesia tidak peduli, apakah ia orang Batak, Dayak, atau orang Saparua. Demikian pula, kalau kita melihat sebuah gedung, lalu di situ berkibar bendera merah putih, dan di depan pintunya ada gambar garuda, kita dapat memastikan bahwa gedung tersebut adalah gedung perwakilan RI. Hal yang sama, jika kita menyaksikan pasukan multibangsa, lalu ada pasukan yang baretnya ada pita kain merah putih, dan di dada atau di lengan anggota pasukan tersebut ada lambang garuda, kita dapat memastikan bahwa pasukan tersebut adalah pasukan RI.&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini kita patut berbangga kepada Presiden kita karena hampir dalam setiap kesempatan selalu menggunakan BI yang ternyata lebih memantapkan identirtas bangsa adalah pergaulan internasiona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arus Globalisasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arus globalisasi menimbulkan pengubah sosial yang menurut Emil Salim (1990) menimpa empat bidang kekuatan yang menonjol daya dobraknya. Keempat bidang kekuatan itu, yakni pertama gelombang perkembangan yang amat tinggi dalam bidang IPTEK. Gelombang kedua, yakni bidang ekonomi, misalnya yang dapat kita amati penyatuan pasar Eropa Barat, AS, dan Kanada. Kecenderungan ini merupakan perilaku ekonomi global yang praktis telah mencakup sebagian wilayah di dunia ini tanpa mengenal batas. Gelombang ketiga, yakni masalah lingkungan hidup, misalnya kalau terjadi pencemaran laut di Selat Malaka, dampaknya tidak hanya dirasakan Malaysia, Singapura, dan Indonesia, tetapi juga di negara tetangga lainnya. Gelombang keempat, yakni bidang politik sehingga dewasa ini tak ada lagi suatu negara yang hanya memeprtaruhkan potensi yang terdapat di dalam negaranya.&lt;br /&gt;Arus globalisasi itu telah menimbulkan pengubah sosial yang dalam waktu-waktu yang akan datang akan terjelma dalam perilaku sosial, baik perilaku sosial bermasalah maupun perilaku sosial yang positif . Kenyataan menunjukkan di mana-mana selalu digebyarkan kata atau urutan kata persaingan, harga bersaing, persaingan global, kalah bersaing, dan memasuki persaingan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Arus Globalisasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus globalisasi tentu saja akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia sejagat. Pengaruh itu, anara lain akan terlihat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu pokok yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah identitas bangsa.&lt;br /&gt;Kalau kita berbicara identitas bangsa, mau tidak mau kita akan berbicara tentang kebudayaan, dan kalau kita berbicara tentang kebudayaan, mau tidak mau kita akan mempersoalkan bahasa. Itu sebabnya Makagiansar (1990) menekankan perlunya kesadaran tentang identitas budaya, bahkan Emil Salim (1990) menyatakan upaya mempertahankan identias merupakan prioritas yang harus diperjuagkan mati-matian dengan cirri utama keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tecermin, antara lain, dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (disingkat BA) daripada penggunaan BI, misalnya dalam penamaan kompleks perumahan, dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis. Syukurlah sikap seperti itu mulai disadari, dan diambil langkah-langkah nyata mengganti kata-kata asing dengan kata-kata Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Muatan Lokal sebagai Upaya Penangkal Arus Globalisasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Petunjuk Penerangan Muatan Lokal (Depdikbud, 1987), yang dimaksud muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah yang perlu dipelajari oleh murid. Dalam pelaksanaannya pengajaran muatan lokal itu menyangkut banyak aspek, misalnya kebudayaan daerah, pariwisata, industri rumah tangga, kerajinan rakyat, dan agrobisnis. Di daerah tertentu, tekanan pengajaran muatan lokal diarahkan pada pengajaran BD. Salah satu tujuan yang tersirat dari upaya ini adalah kiat menangkal arus globalisasi.&lt;br /&gt;Jika kita melekatkan bahasa pada kelompok etnik, penulis mengingatkan pernyataan Gumperz dan Gumpersz (1985: 2) yang menyatakan bahwa konflik sosial yang terjadi pada dekade terakhir ini disebabkan oleh konflik etnik, kelas, atau agama. Namun, ahli bahasa , misalnya Stewart (lihat Moeliono, 1985: 45) berpendapat keanekabahasaan cenderung ke arah kestabilan sehingga bahasa yang dipakai secara berdampingan akan isi-mengisi dalam perubahan bermacam-macam fungsi tanpa persaingan. Pendapat Stewart ini diwujudkan oleh adanya ideologi penyatu bangsa, yakni Pancasila sehingga perbedaan antara bahasa-bahasa di Indonesia akan dikecil-kecilkan, bahkan dianggap seakan-akan tidak ada.&lt;br /&gt;Kita bersyukur kepada Allah SWT atas fenomena ini karena antara BI dan BD tidak terjadi persaingan, bahkan saling menopang . Itu sebabnya upaya penelitian dan pengembangan BD, bahkan pengajarannya harus diusahakan untuk menopang pembinaan dan pengembangan BI. Kita juga bersyukur karena persoalan bahasa nasional telah kita selesaikan melalui ikrar besar Sumpah Pemuda 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tantangan terhadap Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia sebagai lambang dan identitas nasioanl tidak luput dari tantangan. Meskipun BI telah menjelma menjadi potensi budaya bangsa Indonesia, tantangan yang telah nyata sekarang, dan tantangan yang perlu diantisipasi harus dihadapai dengan perencanaan, pemikiran konseptual, intelektual dan penuh kearifan. Tantangan itu ada yang bersifat internal dan ada yang bersifat eksternal. Tantangan yang bersifat eksternal itu, antara lain arus globalisasi.&lt;br /&gt;Menurut pendapat Amran Halim (lihat Kompas, 8 Maret 1995, halaman 16) setelah 67 tahun BI dikukuhkan sebagai bahasa persatuan, situasi kebahasaan ditandai oleh dua tantangan. Tantangan pertama, yakni perkembangan BI yang dinamis, tetapi tidak menimbulkan pertentangan di antara masyarakat. Pada saat bersamaan bangsa Indonesia sudah mencapai kedewasaan berbahasa. Sekarang tumbuh kesadaraan secara emosional bahwa perilaku berbahasa tidak terkait dengan masalah nasionalisme. Buktinya, banyak orang yang lebih suka memakai BA, demikian Amran Halim.&lt;br /&gt;Tantangan kedua, yakni persoalan tata istilah dan ungkapan ilmiah. Tantangan kedua ini yang menimbulkan prasangka yang tetap diidap ilmuwan kita yang mengatakan bahwa BI miskin, bahkan kita dituduh belum mampu menyediakan sepenuhnya padanan istilah yang terdapat dalam banyak disiplin ilmu, teknologi, dan seni. Menurut Moeliono (1991: 15) prasangka itu bertumpu pada pendirian apa yang tidak dikenal atau diketahui, tidak ada dalam BI.&lt;br /&gt;Kedua tantangan menurut Amran Halim dapat dikategorikan sebagai tantangan yang bersifat internal. Tantangan itu dapat dilihat dari kenyataan BI itu sendiri, dan yang satu dari pemilik dan penutur BI sendiri. Tantangan yang datang dari pemilik dan penutur Bi sebenarnya bersumber dari sikap, kesadaran berbahasa yang kemudian tecermin dalam perilaku berbahasa (lihat Fishman, 1975:24-28, Pateda, 1990: 25-32). Terhadap ujaran sulitnya mendapatkan padanan istilah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebenarnya Pusat Bahasa bekerja sama dengan para pakar dalam disiplin ilmu tertentu telah mengupayakan menerbitkan kamus, antara lain Kamus Istilah Teknik Perkapalan (Soegiono dkk, 1985), Kamus Istilah Politik (Muhaimin dkk, 1985), Kamus Istilah Teknologi Mineral (Soetjipto dkk, 1985), tetapi barangkali tidak luas, maka tuduhan di atas muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perencanaan Bahasa sebagai Upaya Penanggulangan Tantangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dikemukakan di atas, banyak tantangan yang menghadang BI sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional. Untuk itu, perlu dilakukan kiat-kiat strategis dan taktis untuk menanggulanginya. Kerja awal yang layak dipertimbangkan, yakni melaksanakan perencanaan dan pengembangan BI secara sistematis.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai perencanaan bahasa, Moeliono (1985: 5--11) melihat pembahasannya dari tiga hal, yakni (1) perencanaan fungsional, (2) perencanaan sebagai proses, dan (3) penamaan yang bervariasi. Perencanaan dilihat dari segi proses meliputi tiga kegiatan, yakni (10 perencanaan , (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian (cf. Robin dalam Fasold, 1984: 254). Sementara itu, Klose (lihat Fishman, 1974, 112) mengidentifikasi dimensi perencanaan bahasa yamg meliputi (10 korpus bahasa, (20 status bahasa, dan (3) aspek yang mempengaruhi perkembangan bahasa, misalnya ekonomi. Dalam kaitan dengan dimensi-dimensi ini, Jernudd (lihat Eastman, 1983:146-147) menyebutkan kegiatan perencanaan bahasa yang meliputi (1) kodifikasi , (2) regularisasi, (3) simplikasi, (4) purifikasi, (5) elaborasi, (6) impelementasi, dan (7) evaluasi. Sementara itu, Christian (lihat Newmeyer, 1988: 197) menyatakan bahwa komponen kunci dalam perencanaan bahasa meliputi (1) intervensi, (2) eksplisit, (3) beroreantasi pada tujuan, (4) sistematis, (5) memilih dari berbagai alternatif, dan (6) bersifat institusional.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, untuk melaksanakan kegiatan perencanaan bahasa di Indonesia, kita harus melaksanakan kegiatan terpadu yang melibatkan selain unsur pemerintah, juga (10 ABRI, (2) badan peradilan, (3) organisasi keagamaan, (4) penerbit, (5) organisasi profesi kebahasaan, (6) linguis, (7) pakar bidang linguistik, (8) guru bahasa, (9) tokoh masyarakat (cf. Moeliono, 1985: 19). Konsekuensi logis selanjutnya, yakni mengharapkan agar Putusan Kongres Bahasa (1993) yang berisi, antara lain agar status Pusat Bahasa ditingkatkan, supaya diwujudkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peranan Media Massa Ditingkatkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan media massa, baik media tulis maupun elektronik perlu ditingkatkan. Dalam kaitan ini, kesadaran dan tanggung jawab para wartawan terhadap BI dan berbahasa Indonesia harus ditingkatkan. Seperti diketahui, hasil karya seorang wartawan menjadi anutan pemakai bahasa sehingga dengan demikian, dakwaan Rosihan Anwar (1991:9) yang mengatakan, "sebenarnya wartawan tampil sebagai perusak bahasa" dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengajaran Kebangsaan Dipertimbangkan Diberikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan telah dikatakan bahwa salah satu pokok yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah identitas bangsa. Identitas bangsa berakar pada anggota warga Indonesia sebagai pribadi. Memperhatikan kejadian akhir-akhir ini, yakni timbulnya premanisme, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan rekayasa tumbuhan tertentu memperlihatkan adanya "krisis jati diri" yang tidak menemukan jawaban atas pertanyaan, siapakah aku ini? Hal itu tidak terlepas dari pandangan manusia sebagai substansi dan manusia sebagai makhluk yang mempunyai identitas (Verhaar, 1980: 11).&lt;br /&gt;Persoalan krisis jati diri yang berpangkal dari pandangan bahwa manusia sebagai substansi, dan sebagai makhluk yang beridentitas yang kemudian dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan BI sebagai upaya mempertahankan identitas bangsa, maka pengajaran kebangsaan sebaiknya dipertimbangkan untuk diberikan dalam lembaga pendidikan kita. Dewasa ini substansi jiwa kebangsaan seolah-olah ditempelkan pada mata pelajaran PMP dan PSPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GBPP Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, sekolah-sekolah melaksanakan GBPP Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2002. Jika kita melihat rumusan-rumusan operasionalisasi pembelajaran BI yang terdapat di dalam GBPP, guru mengalami kesulitan untuk melaksanakannya. Hal yang ingin dikatakan di sini, yakni penggantian GBPP sebaiknya jangan selalu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mutu Guru Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kegiatan kebahasaan yang penulis lakukan melalui MLI Komisariat Daerah Gorontalo bekerja sama dengan Depdikbud/Dinas PDK Kotamadya dan Kabupaten Gorontalo, dapat diambil simpulan bahwa guru lebih banyak mengajarkan teori daripada praktik berbahasa. Hal yang ingin disarankan di sini, yakni mutu guru BI sebaiknya ditingkatkan. Selain itu, guru SD yang setiap hari bertindak sebagai guru kelas, sebaiknya ditinjau kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyuluhan Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyuluhan bahasa sebagai upaya pembinaan BI harus dugalakkan terus. Penyuluhan bahasa itu tidak hanya berlaku di tingkat nasional, tetapi juga di daerah tingkat I dan II. Dalam hubungan ini, peranan gubernur dan walikota serta bupati sebagai petinggi di daerah sangat menentukan.&lt;br /&gt;Menurut Moeliono (1001: 5) penyuluhan bahasa di satu pihak dapat dianggap usaha pelengkap penyebaran hasil kodifikasi lewat bentuk lisan dan tulisan, di lain pihak penyuluhan bahasa juga berwujud lewat penerangan tentang soal yang belum atau tidak akan dimuat dalam kodifikasi. Dalam hubungan ini kita harus waspada terhadap tingkat keberterimaan khalayak, dan jangan segera berputus asa terhadap suara sumbang tentang kemampuan BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelibatan Organisasi Kepemudaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan di atas bahwa dalam banyak hal kita harus bekerja secara terpadu. Kadang-kadang kita melupakan potensi daya serap dan kritikan kaula muda kita. Pada hal, generasi muda yang paling berkepentingan dengan berbagai kegiatan pembangunan. Itu sebabnya sangat kuat alasannya untuk melibatkan organisasi kepemudaan dalam upaya pembinaan dan pengembangan BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepedulian Para Petinggi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang bahasa yang disuluhkan oleh pembicara dari Pusat Bahasa tidak dipedulikan oleh para petinggi di negara kita. Selain itu, penggunaan kata-kata, daripada, yang mana, di mana, saudara-saudara sekalian, dianggap bukan sesuatu yang salah oleh para oknum petinggi di negara kita ini. Dengan kata lain, terdapat kontroversi antara norma bahasa yang dikumandangkan oleh Pusat Bahasa dan kenyataan di lapangan. Kiranya sifat eksklusivisme dalam penggunaan BI sebaiknya dipertimbangkan kembali.&lt;br /&gt;Kepedulian petinggi ini, bukan saja kemudahan mendapatkan dan fasilitas, melainkan juga kepedulian dalam penggunaan BI yang benar, dan koordinasi terhadap oknum pejabat lain, juga untuk menggunakan BI yang benar. Gerakan untuk menggati kata-kata asing menjadi kata-kata Indonesia, misalnya, dalam penamaan kompleks perumahan, tidak hanya diupayakan oleh Pemerintah DKI Jakarta, tetapi juga oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Hal yang sama akan berlaku pula untuk Gerakan Bulan Bahasa yang secara rutin dilaksanakan pada bulan Oktober. Jika kepedulian oknum petinggi, baik di pusat maupun di daerah, dapat ditingkatkan, pembinaan dan pelestarian BI dapat kita saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dengan keterbatasa dalam banyak hal, penulis ingin mengulangi kata-kata yang pernah dikemukakan (Pateda, 1981: 11), yakni kita wajib mengupayakan kelestarian identitas bangsa melalui bahasa dengan jalan bekerja keras menjalani Kebangkitan Nasional II, dan Era Pembangunan Nasional Tahap II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR KEPUSTAKAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Christin, Donna. 1988, "Language planning the view from linguistics" dalam Newmeyer, F. J. Ed. Linguistics the Cambridge Survey. Cambridge University Press (193-109).&lt;br /&gt;Depdikbud, 1987. Language Planning: An Introduction. San Fransisco: Chandler and Sharp.&lt;br /&gt;Salim, Emil, 1990. "Pembekalan Kemampuan Intelektual untuk Menjinakkan Gelombang Globalisasi" dalam Mimbar Pendidikan, Th. IX/4. Bandung: University Press IKIP Bandung (8-15)&lt;br /&gt;Fasold, Ralp. 1984. The Sociolinguistics of Society. Oxford: Basil Blackwell.&lt;br /&gt;1990 The Sociolinguistic of Language. Cambridge: Basil Blackwell.&lt;br /&gt;Fishman, Joshua, A. 1975. Sociolinguistics. Rowbury House Publ.&lt;br /&gt;Gumperz, John dan Gumperz Jennie Cook. 1985. Language and Social Identity. Cambridge: Cambridge University Press.&lt;br /&gt;Makagiansar, M. 1990. "Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi" dalam Mimbar Pendidikan. Th. IX/4. Bandung: University Press IKIP Bandung.&lt;br /&gt;Moeliono, Anton. 1985. Pengembangan dan Pembinaan Bahasa: Ancangan Alternatif di dalam Perencanaan Bahasa. Jakarta: Djambatan.&lt;br /&gt;1991. "Aspek Pembakuan dalam Perencanaan bahasa". Makalah Munas V dan Semloknas I HPBI. Padang: Panitia Penyelenggara.&lt;br /&gt;Newmeyer, Frederick, J. 1988. Linguistics: The Cambridge Survey. Vol. IV Language: The Sociocultural Context. Cambridge: Cambridge University Press.&lt;br /&gt;Pateda, Mansoer. 1990. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.&lt;br /&gt;1991. Pengaruh Arus Globalisasi terhadap Pembinaan Bahasa di Indonesia". Makalah Munas V dan Semloknas I HPBI: Padang: Panitia Penyelenggara.&lt;br /&gt;Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1975. Seminar Politik Bahasa Nasional. Jakarta: Pusat Bahasa&lt;br /&gt;Rosihan, Anwar. 1991. "Bahasa Indonesia dan Media Massa Elektronika". Makalah Munas V dan Semloknas I HPBI. Padang: Panitia Penyelenggara&lt;br /&gt;Verhaar, J. W. M. 1989. Identitas Manusia. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Artikel ini sudah mengalami pengeditan oleh Ariefyuri.Blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pencantumanan artikel ini ke dalam blog semata-mata kecintaan kami terhadap Bahasa Indonesia dan sebagai masyarakat pengguna Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5109006012306001144?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5109006012306001144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/bahasa-indonesia-sebagai-identitas-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5109006012306001144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5109006012306001144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/bahasa-indonesia-sebagai-identitas-dan.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2538689396801718788</id><published>2009-05-08T08:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:04:11.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;LAFAL BAHASA INDONESIA BAKU&lt;br /&gt;(ringkasan)&lt;br /&gt;oleh: Arief Yuri Wahyu Nugraha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahasa yang hidup, bahasa Indonesia telah dan terus mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan masyarakat dan tindak tutur pamakainya. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh kelompok-kelompok masyarakat penutur yang berbeda latar belakangnya baik dari segi geografis maupun dari segi sosial budaya yang menyebabkan munculnya berbagai ragam bahasa kedaerahan (ragam regional) dan ragam sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis ragam jenis sosial yang sangat erat kaitannya dengan topik ini adalah ragam bahasa Indonesia yang lazim digunakan oleh kelompok yang menganggap dirinya terpelajar. Ragam ini diperoleh melalui pendidikan formal disekolah atau bisa disebut juga dengan ragam bahasa tinggi. Patut dicatat bahwa bahasa Melayu yang diikrarkan sebagai bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 tentulah ragam bahasa Melayu Tinggi pada waktu itu. Ragam bahasa kaum terpelajar itu tentulah dianggap sebagai tolak ukur untuk pemakaian bahasa yang benar. Oleh karena itulah maka ragam bahasa sekolah itu disebut juga ragam bahasa baku (Alwi, 1993). Mengingat ragam bahasa baku digunakan untuk keperluan berbagai bidang kehidupan yang penting, seperti penyelenggaraan negara dan pemerintahan, penyusunan undang-undang, persidangan di pengadilan, persidangan di DPR dan MPR, penyiaran berita melalui media elektronik dan media cetak, pidato di depan umum, dan, tentu saja, penyelenggaraan pendidikan, maka ragam bahasa baku cenderung dikaitkan dengan situasi pemakaian yang resmi. Dengan kata lain, peggunaan ragam bahasa baku menuntut penggunaan gaya bahasa yang formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri lafal Baku Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sistem bunyinya lebih kompleks. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khasanah bunyi yang lebih banyak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaidah fonotaktis yang lebih rumit.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsi Lafal Bahasa Indonesia Baku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah peristiwa komunikasi lisan apa saja yang menuntut penggunaan ragam bahasa baku. (Kridalaksana, 1975) mencatat empat fungsi bahasa yang menuntut penggunaan ragam baku, yaitu (1) komunikasi resmi, (2) wacana teknis, (3) pembicaraan di depan mata (4) pembicaraan dengan orang yang dihormati. Dari empat fungsi bahasa yang menuntut ragam baku itu, hanya dua yang terakhir yang langsung berkaitan dengan komunikasi verbal secara lisan. Dengan kata lain, lafal baku perlu digunakan dalam penbicaraan di depan umum, seperti kuliah, ceramah, khotbah, pidato, dsb. Atau dalam pembicaraan dengan orang yang dihormati seperti pembicaraan dengan atasan dengan guru/dosen, dengan orang yang baru dikenal dsb.&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan fungsi sosial bahasa baku itu, (Moeliono, 1975) mencatat empat fungsi pokok, yaitu&lt;br /&gt;1.    fungsi pemersatu,&lt;br /&gt;2.    fungsi penanda kepribadian,&lt;br /&gt;3.    fungsi penanda wibawa, dan&lt;br /&gt;4.    funsgsi sebagai kerangka acuan.&lt;br /&gt;Dengan demikian lafal baku sebagai perwujudan bahasa baku secara fonetis mempunyai fungsi sosial sebagai&lt;br /&gt;1.    pemersatu,&lt;br /&gt;2.    penanda kepribadian,&lt;br /&gt;3.    penanda wibawa, dan&lt;br /&gt;4.    sebagai kerangaka acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Penunjang dan Pengahambat Pertumbuhan Lafal Baku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan faktor pendukung pertumbuhan lafal baku di sini dimaksudkan semua faktor yang dianggap memberikan dampak positif terhadap kehadiran lafal baku bahasa Indonesia. Sebaliknya, faktor penghambat pertumbuhan lafal baku adalah semua faktor yang dianggap memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan/kehadiran lafal baku bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pembicaraan pada sesi ini akan mencoba mengidentifikasi beberapa isu atau masalah yang berkaitan dengan lafal baku kemudian melihat apa segi positifnya dan apa segi negatifnya. Masalah yang berkaitan dengan lafal baku yang akan disorot dalam hubungan ini meliputi:&lt;br /&gt;a.    Isu persatuan dan kesatuan,&lt;br /&gt;b.    Isu kesempatan kerja,&lt;br /&gt;c.    Isu pendidikan, dan&lt;br /&gt;d.    Isu demokrasi dalam bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya Pembakuan Lafal Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ragam baku, termasuk lafal baku, untuk bahasa Indonesia merupakan tuntutan Sumpah Pemuda dan UUD 1945. Pengikraran bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan dengan nama bahasa Indonesia menuntut setiap orang Indonesia untuk bisa berkomunikasi satu sama lain baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bahasa persatuan. Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahwa segala bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara dilakukan dalam bahasa Indonesia. Semua kegiatan komunikasi verbal dalam bahasa Indonesia itu,&lt;br /&gt;secara lisan atau secara tertulis, hanya akan mencapai hasil yang baik jika ada semacam rujukan yang dimiliki bersama--dalam hal ini ragam baku bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Untuk keperluan berbahasa lisan tentu saja dibutuhkan lafal baku. Upaya pembakuan lafal bahasa Indonesia pada dasarnya dapat dilaksanakan dengan dua jalur&lt;br /&gt;(1) jalur sekolah dan&lt;br /&gt;(2) jalur luar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan telah disinggung sejumlah aspek positif dan aspek negatif kehadiran ragam baku, termasuk lafal baku. Perdebatan itu mungkin hanya relevan bagi masyarakat yang monolingual atau paling tidak jumlah bahasanya sedikit. Bagi Indonesia yang penduduknya menggunakan ratusan bahasa daerah dan tersebar di ribuan kepulauan, kehadiran suatu bahasa baku, termasuk lafal baku bukan hanya perlu tetapi suatu keharusan. Upaya untuk menentang pembakuan bahasa Indonesia sama artinya mengkhianati Sumpah Pemuda yang telah mengikrarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Persatuan yang kuat hanya bisa tercipta kalau ada bahasa yang digunakan bersama dengan pemahaman yang sama. Meskipun begitu, upaya pembakuan lafal hendaklah dilakukan secara hati-hati karena lafal lebih peka terhadap sentimen sosial. Upaya pembakuan lafal selama ini dapat dipertahankan. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran kita sebagai pemodel lafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2538689396801718788?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2538689396801718788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/lafal-bahasa-indonesia-baku-ringkasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2538689396801718788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2538689396801718788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/05/lafal-bahasa-indonesia-baku-ringkasan.html' title=''/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3861274542339314697</id><published>2009-04-29T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:04:47.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KESEHATAN'/><title type='text'>TERAPI AIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgY6wvgTv1I/AAAAAAAAAFc/y_cj1dRnKrI/s1600-h/Drinking+Water+%28Small%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgY6wvgTv1I/AAAAAAAAAFc/y_cj1dRnKrI/s200/Drinking+Water+%28Small%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334015417727041362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. S Periasamy DIM &amp;amp; D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health And Research, Centre Karur 639006, TN India&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakit Kepala * Asma # Hosthortobics&lt;br /&gt;2. Darah Tinggi * Bronchitis # Kencing Manis&lt;br /&gt;3. Kurang Darah * TBC Paru-paru # Penyakit Mata&lt;br /&gt;4. Rematik * Radang Otak # Pendarahan di Mata &amp;amp;&lt;br /&gt;5. Lumpuh * Batu Ginjal Mata Merah&lt;br /&gt;6. Kegemukan * Penyakit Saluran Kencing # Haid tidak teratur&lt;br /&gt;7. Radang / Sakit persendian * Kelebihan Asam Urat # L e u k I m I a&lt;br /&gt;8. Radang Selaput Lendir * M e n c r e t # Kanker Peranakan&lt;br /&gt;9. Gangguan Jantung * D I s e n t r I # Kanker Payudara&lt;br /&gt;10. Mabuk, Pusing, Gamang * A m b e I e n # Radang Tenggorokan&lt;br /&gt;11. Batuk * S e m b e l i t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana air itu bekerja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.&lt;br /&gt;Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana melakukan terapi ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Pagi hari ketika anda baru bangun tidur ( bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:&lt;br /&gt;@ Sembelit - 1 Hari @ TBC Paru-Paru - 3 Bulan @ Kencing Manis - 7 Hari&lt;br /&gt;@ Asam Urat - 2 Hari @ Tekanan Darah - 4 Minggu @ Kanker - 4 Minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Kami mohon dengan sangat, metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   “BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA".&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3861274542339314697?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3861274542339314697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/terapi-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3861274542339314697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3861274542339314697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/terapi-air.html' title='TERAPI AIR'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgY6wvgTv1I/AAAAAAAAAFc/y_cj1dRnKrI/s72-c/Drinking+Water+%28Small%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-802363955055262207</id><published>2009-04-08T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:05:34.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MADING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SffdxQVBVdI/AAAAAAAAABk/fKSa0G_8mlQ/s1600-h/mading.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SffdxQVBVdI/AAAAAAAAABk/fKSa0G_8mlQ/s320/mading.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329972522282735058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mading sekolah adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler siswa yang bertujuan untuk mengembangkan diri di bidang tulis menulis dan memberikan informasi. Di jaman yang serba elektronik seperti dewasa ini dan diantara perkembangan media elektronik yang semakin pesat, salah satu yang masih eksis di sekolah-sekolah adalah majalah dinding atau mading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi (www.wikipedia.org). Namun, istilah ini memliki banyak arti tergantung pada konteksnya. Konteks yang dibahas dalam hal ini berkaitan dengan informasi melalui media Majalah Dinding atau Mading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah dinding atau lebih dikenal dengan Mading adalah suatu media yang berperan sebagai sarana/ tempat informasi tentang ilmu pengatahuan dari berbagai sumber yang isinya sangat beragam, dan merupakan hasil kreativitas dari siswa, buah pemikiran guru maupun karya-karya kreatif dan informasi lainnya. Krativitas merupakan kemampuan untuk mencipta, daya cipta (Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkreasi yaitu menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran; mencipta (Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php). Kreasi dalam Mading sangat diperlukan supaya mading yang ditampilkan dapat menarik perhatian. Ada sebuah ungkapan bahwa Mading mencari pembaca, bukan pembaca yang mencari mading. Hal ini menjadi panting bagi mading, karena mading yang menarik akan menjaring pembaca dengan seindirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya mading di sekolahan ibarat api unggun yang tidak akan padam selama kreativitas masyarakat sekolah selalu ada. Kehadiran mading banyak memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat sekolah. Mading diharapkan supaya masyarakat sekolah bisa mengetahui lebih cepat dan lebih luas tentang informasi yang ada di sekolah maupun informasi lainnya terutama informasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mading mempunyai sisi yang strategis, maka dari itu sekolah sebaiknya memberikan perhatian khusus. Dukungan yang baik dari kepala sekolah dan guru akan berdampak positif terhadap perkembangan Mading itu sendiri. Selain dukungan yang berbentuk moral, tentu saja yang lebih penting adalah adanya dukungan finansial. Diharapkan sekolah menyediakan anggaran sehingga mading sekolah dapat dikelola secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pembinaan mading di SMA 1 Polanharjo sudah cukup panjang. Atas bimbingan para guru dan dikelola oleh para siswa-siswi kira-kira sudah hampir 10 tahun dapat berjalan dengan baik. Materi mading dihasilkan dari kreativitas siswa dan siswi dan sudah sangat beragam/bervariasi dan bermacam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 kolom dalam 2 papan yang sudah disediakan, kolom yang pertama bertemakan Ajang Kreasi yang isinya merupakan hasil karya-karya siswa dan siswi dan kebanyakan materinya berisikan karya-karya puisi. Kolom ke 2 (dua) bertemakan Mading Q-ta (Mading Kita) yang berisikan puisi-puisi, karikatur, sajak-sajak dan lain-lain. Kemudian kolom ke 3 (tiga) bertemakan Unjuk Prestasi yang berisikan artikel-artikel yang dikreasikan para siswa dan siswi, ada juga berupa Tip-tips kesehatan, artikel kepribadian dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mading karya para siswa-siswi tersebut di sebuah tempat yang strategis dimana para murid sering duduk-duduk dikala istirahat dan sering dilalui masyarakat sekolah baik guru, siswa, karyawan dan lain-lain. Seiring perkembangan jaman dan informasi maka minat dari tahun ketahun semakin meningkat, sehingga papan yang telah disediakan tidak mampu menampung secara keseluruhan. Kekhawatiran akhirnya terjawab dengan penggantian materi mading yang dilakukan setiap 1 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala dalam mading diantaranya Kesolidan pengurus, khususnya bidang mading, pendanaan yang terkadang seret, dan lain-lain. Di dalamnya juga ada banyak person yang muncul, yang datang dan tiba-tiba saja pergi tanpa alasan, membuat kerja tim menjadi kacau dan rancu. Ada yang begitu bersemangat, tapi ada juga yang perlu dorongan lebih, supaya mampu menjadi satu unsur yang produktif dalam organisasi. Bukan sekedar ‘numpang nama’ saja. Begitu pula yang terjadi dalam bidang mading ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat mading diantaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mading digunakan sebagai sarana informasi.&lt;br /&gt;2. Mading sebagai media penyaluran kreativitas.&lt;br /&gt;3. Mading merupakan media yang berisikan bacaan yang informatif dan kreatif.&lt;br /&gt;4. Sebagai media penyaluran penggali kreativitas siswa dan siswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat mading yang telah disebutkan di atas diharapkan dapat membangkitkan kreativitas masyarakat sekolah, khususnya para murid. Mading juga dapat berfungsi sebagai papan informasi atau papan pengumuman, misalkan pengumuman kegiatan lomba sekolah, seminar, workshop, dan lain-lain. Isi mading bisa bermacam-macam, misalnya berita-berita dan info yang menarik perhatian para siswa, guru, dan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya mading maka berbagai informasi yang berkembang bisa diinformasikan melalui mading. Dengan memadukan isi yang menarik dengan kemampuan menyalurkan aspirasi dan kreasi siswa diyakini mading akan mampu bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mading merupakan salah satu wadah untuk menuangkan kreativitas. Mading mempunyai sisi yang strategis jika dikelola dengan baik dan prefisional. Dukungan dari kepala sekolah dan guru menjadi modal yang sangat berharga dalam mempertahankan eksistensi mading di sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat mading diperlukan motivasi dari pembimbing serta kepala sekolah. Mading tidak akan mati jika dikelola dengan baik karena merupakan media kreasi, dan bakat para siswa patut dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat mading diantaranya&lt;br /&gt;1. Mading digunakan sebagai sarana informasi.&lt;br /&gt;2. Mading sebagai media penyaluran kreativitas.&lt;br /&gt;3. Mading merupakan media yang berisikan bacaan yang informatif dan kreatif.&lt;br /&gt;4. Sebagai media penyaluran penggali kreativitas siswa dan siswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;www.wikipedia.org&lt;br /&gt;http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi.index.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-802363955055262207?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/802363955055262207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/mading.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/802363955055262207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/802363955055262207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/mading.html' title='MADING'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SffdxQVBVdI/AAAAAAAAABk/fKSa0G_8mlQ/s72-c/mading.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5906070780039311910</id><published>2009-04-02T03:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T19:25:53.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>MALAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Ak7eUL7I/AAAAAAAAACM/_-C_D1Ws2Ag/s1600-h/bintang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Ak7eUL7I/AAAAAAAAACM/_-C_D1Ws2Ag/s200/bintang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331418168316669874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angin bertiup sepoi- sepoi&lt;br /&gt;Raja kecapi menggetarkan dawai&lt;br /&gt;Mengiringi ilalang- ilalang yang menari&lt;br /&gt;Yang tak mau berhenti&lt;br /&gt;Pahat fantasi mengukir abadi&lt;br /&gt;Dimana damai berada?&lt;br /&gt;Teringat saatku bersamanya, inginku menggodanya&lt;br /&gt;Dimana inspirasi datang wahai bidadari surga&lt;br /&gt;Ingin rasanya kutiliskan syair indah Untuknya ….&lt;br /&gt;Malam ……..&lt;br /&gt;Saat datang berjuta bintang&lt;br /&gt;kuingin kau merasakan Indahnya sebuah rasa terngiang&lt;br /&gt;Enggan rasanya untuk melepas walau telah usang&lt;br /&gt;Fananya dunia membuai terkadang&lt;br /&gt;Malam…..&lt;br /&gt;Ketika...&lt;br /&gt;Untaian kata hati …direnungkan&lt;br /&gt;Tulisan jiwa …diabaikan&lt;br /&gt;Arah takdir …terlenakan&lt;br /&gt;Makna cinta ..diutamakan&lt;br /&gt;Ikatan dogma …terukirkan&lt;br /&gt;Bersama datangnya enggan&lt;br /&gt;Bagitu banyak kenangan terlewatkan&lt;br /&gt;Indah …riang …kebersamaan&lt;br /&gt;Malam kuingin kau dengarkan&lt;br /&gt;Tawanya …candanya … senang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5906070780039311910?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5906070780039311910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5906070780039311910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5906070780039311910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/malam.html' title='MALAM'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Ak7eUL7I/AAAAAAAAACM/_-C_D1Ws2Ag/s72-c/bintang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-1848216791752550766</id><published>2009-04-02T03:10:00.001-07:00</published><updated>2009-05-21T17:06:18.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgF0DkdkdfI/AAAAAAAAAD8/Z7EQZ9cgIFo/s1600-h/sarjana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgF0DkdkdfI/AAAAAAAAAD8/Z7EQZ9cgIFo/s200/sarjana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332671038459508210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dua fenomena tersebut sangatlah ironis. Promosi Perguruan Tinggi untuk menjaring calon mahasiswa sama gencarnya dengan peningkatan pengangguran lulusan pada dewasa ini. Di sisi lain sebuah pertanyaan terbesit di benak saya, kualifikasi apakah yang sebenarnya disyaratkan oleh para pencari tenaga kerja lulusan sarjana Perguruan Tinggi ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang saya diperoleh para peneliti pada umumnya adalah campuran kualitas personal dan prestasi akademik. Namun, pencari tenaga kerja tidak pernah mengkonkretkan, misalnya saja, seberapa besar spesialisasi mereka mengharapkan suatu program studi di Perguruan Tinggi. Kualifikasi seperti memiliki kemampuan numerik, problem-solving dan komunikatif sering menjadi prediksi para pengelola Perguruan Tinggi daripada pernyataan eksplisit para pencari tenaga kerja. Hasil survei menunjukkan perubahan keinginan para pencari tenaga kerja tersebut adalah dalam hal kualifikasi lulusan Perguruan Tinggi yang mereka syaratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap persyaratan kualifikasi yang dimuat di iklan lowongan kerja sama penting nilainya bagi para pencari tenaga kerja. Dalam praktiknya, kualifikasi yang dinyatakan sebagai "paling dicari" oleh para pencari tenaga kerja juga tidak selalu menjadi kualifikasi yang "paling menentukan" diterima atau tidaknya seorang lulusan sarjana dalam suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, tiga kualifikasi kategori kompetensi personal, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan inisiatif, menjadi kualifikasi yang paling penting, paling dicari, dan paling menentukan dalam proses rekrutmen. Kemampuan interpersonal, seperti mampu bekerja sama dan fleksibel, dipandang paling dicari dan paling menentukan. Namun, meskipun sering dicantumkan di dalam iklan lowongan kerja, indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator keunggulan akademik tidak termasuk yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, reputasi institusi Pendidikan Tinggi yang antara lain diukur dengan status akreditasi program studi sama sekali tidak termasuk dalam daftar kualifikasi yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan proses rekrutmen lulusan sarjana oleh para pencari tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan para pencari tenaga kerja "mengabaikan" bidang studi lulusan sarjana. Dalam sebuah wawancara misalnya, seorang kepala HRD sebuah perusahaan di salah satu kota menegaskan, kesesuaian kualitas personal dengan sifat-sifat suatu bidang pekerjaan lebih menentukan diterima atau tidaknya seorang lulusan Perguruan Tinggi. Misalnya, posisi sebagai kasir bank menuntut kecepatan, kecekatan, dan ketepatan. Maka, lulusan sarjana dengan kualitas ini punya peluang besar untuk diterima meskipun latar belakang bidang pendidikannya tidak sesuai. Kepala HRD itu mengatakan, "Saya pernah menerima Sarjana Ekonomi dari kota X sebagai editor di perusahaan kami dan menolak Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia dari Kota X yang IPK-nya sangat bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualifikasi-kualifikasi yang disyaratkan dunia kerja tersebut penting diperhatikan oleh pengelola Perguruan Tinggi untuk mengatasi ketidaknyambung-nya antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan pengangguran lulusan. Jika pembenahan sistem seleksi mahasiswa baru dimaksudkan untuk menjaring mahasiswa sesuai kompetensi dasarnya, perhatian pada kualifikasi yang dituntut pasar kerja dimaksudkan sebagai patokan proses pengolahan kompetensi dasar tersebut. Untuk itu semua, kerja sama Perguruan Tinggi dan dunia kerja adalah perlu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-1848216791752550766?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/1848216791752550766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/tantangan-lulusan-sarjana-di-era.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1848216791752550766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1848216791752550766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/tantangan-lulusan-sarjana-di-era.html' title='Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgF0DkdkdfI/AAAAAAAAAD8/Z7EQZ9cgIFo/s72-c/sarjana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-1183762846802349227</id><published>2009-04-02T03:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T09:41:52.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERPEN'/><title type='text'>ALUN-ALUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alun-alun (sebuah pertemuan yang singkat...?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Arief Yuri Wahyu Nugraha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Saat malam datang membuat kenangan itu hadir dalam setiap langkah kecilku menyusuri jalan setapak yang pernah kita lalui berdua.&lt;br /&gt;Kini aku sadari memang semua harus berakhir sampai disini&lt;br /&gt;Malam tetaplah malam semoga akan menjadi cerah saat meantari menyinari dunia pada pagi hari esok, karena malam tak selamanya malam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak terasa haripun mulai gelap. Sang surya kembali ke peraduannya tidak terjaga dalam lamun mimpi-mimpi peluh, burung-burung mulai kembali kesarangnya setelah seharian bertualang mencari makan, suara jangkrik mulai bernyanyi menyambut malam, lampu-lampu kota sudah mulai menyala menerangi jalan sang laju kendaraan. Hardi memulai mengangkat gelas berisi kopi hitam pekat hangat sambil menikmati sebatang rokok yang selalu setia menemaninya dalam kesendirian, ia mencoba menerawang jauh ke depan terasnya yang selalu menjadi saksi hidup selama separuh kehidupannya baik suka maupun duka, sedih dan gembira, walaupun hanya sebatang pohon Palm yang selalu menemaninya teras itu sudah membuat hatinya selalu tenang disaat galau, lama-kelamaan rasa penat dan bosan seketika menyerang dalam dirinya, sambil lalu ia menghampiri motornya yang terparkir tak jauh dari tangannya, mesin dicoba dihidupkan namun tidak bisa mungkin karena seharian belum dipanasi, beberapa saat dicoba dan dicoba terus akhirnya hidup juga akan tetapi jarum spidometer bensin menunjukan huruf F yang artinya harus segera diisi, saat berangkat manuju kota mampirlah Hardi di POM bensin dipinggir kota, sesampainya di POM bensin ternyata habis karena belum dipasok dari Depo bensin, terpaksa Hardi beli eceran di pinggir jalan yang pastinya harganya lebih mahal, dalam hatinya berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terpaksa dech… daripada gak sama sekali, kalau motorku mau dikasih air, jalan sich gak pa pa dan gak usah repot-repot harus antri beli bensin,..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tapi ya sudahlah dasar nasib…nasib jadi rakyat kecil,...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“.nurut aja sama pemerintah harga bensin naik ya monggo,...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“harga sembako naik ya monggo...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lha wong cilik...mbuh sesok uangnya bagaimana caranya...ya dicari he he he....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melajulah motorku berlarilah menembus malam melintasi jalanan yang sudah mulai ramai akan sepasang anak muda yang mengumbar akan cinta membara membakar libido muda mengalahkan dinginnya malam, diantara tiang-tiang beton yang kokoh dan diantara pohon-pohon munggur tua, Hardi mencoba meresapi arti hidup yang mulai hambar dalam baginya karena laju zaman yang semakin cepat namun tidak diimbangi dengan skill dan SDM yang mengimbangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lampu merah satu ke lampu merah berikutnya, dari perempatan satu ke perempatan berikutnya Hardi menikmati suasana malam yang mulai unjuk gigi dengan dinginya sampai menusuk tulang. Gerutu dalam bibir tipis sambil bertanya sesekali dalam hati melihat pemandangan yang selalu tidak mau ia lewatkan dalam setiap melewati jalan Pemuda ini setiap ia akan menuju alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya dengan rasa miris, “mungkin ini dapat mewakili gambarkan keaadan negara ini...”, kata dalam hatinya, sepintas dalam pandangannya tampak sesosok pria bertubuh gempal berbincang dengan aki-aki yang beruban cukup lebat diantara sela-sela topi yang sudah mulai kumal. Sangat jelas terlihat karena tersorot lampu kota. Sambil duduk di atas tong sampah yang sudah mulai lusuh oleh tumpukan sampah-sampah bau dan di kerumuni lalat-lalat kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gambaran nyata bagaimana susahnya hidup, di kota kecil saja sudah susah apalagi harus hidup dikota besar seperti Jakarta. Apalagi tanpa mempunyai keahlian yang cukup, pastinya akan sangat berat....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula seorang wanita setangah baya yang duduk dalam gelap malam, sambil menerawang jauh memikirkan kehidupan esok semakin bertambah mahal, harga minyak goreng semakin melambung jauh tinggi, apalagi untuk makan nasi semakin susah malah kini makan nasi adalah sebuah kemewahan yang sudah mulai langka padahal negara kita ini terkenal dengan negara agraris, negara yang hampir semua penduduknya adalah petani tapi ita mengimpor beras dari luar negeri dan kini rakyat negara ini makannya sudah diganti dengan nasi aking yang entah bagaimana rasa dan gizinya, dan mungkin akan segera diimpor juga dari luar negeri, apakah kita mau makan nasi basi sisanya orang luar negeri dengan sebuah kata “asalkan dapat mengenyangkan ruang kosong dalam tubuh yang sudah mulai renta. “Hah dasar dunia semakin edan”, gerutu Hardi dalam benaknya, “ yang kaya semain kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin “, slogan nenek moyang bangsa ini sudah lama hilang “gemah ripah loh jinawi” sudah termakan dengan peradaban dugem (dunia gemerlap) dan ekstasi dalam setiap jiwa anak muda bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil lalu Hardi kembali melanjutkan perjalanan dengan menyimpan banyak pertanyaan yang rasanya ingin disampaikan kepada Bapak Presiden andaikan bisa dan di izinkan, Hardi akan berkata, “ tapi saya ini kan hanyalah orang kecil, bagaimana caranya saya bisa ketemu dengan Bapak Presiden yang budiman, lha pengawalannya saja seperti benteng takeshi, berlapis-lapis“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya masih tertuju melihat wanita yang duduk dalam gelap itu, namun apa yang dipikirkannya?, mungkin wanita itu masih memikirkan bagiamana caranya besok makan sedangkan uang dari suaminya telah habis untuk makan hari ini, wanita itu juga memikirkan uang sekolah anak-anaknya yang manunggak beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya yang ia harapkan datang membawakan segepok uang tak jua datang dari pekerjaannya sebagai tukang becak, wanita itupun semakim gelisah dan khawatir jika suaminya malah datang dengan bau harum minuman keras dan uang yang selama ini ia inginkan malah habis dipakai untuk main judi namun ia segera tepis semua pikiran itu dan dapat menenangkan sejenak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sebuah keluarga yang berbincang sambil makan di sebuah warung sate kambing dipinggir jalan ke arah tengah kota, begitu asyiknya mereka berbincang sampai-sampai tak menghiraukan ada pengamen yng sudah menyanyi terlalu lama, sampai-sampai jontor bibirnya, hanya untuk sekadar menunggu uang receh untuk menyambung hidup. Keluarga ini setiap sore selalu terlihat makan di warung sate dipinggir jalan ini, kelihatannya keluarga yang cukup tajir, sampai-sampai makan saja harus jajan diluar rumah, “dasar orang kaya tidak tahu bagaimana cara menghabiskan uangnya, namun tidak memikirkan sekelilingnya masih banyak yang serba kekurangan” kata hati hardi mengusik lagi, mengiringi langkahnya dalam malam menyusuri jalan liku hiruk pikuknya malam yang kian larut. Udara dingin semakin menusuk tulang, bahkan sweter yang begitu tebal tak mampu membendung derasnya hawa dingin saat itu bagaikan udara gunung ini. Akhirnya sampailah di sebuah tempat di tengah kota yang begitu ramai akan pedagang-pedagang yang selalu setia menunggu pembeli, tempat yang ramai di tengah kota ini bernama alun-alun, begitulah orang menyebutnya dengan gampang, tempat dimana berkumpulnya orang yang selalu mencari suasana malam dikota ini, tempat yang sungguh sangat memberikan suasana eksotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardi menyandarkan sepeda motornya lalu menghampiri pedagang HIK (Hidangan Istimewa Kampung) kemudian memesan segelas minuman hangat untuk menghangatakan badan yang mulai beku oleh udara malam, sambil menghisap sebatang rokok yang entah sudah berapa batang yang di hisapnya malam ini semakin menambah nikmat suasana malam ditemani bintang-bintang yang berkelippan menambah samarak suasana dengan cahaya yang terang semakin indah menghiasi lukisan ILLAHI, subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang mulai bertahta, terbias hati yang luka akan cinta terasa usang akan janji yang kian pudar oleh dusta, pesona akan wanita mulai luntur dalam hati sang pujangga malam yang berpetualang mencari asa lari terkejar mimpi perih melukai asmaradana tertulis syair kehidupan sang pujaan hati yang entah dimana sekarang berada. Kata-kata yang pas untuk menggambarkan apa yang dirasakan oleh Hardi begitu malam tiba. Dibalik semua keceriaan yang Hardi tampakkan bak cahaya bintang ternyata hanyalah topeng guna menutupi luka hatinya yang sekian lama terpendam dalam palung sanubari, malam ini Hardi hanya ingin mencari suasana berbeda dan melewatan malam guna menghibur luka yang menganga dalam hatinya. “Sudahlah…” gerutu dalam hatinya ,”memang nasibku harus begini, takdirku, jalan hidupku harus seperti ini mau diapakan lagi….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana malam membuat Hardi yang begitu mempesona bagai Arjuna namun tanpa senjata andalannya, panah cinta, apalagi pada malam ini terasa begitu mamanjakan mata ketika cewek-cewek SPG dari toko swalayan terbesar dikota ini pulang kerja, mata elang mulai mencari mangsa sambil berharap akan mendapatkan kenalan, mata sang elang mulai berburu dengan tajam, namun sungguh tak satupun mangsa yang tertaut dalam hatinya, sungguh apes benar nasib Hardi pada malam itu ternyata semua SPG yang dilihatnya sudah dijemput oleh kekasihnya, ha ha ha dalam hatinya tertawa…. Ternyata semua berboncengan dengan sangat masranya, oh oh oh sungguh nelangsa diriku maklum malam ini bertepatan dengan malam mingguan, ya nasib…nasib… mungkin bukan waktunya kali ya ha ha ha. Sambil minum teh hangat dan diringi sesekali nafas panjang keluar dari rongga dadanya dengan asap yang mengepul pekat menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini memang seperti daun kelor yang luasnya tidak seberapa, dimana kita berpijak disitulah kita dapat menemukan teman lama yang sudah sekian waktu tidak bertemu, saat hati sedang kacau oleh pikiran yang meracuni jiwa tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya, “ Hardi … hardi…hardi .. “, kata itu terdengar semakin dekat dan keras, sesosok perempuan manis nan ayu parasnya dengan langkah mantap mencoba manghampiri Hardi yang tengah menikmati indahnya suasana malam alun-alun, rupanya wanita yang memanggil dirinya adalah Kara, teman sewaktu sekolah SMA dahulu, wanita ini dulu sempat membuat hatinya berdegup kencang saat bertatapan mata, sekarang banyak berubah, “kamu sudah nampak semakin dewasa saja” seloroh Hardi sedikit memuji, Kara semakin memerah wajahnnya nampak tersipu-sipu malu mendengarnya, “ah… kamu bisa saja, dari mana kamu? Kok sendirian aja?” ….”eh… bagaimana kabarnya sekarang, kerja dimana? Balik bertanya”,… Tambah cantik saja sekarang, tanya Hardi sambil mengeluarkan jurus gombalnya he he he, “dasar buaya darat…”, batin Kara berkata, masih saja seperti yang dulu, belum berubah… ya ha ha ha …” …”baik… jawab Kara, aku bekerja di sebuah rumah sakit di jogja, sedangkan kamu?, Kara balik bertanya, “aku ya seperti ini Pengacara (Pengangguran Banyak Acara), ha ha ha seloroh Hardi mencairkan suasana yang tadinya terasa canggung menjadi terasa akrab, ya beginilah aku, masih seperti yang dulu. Bagaimana kabarnya si ganteng dulu waktu SMA itu, yang merebut dirimu dariku ha ha ha? “Siapa…?, Kara sambil mengingat-ingat ohhhhhh Wisnu, sekarang sudah jadi suamiku, tapi dia nan jauh di sana di negeri orang bekerja sebagai TKI… maklum sibuk banget ya begitulah he he he, “ngomong-ngomong mana istrimu?”…. “Istri, aku belum punya istri, siapa yang mau sama aku”… jawab Hardi,…“lha aku kan cuma pengangguran begini, melewatkan hari dengan katidakpastian”,…”hah sudahlah gak usah dibahas, yang lain saja”. Suasana hening sejenak mereka berdua menikmati pertemuan itu. Sambil mengingat masa lalu yang terasa indah mereka sambil melihat indahnya suasana malam di alun-alun yang diterangi lampu redup menambah suasana romantika pada malam yang mulai beranjak larut tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 dan sudah selayaknya kamu pulang, sindir Hardi kepada Kara daripada keluargamu khawatir mencarimu alangkah baiknya pulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah sampai jumpa lagi sambil” ucap Kara sambil melambaikan tangan dan memaksa pertemuan harus segera berakhir dan akan menjadi sekelumit kisah yang wajib dicatat dalam buku harian Hardi dengan judul “sebuah pertemuan yang singkat”, ha ha ha kalimat yang terucap dalam hati Hardi sambil menikmati kembali secangkir teh yang mulai mendingin karena udara malam yang semakin dingin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit berganti menjadi jam dan semakin larut saja, entah berapa batang rokok yang sudah dicabut dari tempatnya di hisap masuk dalam paru-paru Hardi. Bintang-bintang yang tadinya gemerlap menampakkan cahanya kini kian hilang tertutup mendung, ini akan menandakan akan segera turun hujan, anginpun semakin kencang berhembus menyerang tubuh yang sudah terasa mati rasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-1183762846802349227?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/1183762846802349227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/alun-alun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1183762846802349227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/1183762846802349227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/04/alun-alun.html' title='ALUN-ALUN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8129697432937263207</id><published>2009-03-11T04:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:07:00.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KESEHATAN'/><title type='text'>HIV dan AIDS Mengancam Generasi Muda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgKFDzYNydI/AAAAAAAAAEU/WZlB6P8MW68/s1600-h/aids.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgKFDzYNydI/AAAAAAAAAEU/WZlB6P8MW68/s200/aids.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332971209137965522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Dr. Widodo Judarwanto, Spa.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sumber: Kanal Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari AIDS Sedunia yang jatuh tanggal 1 Desember digagas pada pertemuan menteri kesehatan sedunia mengenai program-program untuk Pencegahan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) pada tahun 1988. Momentum itu selanjutnya diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Generasi muda termasuk anak-anak ternyata menjadi ancaman terbesar terkena infeksi yang berbahaya ini. Sebagian besar kasus HIV AIDS di Indonesia adalah usia 20-29 tahun dan sebagian anak sudah mulai terjangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV dan AIDS adalah masalah darurat global. Di seluruh dunia lebih dari 20 juta orang meninggal sementara 40 juta orang telah terinfeksi. Fakta yang lebih memprihatinkan adalah bahwa di seluruh dunia setiap hari virus HIV menular kepada sekitar 20.00 anak di bawah 15 tahun, terutama berasal dari penularan ibu-bayi, menewaskan 1400 anak di bawah 15 tahun, dan menginfeksi lebih dari 6000 orang muda dalam usia produktif antara 15-24 tahun yang juga merupakan mayoritas dari orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGANCAM GENERASI MUDA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman penyakit ini terhadap generasi muda cukup memprihatinkan. Menurut data Departemen Kesehatan, di Indonesia sampai dengan 30 Juni 2008 secara kumulatif jumlah kasus AIDS yang dilaporkan adalah 12.686 orang kasus dan HIV 6.277orang. Distribusi usia penderita AIDS pada 2008 memperlihatkan tingginya persentase jumlah usia muda dan jumlah usia anak. Penderita dari golongan usia 20-29 tahun mencapai 53,62%, dan bila digabung dengan golongan usia sampai 49 tahun, maka angka menjadi 89,27 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin banyak generasi muda yang terinfeksi HIV, semakin banyak anak juga terlahir dengan HIV. Sebagian besar anak di bawah usia sepuluh tahun yang terinfeksi HIV tertular oleh ibunya. Penularan dapat terjadi dalam kandungan, waktu melahirkan atau melalui menyusui. Hingga bulan Juni 2008, departemen kesehatan mendapatkan laporan anak yang terkena AIDS usia dibawah 14 tahun adalah sebanyak 228 anak dengan rincian dibawah usia 1 tahun 62 orang, usia 1-4 tahun 129 orang dan usia 5-14 tahun 47 orang. Angka kematian bayi umumnya di Indonesia dilaporkan hampir 35 per 1.000 lahir hidup pada 2006. Diluar laporan tersebut diperkirakan sebanyak 4.360 anak tertular HIV dari ibunya yang HIV positif dan separuhnya telah meninggal. Diperkirakan bahwa setiap hari sepuluh bayi terlahir dengan HIV. Kesehatan bayi tersebut paling rentan pada tahun pertama kehidupannya, dan kemungkinan sepertiganya meninggal dunia sebelum berusia satu tahun. Kejadian tersebut umumnya tanpa sempat didiagnosis HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli epidemiologi Indonesia memproyeksikan bila tidak ada peningkatan upaya penanggulangan yang berarti, maka pada 2010 jumlah kasus AIDS menjadi 400.000 orang dengan kematian 100.000 orang, dan pada 2015 menjadi 1.000.000 orang dengan kematian 350.000 orang. Kebanyakan penularan tetap terjadi pada sub-populasi berperilaku berisiko kepada isteri atau pasangannya. Diperkirakan pada akhir 2015 akan terjadi penularan HIV secara kumulatif pada lebih dari 38,500 anak yang dilahirkan dari ibu yang HIV positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK YANG DITIMBULKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV dan AIDS merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap pembangunan sosial ekonomi, stabilitas dan keamanan pada negara berkembang termasuk Indonesia. HIV dan AIDS telah menyebabkan kertepurukan masalah sosial dan ekonomi di tengah resesi dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mortalitas yang tinggi di kalangan pengidap AIDS akan meningkatkan jumlah anak yatim dan piatu. Anak-anak ini akan menghadapi problema hidup tidak saja dari aspek kesehatan, tetapi juga dari aspek psikososial dan ekonomi. Dampak sosial adalah sebagian mengalami keretakan rumah tangga sampai perceraian. Jumlah anak yang terinfeksi HIV, anak yang terafeksi HIV dan AIDS dan anak yatim serta piatu akan bertambah yang akan menimbulkan masalah tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu efek jangka panjang endemi HIV dan AIDS yang telah meluas adalah dampak pada indikator demografi. Karena tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini, dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup. Karena semakin banyak orang yang diperkirakan hidup dalam jangka waktu yang lebih pendek, kontribusi yang diharapkan dari mereka pada ekonomi nasional dan perkembangan sosial menjadi semakin kecil. Hal ini menjadi masalah yang penting karena hilangnya individu yang terlatih dalam jumlah besar tidak akan mudah digantikan. Mengingat bahwa HIV lebih banyak menjangkiti orang muda dan mereka yang berada pada umur produktif epidemi HIV dan AIDS memiliki dampak yang besar pada ketersediaan dan produktivitas angkatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV lebih banyak menjangkiti orang muda dan pada umur produktif sehingga epidemi HIV dan AIDS memiliki dampak yang besar pada ketersediaan dan produktivitas angkatan kerja. Dari sudut pandang individu HIV dan AIDS berarti tidak dapat masuk kerja, jumlah hari kerja yang berkurang, kesempatan yang terbatas untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik dan umur masa produktif yang lebih pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak pada dunia bisnis termasuk hilangnya produktivitas yang diakibatkan oleh berkurangnya semangat kerja, meningkatnya ketidakhadiran karena izin sakit atau merawat anggota keluarga dan percepatan masa penggantian pekerja karena kehilangan pekerja yang berpengalaman lebih cepat dari yang seharusnya. HIV AIDS juga berperan dalam berkurangnya motivasi pekerja karena takut akan diskriminasi, kehilangan rekan kerja, rasa khawatir penularan dan akibat meningkatnya permintaan untuk biaya perawatan medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANGGULANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa mendatang tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS semakin besar dan rumit sehingga diperlukan strategi baru untuk menghadapinya. Paradigma baru dalam upaya penanggulangan di Indonesia dari upaya yang semula cenderung berjalan sendiri-sendiri menjadi upaya yang komprehensif, terpadu, dan diselenggarakan secara sinergis oleh semua stakeholders atau pemangku kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling efisien dan efektif untuk menanggulangi infeksi HIV pada anak secara universal adalah dengan mengurangi penularan dari ibu ke anaknya (mother-to-child transmission (MTCT). Upaya pencegahan transmisi HIV pada anak menurut WHO dilakukan melalui 4 strategi, yaitu mencegah penularan HIV pada wanita usia subur, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada wanita HIV, mencegah penularan HIV dari ibu HIV hamil ke anak yang akan dilahirkannya dan memberikan dukungan, layanan dan perawatan berkesinambungan bagi pengidap HIV. Angka kematian bayi akibat HIV dapat dikurangi dengan diagnosis dini, pencegahan infeksi oportunistik, dan terapi antiretroviral (ART). Penelitian menunjukkan dengan upaya tersebut meningkatkan harapan hidup sampai tua, seperti dengan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kasus HIV AIDS harus disertai peningkatan keterlibatan dokter khususnya dokter spesialis kandungan, dokter anak dan tenaga medis lainnya dalam deteksi dan pencegahan dini. Masyarakat khususnya yang beresiko terinfeksi HIV hendaknya juga turut aktif dalam pencegahan penularan HIV pada bayi yang akan dilahirkan. Skrening atau pemeriksan awal HIV pada ibu hamil yang beresiko harus sudah menjadi tindakan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu aspek yang penting dalam pencegahan HIV adalah proritas pada kelompok remaja dan dewasa muda. Hal ini sejalan pula dengan fakta bahwa penularan HIV terbanyak melalui jarum suntik atau penyalahgunaan obat terlarang yang banyak dilakukan remaja dan dewasa muda. Hampir 30% populasi Indonesia berumur antara 10 sampai 24 tahun, dan mereka ini seharusnya menjadi sasaran edukasi dan penyuluhan yang benar agar tidak masuk kedalam sub-populasi berperilaku risiko tinggi. Kontak seksual dini membawa resiko tinggi infeksi HIV. Banyak survei mengungkapkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa pengalaman seksual pertama mereka dimulai pada usia yang sangat muda atau sekitar usai 13-15 tahun. Jangan sampai hanya karena kegagalan pencegahan tersebut, generasi muda Indonesia nantinya akan mewarisi generasi HIV AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8129697432937263207?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8129697432937263207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/hiv-dan-aids-mengancam-generasi-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8129697432937263207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8129697432937263207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/hiv-dan-aids-mengancam-generasi-muda.html' title='HIV dan AIDS Mengancam Generasi Muda'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgKFDzYNydI/AAAAAAAAAEU/WZlB6P8MW68/s72-c/aids.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8757347347486286426</id><published>2009-03-05T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:07:48.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATA MUTIARA'/><title type='text'>KATA-KATA MUTIARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-yMFW98sI/AAAAAAAAADc/Zy6VoyU_G8c/s1600-h/matahari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-yMFW98sI/AAAAAAAAADc/Zy6VoyU_G8c/s200/matahari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332176404496642754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abbe D'allaival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * Makin banyak pilihan, makin sulit kita memilih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abbott&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * Perang adalah ilmu penghancuran&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Addison, Joseph&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * kemurahan hati adalah kesempurnaan dan hiasan agama&lt;br /&gt; * tiada sesuatu kebijakan yang sedemikian agungnya dan mencerminkan sinar ketuhanan, kecuali keadilan&lt;br /&gt; * barangsiapa yang mempunyai kepercayaan yang tak tergoncangkan terhadap Tuhan, adalah kuat sekali dalam kekuasaan-Nya, pandai karena kebijaksanaanNya, beruntung karena kebahagiaannya.&lt;br /&gt; * pemujaan adalah gairah yang pendek usianya, yang segera akan rapuh setelah akrab dengan yang bersangkutan.&lt;br /&gt; * buku adalah warisan berharga yang ditinggalkan oleh kaum genius kepada kemanusiaan, dan diberikan turun-temurun kepada anak cucu yang merupakan hadiah pula bagi mereka yang belum dilahirkan.&lt;br /&gt; * mata yang merah membuat kecantikan jadi berkurang.&lt;br /&gt; * iman tetap hidup dalam diri kita dan makin kuat, lebih-lebih dikarenakan oleh praktik daripada oleh perhitungan.&lt;br /&gt; * hadapilah jiwamu dan sempurnakanlah keutamaan-keutamaanmu karena engkau disebut seorang insan, bukan lantaran tubuhmu, tetapi lantaran jiwamu.&lt;br /&gt; * tidak ada ekstrim tajam yang biasa bertahan; yang sedang, biasanya bisa berdiri aman tenteram.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alexander Agung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * jika ada kemauan, tidak ada yang mustahil&lt;br /&gt; * karena saya tak pernah ragu-ragu, maka saya memperoleh kemenangan-kemenangan hebat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alfonso Karr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * setiap manusia mempunyai tiga karakter, yaitu yang dia pamerkan, yang benar-benar dia miliki, dan yang dia kira memilikinya.&lt;br /&gt; * bila semua laki-laki tahu semua pikiran wanita, maka mereka akan menjadi dua puluh kali lebih berani.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ali bin Abu Thalib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * orang yang cuma berpikir untuk kepentingan perutnya maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya.&lt;br /&gt; * kesempatan, datangnya seperti awan berlalu, oleh karena itu pergunakanlah selagi ia tampk di hadapanmu.&lt;br /&gt; * barangsiapa yang menjadikan dirinya pemimpin, maka hendaklah ia mulai memimpin dirinya sebelum ia memimpin orang lain.&lt;br /&gt; * perhatikan apa yang dikatakan seseorang, dan jangan memperhatikan siapa yang mengatakan.&lt;br /&gt; * kemuliaan itu dicapai dengan akal dan adab, bukan dengan asal dan bangsa (suku/ kabilah).&lt;br /&gt; * segala keranjang dapat penuh karena isi; hanya keranjang ilmu, kian diisi kian minta tambah isi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alisyahbana, Takdir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * kemauanlah yang menjadikan orang-orang besar dalam sejarah.&lt;br /&gt; * jangan mencoba membuktikan kepada seseorang hamba bahwa ia salah, tetapi cobalah buktikan kepadanya bagaimana kesalahan itu dapat dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Ma'mun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * kalau tak ada tiga perkara, rusak binasalah dunia ini, karena kalau tak ada syahwat, putuslah keturunan; kalau tak ada keinginan mengumpulkan, binasalah penghidupan dan kalau tak ada keinginan terkemuka, lenyaplah ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Manfaluthi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * cinta dapat meluruskan watak yang bengkok dan menghidupkan yang mati dalam jiwa orang yang mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * kasih adalah kekayaan hidup, yang akan menjadi makin banyak apabila ia dibagi-bagikan kepada orang lain.&lt;br /&gt; * tabiat tidak tercipta dalam suatu krisis ... pada saat itu ia hanya dipertunjukkan.&lt;br /&gt; * kehidupan ini memang penuh dengan kesibukan, tetapi selalu ada waktu sopan santun dan manis budi.&lt;br /&gt; * senyum pagi adalah laksana matahari pagi.&lt;br /&gt; * seorang optimis melihat kesempatan dalam setiap melapetaka, seorang pesimis melihat malapetakan dalam setiap kesempatan.&lt;br /&gt; * tanpa iman, kita bagaikan kaca jendela yang kotor di tengah kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aristoteles&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * kita tidak saja harus bekerja baik, tetapi juga menggunakan waktu senggang dengan baik.&lt;br /&gt; * adalah lebih bai undang-undang daripada manusia, karena nafsu dapat menguasai manusia, sedangkan undang-undang hanyalah berisikan pikiran tanpa nafsu.&lt;br /&gt; * jika kita sudi memikirkan kegembiraan orang lain, tentu kegembiraan itu akan singgah kepada kita terlebih dahulu.&lt;br /&gt; * teman sejati adalah satu jiwa dalam dua tubuh.&lt;br /&gt; * kemerdekaan tanpa tata tertib, adalah anrkhi.&lt;br /&gt; * manusia itu adalah makhluk sosial, maka dari itu ingin hidup bersama.&lt;br /&gt; * kejahatan-kejahatan yang paling besar tidaklah dilakukan orang untuk mencukupi apa-apa yang dibutuhkannya, tetapi untuk megumpulkan apa-apa yang tidak perlu.&lt;br /&gt; * kemustahilan-kemustahilan yang masuk akal selalu lebih baik daripada kemungkinan-kemungkinan yang tidak menyakinkan.&lt;br /&gt; * bahagia itu adalah suatu kesenangan yang dicapai oleh tiap menusia menurut kehendaknya masing-masing.&lt;br /&gt; * orang yang paling merasa dirinya kesepian akan pailing teguh berpegang pada khayalnya.&lt;br /&gt; * mengatur perdamaian sehabis perang adalah jauh lebih sukar daripada memenangkan suatu peperangan.&lt;br /&gt; * alam tidak saja menuntut kita bekerja secara pantas, tetapi kita pun harus cakap menikmati waktu-waktu senggang kita dengan cara yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * cinta adalah api yang dingin, siapa yang mendekati tidak akan terbakar tetapi tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bach&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * bakat saya, hanya saya peroleh dengan bekarja keras.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bacon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * jangan membaca untuk menyangkal, jangan untuk percaya sepenuhnya, jangan pula untuk bahan percakapan dan perdebatan tetapi untuk berfikir dan mempertimbangkan.&lt;br /&gt; * orang yang bijaksana akan membuat kesempatan lebih banyak, daripada yang dijumpainya.&lt;br /&gt; * memilih waktu adalah menghemat waktu.&lt;br /&gt; * isteri adalah kekasih bagi pria muda, teman bagi pria setengah baya dan perawat bagi pria tua.&lt;br /&gt; * dalam kedermawanan tiada istilah "terlalu".&lt;br /&gt; * falsafah yang dangkal menyebabkan manusia cnderung pada atheisme, tetapi jika digali sedalam-dalamnya, membimbing alam pikiran manusia kepada keimanan agama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beecher&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * jika anda malas, anda akan menuju kepada keruntuhan, di sana tidak banyak tempat-tempat pemberhentian. sesungguhnya ini bukanlah jalan tetapi penurunan yang meluncur ke bawah.&lt;br /&gt; * satu jam yang asyik dan intensif, jauh lebih baik dan menguntungkan daripada bertahun-tahun bermimpi dan merenung-renung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * hati wanita hanya mengenal satu kebahagiaan di dunia, yaitu mencintai dan dicintai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beethoven, Ludwig Van&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * musik adalah suatu perwujudan yang lebih tinggi daripada segala budi dan filsafat.&lt;br /&gt; * anjurkanlah anak-anak anda supaya berkelakuan baik; hanya itulah yang dapat menimbulkan bahagia pada mereka dan buka emas atau harta kekayaan.&lt;br /&gt; * sifat-sifat baik sering kali tergelincir dan jatuh karena batu karang yang tajam berupa kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bennin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * ingatlah bahwa apa yang hari ini tak mau anda mulai mengerjakannya, besok pun belum tentu anda mau mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bertha Von Suttner Baronne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * sesudah kata "mencintai", "menolong" adalah kata-kata yang terindah di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Billings&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * cinta melihat melalui teleskop; cemburu melihat melalui mikroskop.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bossuet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * hati nurani adalah suara abadi dari kebenaran dan keadilan suara yang tak dapat dibungkam oleh apa pun juga, yang diperhatikan oleh Tuhan untuk memperingatkan kita dan yang menuntut kita sebelum Tuhan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Botkin R.J.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * orang-orang yang pandai mendengar itu beruntung, malahan lebih beruntung dari orang-orang yang tak pandai bercakap-cakap.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bovee&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * suatu kegagalan, tak lain hanya menunjukkan bahwa kemauan kita untuk mencapai sukses tidak cukup kuat.&lt;br /&gt; * ragu-ragukanlah siapa pun sekehendak hatimu, tetapi jangan sekali-kali meragukan dirimu sendiri.&lt;br /&gt; * jika segala sesuatu hilang, masih ada masa depan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brown, W.J&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; * bedanya yang tabah dan yang pengecut bukan karena yang tabah kurang takut, tetapi karena ia bisa mengendalikan dan menguasai rasa takut itu.&lt;br /&gt; * rasa khawatir, justru mendatangkan apa yang dikhawatirkan itu.&lt;br /&gt; * salah satu perbedaan paling besar antara orang yang sukses dan orang yang tidak sukses, ialah terletak pada penggunaan waktu luang.&lt;br /&gt; * kita selalu cukup waktu, asal kita mau menggunakannya.&lt;br /&gt; * orang yang berpura-pura bodoh, tak begitu menjengkelkan seperti orang yang sok pintar.&lt;br /&gt; * kita lebih baik terkenal bodoh daripada terkenal licik.&lt;br /&gt; * sukses yang diperoleh tanpa usaha tetapi karena mujur, kebanyakan tak kekal.&lt;br /&gt; * siapa yang ingin sukses dalam kehidupan, hendaknya jangan mengandalkan kepada hal-hal kebetulan.&lt;br /&gt; * bersikap lemahlah dalam mengadili orang lain, tetapi bengislah dalam mengadili diri sendiri.&lt;br /&gt; * kesabaran dan ketawakalan adalah minyak pelumas bagi roda kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Browing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * perjuangan seseorang akan baru ada artinya, jika terlebih dahulu dimulai pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buddha Gautama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * orang menjadi mulia atau sengsara bukan dari keturunannya, tetapi dari kelakuannya.&lt;br /&gt; * orang yang budiman selalu memikirkan apa yang salah pada dirinya sendiri dan bukan memikirkan apa yang terjadi pada orang lain.&lt;br /&gt; * janganlah menangis karena gagal dalam cinta, sebab manusia akan meninggalkan semua apa yang dicintainya.&lt;br /&gt; * keadaan kita ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan pada masa lampau.&lt;br /&gt; * ujian yang paling besar bagi orang yang benar ialah katabahan hatinya.&lt;br /&gt; * kebancian itu dapat dihapuskan dengan rasa benci, tetapi benci itu akan hilang karena cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Burke, Edmund&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; * kegagalan dan kesengsaraan adalah guru yang keras dan kejam, yang bekerja demi kepentingan kita, yang tahu segi mana yang lebih baik dan yang sangat mencintai kita, melebihi kita sendiri.&lt;br /&gt; * jangan sekali-kali berputus asa; tetapi jika anda berputus asa juga, teruslah bekerja dalam putus asa itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8757347347486286426?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8757347347486286426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/kata-kata-mutiara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8757347347486286426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8757347347486286426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/kata-kata-mutiara.html' title='KATA-KATA MUTIARA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-yMFW98sI/AAAAAAAAADc/Zy6VoyU_G8c/s72-c/matahari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3708179009387739900</id><published>2009-03-05T18:38:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T20:40:03.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>HARAPAN?</title><content type='html'>Untuk apa kau berikanku Harapan&lt;br /&gt;jikalau ku kelak kau jatuhkan&lt;br /&gt;Untuk apa kau berikan Harapan&lt;br /&gt;jika tahu itu menyakitkan&lt;br /&gt;Untuk apa kau berikan Harapan&lt;br /&gt;jika ujungnya kekecewaan&lt;br /&gt;Untuk apa kau berikan Harapan&lt;br /&gt;jika menimbulkan kebencian&lt;br /&gt;Untuk apa kau berikku Harapan&lt;br /&gt;jika semua itu Kepedihan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3708179009387739900?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3708179009387739900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/harapan_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3708179009387739900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3708179009387739900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/harapan_05.html' title='HARAPAN?'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5485782070141028710</id><published>2009-03-04T17:10:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:08:38.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAMI'/><title type='text'>KEAJAIBAN AL QUR'AN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb_pB_TnzI/AAAAAAAAAFs/xdydM7ukjp4/s1600-h/alquran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb_pB_TnzI/AAAAAAAAAFs/xdydM7ukjp4/s200/alquran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334231889040613170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang tidak beriman kepada al-Qur'an sekalipun mereka mengaku sebagai orang yang beriman. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan berpegang pada khayalan, dan kehidupan mereka menyalahi al-Qur'an, bahkan mereka menolak al-Qur'an sebagai pembimbing mereka. Padahal, hanya al-Qur'an yang memberikan pengetahuan yang benar dalam masa kehidupan ini kepada setiap orang, dan al-Qur'an menjelaskan rahasia-rahasia penciptaan Allah dengan penjelasan paling benar dan paling murni. Informasi apa pun yang tidak berdasarkan pada al-Qur'an adalah informasi yang tidak benar, dengan demikian informasi tersebut merupakan tipuan dan khayalan. Dengan demikian, orang-orang yang tidak berpegang pada al-Qur'an hidupnya dalam keadaan mengkhayal. Di akhirat, mereka akan dilaknat selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an, juga dalam shalat, perintah, larangan, dan akhlak yang baik, Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada umat manusia. Sesungguhnya semuanya ini merupakan rahasia penting, dan mata yang mau memperhatikan dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini di dalam hidupnya. Tidak ada sumber lain selain al-Qur'an yang dapat menjelaskan rahasia-rahasia ini. Al-Qur'an adalah sumber istimewa bagi rahasia-rahasia ini, sehingga siapa pun orangnya, betapapun ia orang yang cerdas dan melek huruf tidak akan pernah menemukan rahasia-rahasia ini di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebagian orang tidak dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam al-Qur'an, sedangkan orang lain dapat memahaminya, ini merupakan rahasia lain yang diciptakan oleh Allah. Orang-orang yang tidak mengkaji rahasia-rahasia yang diwahyukan dalam al-Qur'an hidup dalam keadaan menderita dan berada dalam kesulitan. Ironisnya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab penderitaan mereka. Dalam pada itu, orang-orang yang mempelajari rahasia-rahasia dalam al-Qur'an menjalani kehidupannya dengan mudah dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya adalah karena al-Qur'an itu jelas, mudah, dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang. Dalam al-Qur'an, Allah menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus." (Q.s. an-Nisa': 174-75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kebanyakan manusia, meskipun mereka sanggup memecahkan masalah yang sangat sulit, memiliki pemahaman dan mampu mempraktikkan filsafat yang sangat membingungkan, ternyata tidak mampu memahami hal-hal yang jelas dan sederhana yang terdapat dalam al-Qur'an. Rahasia-rahasia dalam al-Qur'an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, al-Qur'an memberikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu hanyalah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim." (Q.s. al-Isra': 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya."&lt;/span&gt; (Al Qur'an, 21:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita: Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia Besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25). Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setetes Mani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelahiran Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mengundang manusia untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?"&lt;/span&gt; (Al Qur'an, 56:57-59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur'an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergerakan Gunung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."&lt;/span&gt; (Al Qur'an, 27:88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam contoh-contoh keajaiban Al Quran yang telah dibahas dapat menjadi bukti bahwa Al Quran merupakan pusatnya ilmu pengetahuan , dengan demikaian dapat membuat kita sekalian semakin kuat dan bertambah keimanan dan keyakinan kita. Semoga dengan pembahasan yang telah disampaikan oleh penulis dapat menambah pengetahuan kita terhadap kuasa sang Khalik yang maha segalanya. Manusia hanyalah sebutir pasir di padang pasir yang sangat luas, betapa kecilnya kita, sangatlah lemah dan tempat dari segala khilaf. Wasalamualaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.harunyahya.com&lt;br /&gt;http://www.keajaibanalquran.com/links.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5485782070141028710?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5485782070141028710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/keajaiban-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5485782070141028710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5485782070141028710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/keajaiban-al-quran.html' title='KEAJAIBAN AL QUR&apos;AN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb_pB_TnzI/AAAAAAAAAFs/xdydM7ukjp4/s72-c/alquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7811191413370511017</id><published>2009-03-04T16:41:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:09:30.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARIWISATA'/><title type='text'>INFORMASI DAN SEJARAH PULAU LOMBOK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfm1i2LVXZI/AAAAAAAAABs/73IY6IQQV3k/s1600-h/peta-lombok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfm1i2LVXZI/AAAAAAAAABs/73IY6IQQV3k/s320/peta-lombok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330491244232924562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam "ekor" di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram, sekaligus sebagai ibukota provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi 3 kabupaten dan 1 kota:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Kotamadya Mataram dengan ibukota Mataram&lt;br /&gt;  * Kabupaten Lombok Barat dengan ibukota Gerung&lt;br /&gt;  * Kabupaten Lombok Tengah dengan ibukota Praya&lt;br /&gt;  * Kabupaten Lombok Timur dengan ibukota Selong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Selaparang merupakan salah satu kerajaan tertua yang pernah tumbuh dan berkembang di pulau Lombok, bahkan disebut-sebut sebagai embrio yang kemudian melahirkan raja-raja Lombok masa lalu. Terbukti penamaan pulau ini juga sering disebut sebagai bumi Selaparang atau dalam istilah lokalnya sebagai Gumi Selaparang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal muasal Setidak-tidaknya ada tiga pendapat tentang asal muasal kerajaan Selaparang (Buku Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;disebutkan bahwa kerajaan ini merupakan proses kelanjutan dari kerajaan tertua di pulau Lombok, yaitu "Kerajaan Desa Lae" yang diperkirakan berkodudukan di Kecamatan Sambalia, Lombok Timur sekarang. Dalam perkembangannya masyarakat kerjaan ini berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan di Kecamatan Aikmel dan diduga berada di Desa Sembalun Sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Gunung Rinjani meletus, penduduk kerajaan ini terpencar-pencar yang menandai berakhirnya kerajaan. Betara Indra kemudian mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Suwung, yang terletak di sebelah utara Perigi sekarang.Setelah berakhirnya kerajaan yang disebut terakhir, barulah kemudian muncul Kerajaan Lombok atau Kerajaan Selaparang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;disebutkan bahwa setelah Kerajaan Lombok dihancurkan oleh tentara Majapahit, Raden Maspahit melarikan diri ke dalam hutan dan sekembalinya tentara itu Raden Maspahit membangun kerajaan yang baru bernama Batu Parang yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Selaparang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;disebutkan bahwa pada abad XII, terdapat satu kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Perigi yang dibangun oleh sekelompok transmigran dari Jawa di bawah pimpinan Prabu Inopati dan sejak waktu itu pulau Lombok dikenal dengan sebutan Pulau Perigi. Ketika kerajaan Majapahit mengirimkan ekspedisinya ke Pulau Bali pada tahun 1443 yang diteruskan ke Pulau Lombok dan Dompu pada tahun 1357 dibawah pemerintahan Mpu Nala, ekspedisi ini menaklukkan Selaparang (Perigi?) dan Dompu.&lt;br /&gt;Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu kepada ahli sejarah berkebangsaan Belanda, L. C. Van den Berg yang menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat mempengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, lapel Adam, Menak Berji, Rengganis, dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta artinya gading gajah; apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi. Danti artinya ludah; apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi. Kusuma artinya kembang; tidak mungkin kembang itu mekar dua kali. Warsa artinya hujan; apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia), atau terpi (teratur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil), atau genem (rajin). Pariwisata Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan.&lt;br /&gt;Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesona Wisata Pulau Lombok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata banyak orang, Lombok merupakan Pulau Bali kedua. Pantainya bersih, ombaknya besar, tenang, dan eksotis. Melihat berbagai kelebihan yang dimiliki Lombok, khususnya Lombok Barat, maka tidak heran jika daerah ini pun menjadi pilihan tujuan wisatawan lokal dan para pelancong mancanegara.&lt;br /&gt;Kawasan Pantai Senggigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pantai Senggigi selalu ramai oleh turis, baik yang sedang berenang dipinggiran pantai maupun yang sedang berjalan-jalan menyusuri kawasan pantai atau dengan menggunakan perahu sewaan. Pantai Senggigi Pantai ini berjarak 6 km dari Bandara Selaparang, Mataram. Kawasan pantai sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti penginapan, tempat hiburan, hingga pasar seni yang menjual aneka barang seni produk lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari biasanya diadakan pertunjukan tari tradisional ditempat terbuka. Banyak wisatawan manca negara terpesona oleh wisata lombok, selain pantainya yang berombak tenang dengan panorama yang indah, juga karena keindahan taman laut di Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak obyek wisata di Lombok Barat, Senggigi, tampaknya menjadi pilihan kebanyakan wisatawan sebagai tempat beristirahat. Letaknya strategis dan untuk sampai ke tempat ini dari kota Mataram hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Dalam perjalanan dari Mataram menuju Senggigi, kita melewati Pura Batu Bolong, yang terletak di atas batu yang menjorok ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Batu Bolong merupakan legenda putri-putri cantik yang melemparkan dirinya ke laut, karena patah hati. Di dekat pura ini, terdapat sebuah bukit yang menjorok ke laut, yang disebut Tanjung Senggigi. Dari tempat itu, selepas mata memandang kita bisa melihat Gunung Agung yang ada di Bali, bagai menjulang dari permukaan laut. Matahari terbenam (sunset) menjadi pemandangan khas Senggigi. Setiap Sabtu malam atau hari-hari libur, lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat rendezvous (tempat ngumpul) anak-anak muda dari seluruh pelosok Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Senggigi mempunyai karang laut yang indah. Tidak jauh dari sini kita juga bisa menikmati Pantai Mangsit, Senggigi bagian utara, yang tidak kalah indahnya. Semakin ke utara, pemandangan pantainya semakin berubah jadi berwarna putih dihiasi jejeran pohon kelapa. Dari Pantai Senggigi kita dapat melihat Pulau Bali. Selain itu pantai ini kaya akan kerang laut dan merupakan tempat tinggal beraneka ragam biota laut.&lt;br /&gt;Keindahan Tiga Gili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan wisata di Lombok selain dipantai Senggigi adalah kawanan pulau kecil yang terdiri dari Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, pulau-pulau kecil ini terletak di sebelah barat laut pulau Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berada diseberang pulau, kawasan ini dapat dicapai dengan angkutan umum yang akan mengantarkan anda menuju pelabuhan Bangsal, dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor sewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ketiga gili, gili trawangan yang banyak diminati turis, maklum saja karena fasilitas dipulau ini paling lengkap, misalnya pub, bar kafe dan restoran cepat saji.&lt;br /&gt;Wisata Keliling Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan kalau hanya memandangi pantai dan laut, kita bisa mengunjungi Ampenan, kota tua multietnis di daerah ini. Lalu ke Mataram (Taman Mayura atau Pura Meru), Cakranegara, dan Sweta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kota ini cidomo, sebutan alat angkutan seperti dokar, memenuhi hampir semua ruas jalan. ''Dengan cidomo kita bisa menikmati kota tua Ampenan''&lt;br /&gt;Wisata Budaya Lombok Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Banyu Mulek, pusat pembuatan gerabah khas Lombok yang tersohor. Karena keunikannya, gerabah asal desa ini sangat menarik perhatian, khususnya pelancong asing.&lt;br /&gt;Para wanita di desa ini telah membuat peralatan gerabah sejak abad ke-16, secara turun temurun. Cinta dan sakit Dalam proses pembuatan gerabah di Banyu Mulek, para perajin menggunakan peralatan dan material yang sederhana dan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari desa ini, perjalanan dilanjutkan ke Sukarara. Di sinilah wanita-wanita suku Sasak, penduduk asli Lombok, mengais kehidupan dengan kamampuan seni, yakni menenun kain. Sejak abad 16, para wanita di desa ini diharuskan belajar menenun dan keahlian ini diajarkan turun temurun. Mereka menggunakan peralatan dan material yang sederhana dan sangat tradisional,'' ujar Nuarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Sukarara memiliki arti cinta dan sakit. Artinya, jika seorang wanita tidak bisa menenun maka mereka tidak akan dicintai oleh pria. Makna inilah tampaknya yang mendorong para wanita di desa itu mau tidak mau harus pandai menenun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sade dan Rambitan juga merupakan lokasi wisata yang tidak bisa begitu saja dilewatkan jika datang ke Lombok. Lokasi yang berada di jalur pantai Kuta Lombok ini, merupakan desa adat Sasak yang sudah ada sejak abad ke-14 dan merupakan cikal bakal suku Sasak, penduduk asli daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari desa adat Anda bisa kembali menikmati indahnya pantai di Lombok Barat ini, yaitu Pantai Kuta, untuk santap siang di restoran sepanjang pantai. Hampir seluruh restoran di pantai ini menyuguhkan sea food yang khas. Kuta di Bali dan Kuta di Lombok sungguh jauh berbeda. Kuta di Lombok masih teramat perawan, belum dipenuhi hingar bingar kehidupan malam sebagaimana di Bali.&lt;br /&gt;Daerah Tujuan Wisata di Lombok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini beberapa daerah yang layak dikunjungi saat anda berlibur ke Lombok:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suranadi&lt;/span&gt;. Di sini ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik kendaraan dari kota Mataram.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingsar.&lt;/span&gt; Pura dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik kendaraan dari kota Mataram.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Narmada.&lt;/span&gt; Kebun Raya Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan kendaraan dari kota Mataram.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batu Bolong&lt;/span&gt;. Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut, dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan, tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senggigi.&lt;/span&gt; Pantai alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram.Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,- Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sire Beach&lt;/span&gt;. Taman laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari. Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan.&lt;/span&gt; Pulau kahyangan di utara Lombok, dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukarare.&lt;/span&gt; Desa tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rambitan/Sade.&lt;/span&gt; Desa asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km dengan kendaraan dari kota Mataram.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuta/Tanjung Aan&lt;/span&gt;. Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun ada perayaan menangkap/melihat Nyale, lokasi 56 km dengan kendaraan dari kota Mataram.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mataram. &lt;/span&gt;Mataram adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas Lombok di daerah ini. Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi /dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda, dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu…ehhm…sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa di Cilinaya Shopping Centre.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cakranegara.&lt;/span&gt; Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung, dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok. Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur asin dan berbagai manisan dari rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7811191413370511017?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7811191413370511017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/informasi-dan-sejarah-pulau-lombok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7811191413370511017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7811191413370511017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/informasi-dan-sejarah-pulau-lombok.html' title='INFORMASI DAN SEJARAH PULAU LOMBOK'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfm1i2LVXZI/AAAAAAAAABs/73IY6IQQV3k/s72-c/peta-lombok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4698561912334145624</id><published>2009-03-04T16:24:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:11:38.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>PENTINGNYA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdasakan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh kehidupan yang bermutu sesuai minat dan bakat yang dimiliki tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan Gender.&lt;br /&gt;Tantangan dalam pendidikan adalah menyiapkan peserta didik untuk hidup di zaman millennium ketiga, hal ini disebabkan karena pada zaman tersebut sebagian besar apa yang terjadi dan kondisinya belum dikenal, penuh akselerasi yang luar biasa, penuh perubahan seta penuh tantangan.&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan adalah “Belajar”, belajar hendaknya dapat melihat kedepan dan belajar untuk mengantisipasi realita ini menjadi semakin penting bagi peserta didik untuk mengembangkan kegiatan ekstrakulikuler dan kelenturan dalam pemikiran serta kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah secara kritis dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Surakarta , Maret 2008&lt;br /&gt;Tim penulis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BAB 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam rencana srategis (Renstra) Depdiknas 2005-2009 menekankan bahwa perspektif pembangunan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan aspek intelektual saja melainkan juga watak, moral, sosial, dan fisik peserta didik atau dengan kata lain menciptan manusia Indonesia seutuhnya. Semua jenjang lembaga pendidikan formal (Sekolah) mempunyai tugas untuk mensintesa itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler lebih mengandalkan inisiatif sekolah. Secara Yuridis, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler memiliki landasan hukum yang kuat, karena diatur dalam surat Keputusan Menteri yang harus dilaksanakan oleh sekolah, salah satu keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 125/U/2002 tentang kalender pendidikan dan jumlah jam belajar efektif di sekolah pengaturan kegiatan ekstrakurikuler dalam keputusan ini terdapat pada Bab 5 pasal 9 ayat 2 “pada tengah semester 1 dan 2 sekolah melakukan kegiatan olahraga dan seni ( porseni ), karya wisata, lomba kreatifitas atau praktek pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan seutuhnya.” Dalam bagian lampiran keputusan mendiknas ini juga dinyatakan liburan sekolah atau madrasah selama bulan ramadhan diisi dan dimanfaatkan untu melaksanakan berbagai kegiatan, yang diarahkan pada peningkatan akhlak mulia, pemahaman atau amaliah agama termasuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang bermuatan moral.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penjelasan di dalam latar belakang diatas dapat difokuskan telaahnya pada 3 permasalahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengapa ekstrakurikuler itu penting ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah yang menjadi inti dari egiatan ekstrakurikuler ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah yang menjadi muatan dalam kegiatan ekstrakurikuler ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya pendidikan bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan siswa didik untuk mengembangkan ptensi, bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ekstraurikuler diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang diminati siswa untu memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan ekstrakurikuler aan memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa untuk mengembangkan miat-minat baru, menanamkan tanggung jawab sebagai warga negara, melalui pengalaman-pengalaman dan pandangan-pandangan kerja sama dan terbiasa dengan kegiatan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB 2&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Konsep pengembangan Diri Siswa Melaui Kegiatan Ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Pengertian kegiatan ekstrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah / madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Visi dan Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untu diri sendiri, keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta idik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengekspresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Fungsi kegiatan ektrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Prinsip kegiatan ektrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat, minat peserta didik masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang disukai dan menggebirakan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta didi untuk beerja dengan baik dan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Format kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Individual, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kelompok, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Klasikal, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Gabungan, yaitu format kegiatan ekstraurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas atau antar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lapangan, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan diluar kelas atau kegiatan lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ekstrakurikuler itu penting dapat diartikulasikan kedalam 3 lingkup pendidikan nilai (Menurut Taylor), yaitu :&lt;br /&gt;1. Pendidikan nilai adalah cara terencana yang melibatkan sejumlah pertimbangan nilai-nilai edukatif, baik yang tercakup dalam manajemen pendidikan maupun dalam kurikulum pendidikan.Dari hal yang paling luas sampai yang paling sempit. Cara dapat diwakili oleh pencapaian visi dan misi untuk pengembangan nilai, moral, etika, dan estetika sebagai keseluruhan dimensi pendidikan sampai pada tindakan guru dalam melakukan penyadaran nilai-nilai pada peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan nilai adalah situasi yang berpengaruh tehadap pekembangan pengalaman dan kesadaran nilai pada peserta didik. Situasi dapat berupa suasana yang nyaman, harmonis, teratur, akrab dan tenang. Sebaliknya, situasi dapat berupa suasana yang kurang mendukung bagi perkembangan peserta didik, misalnya suasana bermusuhan, semrawut, acuh tak acuh, dsb. Semua situasi pendidian tersebut berpengaruh terhadap pengembangan kesadaran moral siswa, karena hal itu melibatkan pertimbangan-pertimbangan psikologis seperti persepsi, sikap, kesadaran dan keyakinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendidikan nilai adalah peristiwa seketika yang dialami peserta didik. Artinya pendidikan nilai berlangsung melaui sejumlah kejadian yang tidak terduga, seketika, sukarela, dan spontanitas. Semua tidak direncanakan sebelumnya, tidak dikondisikan secara sengaja dan dapat terjadi kapan saja. Penggalan-penggalan peristiwa seperti itu merupakan hidden curriculum yang dalam kasus pengalaman tertentu dapat berupa suatu kejadian kritis (critical incident) yang mampu mengubah tatanan nilai dan perilaku seseorang (peserta didik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga lingkup pendidikan nilai yang diuraikan di atas memberikan gambaran bahwa proses belajar nilai pada peserta didik melibatkan semua cara, kondisi, dan peristiwa pendidikan. Karena itu, peserta didik membutuhkan keterlibatan langsung di luar jam tatap muka di kelas atau sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Inti dari Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kepribadian peserta didik merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, profil kepribadian yang matang merupakan tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan kepribadian yang matang dalam konteks pengembangan kegiatan ekstrakurikuler tentunya dalam tahap-tahap kemampuan peserta didik . Merea dituntut untuk memiliki kematangan dan keutuhan dalam lingkup dunia hunian mereka sebagai anak yang tengah belajar. Mereka mampu mengembangkan bakat dan minat, menghargai orang lain, bersikap kritis, terhadap suatu kesenjangan, berani mencoba hal-hal positif yang menantang, peduli terhadap lingkungan, sampai pada melakuan kegiatan-kegiatan intelektual dan ritual keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Pendidikan Nasional, semua cara, kondisi, dan peristiwa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya diaraha pada kesadaran nilai-nilai universal agama sekaligus pada upaya pemeliharaan beragam. Karena itu, pad beberapa sekolah, program ekstrakurikuler dikembangkan secara integral baik dalam pengalaman fisik maupun dalam pengalaman psikis. Model-model pengembangan kegiatan ekstrakurikuler hendaknya selalu diarahkan secara integral untuk mencapai tahapan-tahapan perkembangan kepribadian peserta didik yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Muatan Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ekstrakurikuler dapat dikembangkan dalam beragam cara dan isi. Penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan luas kepada pihak sekolah, pada gilirannya menuntut pimpinan sekolah, guru, siswa, dan pihak yang berkepentingan lainnya untuk secara kreatif merancang sejumlah kegiatan sebagai muatan kegiatan ekstrakurikuler. Muatan-muatan kegiatan yang dapat dirancang oleh guru/ pembina antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Progaram Keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bermanfaat bagi peningkatan kesadaran moral beragama peserta didik. Dalam konteks Penidikan Nasional hal itu dapat dikembangkan sesuai dengan jenis kegiatan yang terdapat dalam lampiran Kepmen Diknas No. 125 /U/ 2002 antara lain: pesantren kilat, tadarus, shalat berjamaah, shalat tharawih, latihan dakwah, baca tulis Al-Qur’an, pengumpulan zakat, dll, atau melalui program keaagamaan yang secara terintegrasi dengan kegiatan lain, misalnya: latihan nasyid, seminar, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelatihan Profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan profesioal yang ditujukan pada pengembangan kemampuan nilai tertentu bermanfaat bagi peserta didik dalam pengembangan keahlian khusus. Jenis kegiatan ini misalnya: aktivitas jurnalistik, kaderisasi kepemimpian, pelatihan manajemen, dan kegiatan sejenis yang membekali kemampuan professional peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Organisasi Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi siswa dapat menyediakan sejumlah program dan tanggung jawab yang dapat mengarahkan siswa pada pembiasaan hidup berorganisasi. Seperti halnya yang berlaku saat ini : Osis, PMR, Pramuka, kelompk pecinta alam merupakan jenis organisasi yang dapat lebih diefektifkan fungsinya sebagai wahana pembelajaran nilai dalam berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rekreasi dan Waktu Luang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekreasi dapat membimbing siswa untuk penyadaran nilai kehidupan manusia, alam, bahkan Tuhan. Rekreasi tidak hanya sekedar berkunjung pada suatu tempat yang indah atau unik, tetapi dalam kegiatan ini perlu dikembangkan cara-cara menulis laporan singkat tentang apa yang disaksikan untuk kemudian dijadikan bahan diskusi di kelas. Demikian pula waktu luang, perlu diisi dengan kegiatan lahraga atau hiburan yang dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kegiatan Kultural / Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan kultural adalah kegiatan yang berhubungan dengan penyadaran peserta didik tehadap nilai-nilai budaya. Kegiatan orasi seni, kursus seni, kunjungan ke museum, kunjungan ke candi atau tempat-tempat bersejarah lainnya merupakan program kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan. Kegiatan-kegiatan inipun sebaiknya disiapkan secara matang sehingga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Program Perkemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini mendekatkan peserta didik dengan alam. Karena itu agar kegiatan ini tidak hanya sekedar hiburan atau menginap di alam terbuka, sejumlah kegiatan seperti perlombaan olahraga, kegiatan intelektual, uji ketahanan, uji keberanian dan penyadaran spiritual merupakan jenis kegiatan yang dapat dikembangkan selama program perkemahan ini berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Program Live in Exposure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live in exposure adalah program yang sengaja dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyingkap nilai-nilai yang berkembang di masyarakat serta kehidupan masyarakat untuk beberapa lama. Mereka aktif mengamati, melakukan wawancara dan mencatat nilai-nilai yang berkembang di masyarakat, kemudian menganalisis nilai-niali itu dalam kaitannya dengan kehidupan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 3&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Simpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kegiatan ekstrakurikuler sangat penting dalam pendidikan nilai karena dalam kegiatan tersebut siswa mendapatkan pengalaman langsung, terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut dan menyediakan cukup waktu diluar jam efektif pelajaran, sehingga pendidikan nilai lebih terakomodasi melalui aktivitas kegiatan ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengembangan profil kepribadian yang matang, peserta didik merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Muatan dalam kegiatan ekstrakurikuler meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. peningkatan kesadaran moral beragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. pelatihan prfesional yang ditujukan pada pengembangan kemampuan nilai tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. pembiasaan hidup berorganisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. penyadaran nilai kehidupan manusia, alam, bahkan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. penyadaran peserta didik terhadap nilai-nilai budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. penyikapan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sekolah hendaknya menyeimbangkan antara academic building dan karakter building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kegiatan ekstrakurikuler sebagai satu wahana character building bagi peserta didik hendaknya dikelola secara bai dan professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsudi, Saring. 2003. Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;br /&gt;www.ex-kul-smk6.com.&lt;br /&gt;http/www.wikipedia_blog-spot.com.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4698561912334145624?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4698561912334145624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/pentingnya-kegiatan-ekstrakurikuler.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4698561912334145624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4698561912334145624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/pentingnya-kegiatan-ekstrakurikuler.html' title='PENTINGNYA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4065338154423529057</id><published>2009-03-02T18:45:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:12:55.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EDUCATION'/><title type='text'>CLIPPING (MORPHOLGY)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;In linguistic, clipping is the word formation process which consists in the reduction of a word to one of its parts (Marhad 1969).Clipping is also know as “truncation” or “shortening.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Marchand (1969), clippings are not coined as words belonging to the standard vocabulary of a language. They originate as term of a special group like schools, army, police, the medical profession, etc. In the intimacy of a milieu where a hint is sufficient to indicate the whole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example : exam(ination), math(ematic), and lab(oratory) originated in school slang, spec(ulation), and tick(et = credit) in stock exchange slang, and vet(eran), and cap(tain) in army slang. While clipping terms of some influential groups can pass into common usage, becoming part of standard English, clippings of asocially unimportant class or group will remain group slang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clipping mainly consists of the following types:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Back clipping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back clipping or apocopation is the most common type, in wich the beginning is retained. The unclipped original may be either a simple or a compsite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ad (advertisement)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· cable (cablegram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· doc (doctor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· exam (examination)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· fax (facsimile)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· gas (gasoline)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· syn (syndrome)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ham (hamburger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· lux (luxuriant)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· syn (synonym)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pho (phonology)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ox (oxygen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· trad ( trademant)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· trac (tractor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· op (optional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· fair (fairway)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· sym (symbol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ex (excavation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· zoo (zoology)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tem (terminology)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· deb (debutante)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· gym (gymnastic, gymnasium)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· math (mathematics)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· memo (memorandum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· mutt (mutthnhead)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pub (public house)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pop (popular concert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· eye (eyebrow)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· trad (traditional jazz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fore-clipping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fore-clipping or aphaeresis retains the final part.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· chute (parachute)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· coon (raccoon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· gator (alligator)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· copter (helicopter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· vise (improvise)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· quet (sobriquet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· rity (sonority)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· son (grandson)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· date (validate)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ly (friendly)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pin (hairpin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· lust (wonderlust)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· phone (telephone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· stone (gallstone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pose (interpose)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· bag (feedbag)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· board (keyboard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· chief (kerchief)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· wrote (underwrote)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· down (facedown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tion (valuation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pike (turnpike)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· card (timecard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· box (tinderbox)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· berry (blackberry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· place (birthplace)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· bard (blackboard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· versally (universally)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· cloth (sackcloth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· varsity (university)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ration (corporation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Middle clipping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In middle clipping or syncope, the middleof the word is retained.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· flu (influenza)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· carbon (bicarbonate)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· figure (configuration)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· fec (defective)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· fla (deflation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· mention (aforementioned)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· limit (unlimited)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· jams or jammies (pajamas/pyjamas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· polly (apollinaris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· shirnk (head-shrinker)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· grap (telegraphy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tion (affexctionately)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· tec (detective)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Complex clipping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clipped forms are also used in compounds. One part of the original compound most often remains intact.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· cablegram (cable telegram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· op art (optical art)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· org-man (organization man)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· linocut (linoleum cut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes both halves of a compound are clipped as in navicert (navigation certificate). In these cases it is difficult to know wheter the resultans formation should be treated as a clipping or as a blend, for the border between the two types is not always clear. According to bauer (1983), the easiest way to draw the distinction is to say that those forms which retain compound stress are clliped compounds, whereas those that take simple word stress are not. By this criterion bodbiz, chicom, comsymp, intelsat, midcult, pro-am, sci-fi, and sitcm are all cmpounds made of clipping.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4065338154423529057?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4065338154423529057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/clipping-morpholgy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4065338154423529057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4065338154423529057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/clipping-morpholgy.html' title='CLIPPING (MORPHOLGY)'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-6982340755444409507</id><published>2009-03-02T18:42:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:13:23.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EDUCATION'/><title type='text'>Class Word in Indonesians Language</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Not endless talk about the class of word in Indonesian language,both in seminars or discussions in the language and writing books are up to now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why class word in Indonesian language so much attention? Because the class word is one of the aspects of the total language of central Indonesian language . Therefore, if you want to understand grammar Indonesian like people must first understand the class word in Indoesian Language.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Class word in the language of this book is a complete and specifically discuss the word in class English. There are 13 classes said the proposed Hari Murti Kridalaksana in this book, respectively: (1) verba (2) adjectiva (3) nominal (4) pronoun (5) numeralia (6) adverbia (7) intergativa (8) demonstrative (9) artikula (10) preporsisi (11) conjunction (12) category fatis and (13) interjection. And for every class this author always include a number of examples and use the table to facilitate understanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English teacher from elementary until high school can surely have many benefit from this book. Similarly, students majoring in English and English lecturers in universities.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-6982340755444409507?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/6982340755444409507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/class-word-in-indonesians-language.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6982340755444409507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6982340755444409507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/class-word-in-indonesians-language.html' title='Class Word in Indonesians Language'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8986945075901745512</id><published>2009-03-02T18:38:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:13:49.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EDUCATION'/><title type='text'>Global Monetary Crisis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Global monetary crisis become important problem within one month, it is affect from monetary crisis in United State. Many coutry confuseto find solution for this problem, they confuse while their investasi business go down. Why? Because the famous place investor in United State “ Lehman Brother “ bankrupt until all investor together keep taking their share from market bank and become impact to all world.&lt;br /&gt;Global monetary crisis make export-import business become go down and demand from United State canceled.The price of importr become very expensive and the commodity export stoped.&lt;br /&gt;So, to solution the government must given warning to all people, we must buy Indonesian product. Don’t follow to buy share in bursa efek because share business is a not certain business,and make real business than share business.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8986945075901745512?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8986945075901745512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/global-monetary-crisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8986945075901745512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8986945075901745512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/global-monetary-crisis.html' title='Global Monetary Crisis'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8301278776050071783</id><published>2009-03-02T18:33:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:14:15.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EDUCATION'/><title type='text'>Prohibited to Drivers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgA9aDKF1pI/AAAAAAAAADs/ZbBewhYUoqc/s1600-h/nophone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgA9aDKF1pI/AAAAAAAAADs/ZbBewhYUoqc/s200/nophone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332329476540192402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;In the modern era such as this people have been accustomed to use the phone in anywhere. And now, handphone become a sophisticated communication and make people easily communicate with friends, family, and business partner in anywhere. But there are some people who do not use the phone in place.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Many people use the phone when they are driving, they do not reflect the impact of what can happen when a call while driving, besides endangering their self and can also endangering other, when we drive we must serious, but when using the phone while driving can become accident traffic. The police must find solution to prevent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now, in the big cities already have a rule drivers. They can not telephone while driving, plice have prohibition to not use the phone while driving, they will given the punishment to drivers, such as a letter warning and fine in order they not use the phone while diving again. I think it is good rule because, it is ti safety the divers and other.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8301278776050071783?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8301278776050071783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/prohibited-to-drivers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8301278776050071783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8301278776050071783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/prohibited-to-drivers.html' title='Prohibited to Drivers'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgA9aDKF1pI/AAAAAAAAADs/ZbBewhYUoqc/s72-c/nophone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-427269133902776990</id><published>2009-03-02T18:29:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:14:38.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EDUCATION'/><title type='text'>Divorce Parents</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parents is a shelter for children and parents is one of important factor for the development of a children. But now many divorce parents only because the parents maintain their principles. They do not effect divorce parents to their children. Divorce parents will cause many negative effect on the development of children, and psychological impact will be very influential on the development of physical, health, and education of children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The impact of divorce parents is the psychological a child will feel shame and not comfortable when the child play with their friends.The impact of psychology also disturb the physical development and health of a child. A child with divorce parents will be easy to sick and always not happy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divorce parents will also affect to development of education of child, they will feel lazy in the study or can not comfortable if learning in school. Even, a child who does not want to go to school anymore because it felt shame with his friends.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-427269133902776990?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/427269133902776990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/divorce-parents.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/427269133902776990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/427269133902776990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/divorce-parents.html' title='Divorce Parents'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8579178049603045865</id><published>2009-03-02T18:16:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:15:07.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>GURU SEBAGAI FASILITATOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam konteks pendidikan, istilah fasilitator semula lebih banyak diterapkan untuk kepentingan pendidikan orang dewasa (andragogi), khususnya dalam lingkungan pendidikan non formal. Namun sejalan dengan perubahan makna pengajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa, belakangan ini di Indonesia istilah fasilitator pun mulai diadopsi dalam lingkungan pendidikan formal di sekolah, yakni berkenaan dengan peran guru pada saat melaksanakan interaksi belajar mengajar. Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa sebagai fasilitator, guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai fasilitator membawa konsekuensi terhadap perubahan pola hubungan guru-siswa, yang semula lebih bersifat “top-down” ke hubungan kemitraan. Dalam hubungan yang bersifat “top-down”, guru seringkali diposisikan sebagai “atasan” yang cenderung bersifat otoriter, sarat komando, instruksi bergaya birokrat, bahkan pawang, sebagaimana disinyalir oleh Y.B. Mangunwijaya (Sindhunata, 2001). Sementara, siswa lebih diposisikan sebagai “bawahan” yang harus selalu patuh mengikuti instruksi dan segala sesuatu yang dikehendaki oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pola hubungan “top-down”, hubungan kemitraan antara guru dengan siswa, guru bertindak sebagai pendamping belajar para siswanya dengan suasana belajar yang demokratis dan menyenangkan. Oleh karena itu, agar guru dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator seyogyanya guru dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar yang dikembangkan dalam pendidikan kemitraan, yaitu bahwa siswa akan belajar dengan baik apabila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Siswa secara penuh dapat mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa yang dipelajari bermanfaat dan praktis (usable).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuan dan keterampilannya dalam waktu yang cukup.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembelajaran dapat mempertimbangkan dan disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya dan daya pikir siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbina saling pengertian, baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, guru seyogyanya dapat memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa yang akan menentukan keberhasilan belajar siswa, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Setiap siswa memiliki pengalaman dan potensi belajar yang berbeda-beda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap siswa memiliki tendensi untuk menentukan kehidupannnya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih memberikan perhatian pada hal-hal menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila diminta menilai kemampuan diri sendiri, biasanya cenderung akan menilai lebih rendah dari kemampuan sebenarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih menyenangi hal-hal yang bersifat kongkrit dan praktis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih suka menerima saran-saran daripada diceramahi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih menyukai pemberian penghargaan (reward) dari pada hukuman (punishment) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar dan memperhatikan karakteristik individual, juga guru dapat memperhatikan asas-asas pembelajaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemitraan&lt;/span&gt;, siswa tidak dianggap sebagai bawahan melainkan diperlakukan sebagai mitra kerjanya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengalaman nyata&lt;/span&gt;, materi pembelajaran disesuaikan dengan pengalaman dan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebersamaan, &lt;/span&gt;pembelajaran dilaksanakan melalui kelompok dan kolaboratif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Partisipasi&lt;/span&gt;, setiap siswa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan tersebut, sekaligus juga bertanggung atas setiap kegiatan belajar yang dilaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keswadayaan, &lt;/span&gt;mendorong tumbuhnya swadaya (self supporting) secara optimal atas setiap aktivitas belajar yang dilaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat,&lt;/span&gt; materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa pada masa sekarang mau pun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lokalitas, &lt;/span&gt;materi pembelajaran dikemas dalam bentuk yang paling sesuai dengan potensi dan permasalahan di wilayah (lingkungan) tertentu (locally specific), yang mungkin akan berbeda satu tempat dengan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, Wina Senjaya (2008) mengemukakan bahwa agar guru dapat mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator, maka guru perlu memahami hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar. Dari ungkapan ini, jelas bahwa untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator, guru mutlak perlu menyediakan sumber dan media belajar yang cocok dan beragam dalam setiap kegiatan pembelajaran, dan tidak menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar bagi para siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan sikap dan perilaku guru sebagai fasilitator, di bawah ini dikemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan guru untuk dapat menjadi seorang fasilitator yang sukses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendengarkan dan tidak mendominasi.&lt;/span&gt; Karena siswa merupakan pelaku utama dalam pembelajaran, maka sebagai fasilitator guru harus memberi kesempatan agar siswa dapat aktif. Upaya pengalihan peran dari fasilitator kepada siswa bisa dilakukan sedikit demi sedikit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikap sabar.&lt;/span&gt; Aspek utama pembelajaran adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu, maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghargai dan rendah hati.&lt;/span&gt; Guru berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh-sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mau belajar. &lt;/span&gt;Seorang guru tidak akan dapat bekerja sama dengan siswa apabila dia tidak ingin memahami atau belajar tentang mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikap sederajat.&lt;/span&gt; Guru perlu mengembangkan sikap kesederajatan agar bisa diterima sebagai teman atau mitra kerja oleh siswanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikap akrab dan melebur.&lt;/span&gt; Hubungan dengan siswa sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab, santai, bersifat dari hati ke hati (interpersonal realtionship), sehingga siswa tidak merasa kaku dan sungkan dalam berhubungan dengan guru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak berusaha menceramahi. &lt;/span&gt;Siswa memiliki pengalaman, pendirian, dan keyakinan tersendiri. Oleh karena itu, guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu, tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya, sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berwibawa.&lt;/span&gt; Meskipun pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang akrab dan santai, seorang fasilitator sebaiknya tetap dapat menunjukan kesungguhan di dalam bekerja dengan siswanya, sehingga siswa akan tetap menghargainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak memihak dan mengkritik.&lt;/span&gt; Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. Dalam hal ini, diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihak-pihak yang berbeda pendapat, untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikap terbuka.&lt;/span&gt; Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu, agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikap positif. &lt;/span&gt;Guru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada, bukan sebaliknya mengeluhkan keburukan-keburukannya. Perlu diingat, potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sindhunata. 2001. Pendidikan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kegelisahan Sepanjang Zaman&lt;/span&gt;, Yogyakarta : Kanisius&lt;br /&gt;Wina Senjaya. 2008. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan&lt;/span&gt;. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.&lt;br /&gt;Proyek P2MPD. 2000. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fasilitator dalam Pendidikan Kemitraan (Materi IV-4-1)&lt;/span&gt;. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8579178049603045865?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8579178049603045865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/guru-sebagai-fasilitator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8579178049603045865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8579178049603045865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/guru-sebagai-fasilitator.html' title='GURU SEBAGAI FASILITATOR'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4534354911160544631</id><published>2009-03-02T17:30:00.000-08:00</published><updated>2009-05-04T19:09:00.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA RAKYAT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOKLOR'/><title type='text'>FOLKLOR UMBUL MANTEN, PROPOSAL</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Latar Belakang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan pada hakikatnya merupakan wujud dari upaya manusia dalam menanggapi lingkungan secara aktif. Kemampuan manusia dalam menanggapi lingkungannya secara aktif dimungkinkan karena adanya kemampuan dan kebersihan manusia dalam menggunakan lambang-lambang yang diberi makna dan arti secara sistematis, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana komunikasi dan interaksi secara efektif. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan bersifat dinamis, dimana kebudayaan akan berkembang selama masyarakat pendukungnya masih ada dalam mengembangkan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia menimbulkan suku bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri. Dari keanekaragaman tersebut melahirkan suatu kehidupan sastra yang unik. Dari sinilah timbul bahwa pengkajian terhadap sastra merupakan kajian yang cukup menarik. Dengan memperhatikan segi media yang digunakan, sastra yang tersebar menggunakan media lisan yang penyebarannya pada umumnya melalui tutur kata, itulah sebabnya ada yang menyebutkan sebagai tradisi lisan (oral tradition).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas menyiratkan bahwa kebudayaan sebagai hasil kreatifitas manusia, hasil aktifitasnya maupun hasil karya manusia, di dalamnya terkandung juga nilai-nilai atau ide dari manusia. Segala gagasan dan angan angan, keinginan atau pun cita-cita manusia terefleksi ke dalam hasil karya mereka yang disebut dengan kebudayaan. Nilai-nilai atau ide yang terdapat di dalam suatu kebudayaan, terbentuk secara sangat manusiawi dan pribadi sifatnya. Oleh karena itu, setiap benda budaya menandai nilai tertentu, menunjukkan maksud serta gagasan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan yang sangat kompleks tersebut terkandung unsur-unsur universal yang ada di dunia ini. Unsur-unsur kebudayaan tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan yang disebut sebagai isi pokok dari kebudayaan di dunia. Unsur-unsur kebudayaan yang universal tersebut selanjutnya diambil menjadi tujuh unsur kebudayaan yang dapat disebut sebagai isi pokok dari setiap kebudayaan di dunia (Koentjaraningrat, 1990: 203) yakni bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, kesenian. Di antara sekian banyak bagian kebudayaan tersebut merupakan bagian dari folklor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folklor sebagai bagian dari kebudayaan seperti bagian kebudayaan yang lainnya, di dalamya juga terkandung nilai-nilai budaya serta gagasan-gagasan masyarakat. Lewat folklor dapat dipelajari segala aspek kehidupan masyarakat segala keinginan mereka yang terefleksikan secara implisit maupun eksplisit di dalam suatu folklor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folklor sebagai suatu disiplin atau cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, di Indonesia belum lama dikembangkan orang (Danandjaja, 1991: 1). Folklor dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya, yaitu: folklor lisan, folklor sebagaian lisan, dan folklor bukan lisan (Brunvand, dalam Danandjaya, 1991: 21 ). Adapun folklor lisan juga masih dibagi dalam beberapa kelompok, di antaranya adalah cerita prosa rakyat. Sebagai sebuah jenis sastra yang hidup dalam tradisi lisan, cerita prosa rakyat tiada terunut lagi akan siapa nama pengarangnya (anonim). Hal ini menjadi salah satu dari ciri-ciri pengenal folklor. Yang ada hanya bahwa cerita prosa rakyat lahir dari suatu masyarakat tradisional yang masih memegang teguh tradisi lisannya. Cerita tersebut berkembang, menjadi besar, dan menghilang di dalam masyarakat pemiliknya. Hubungan di antara ke duanya, cerita rakyat dan pemiliknya, bukan merupakan sesuatu yang dicari-cari atau hanya mengada-ada saja, sebab, sudah jelas bahwa cerita prosa rakyat itu menampilkan gambaran kehidupan sebagai produk sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk cerita rakyat yang menarik untuk diteliti adalah cerita rakyat yang berkenaan dengan asal-usul penamaan suatu tempat. Cerita rakyat tersebut apabila dikelompokkan, termasuk pada genre cerita rakyat legenda setempat (local legends). Penamaan suatu tempat tidak muncul begitu saja, tetapi berkaitan dengan berbagai hal yang pada intinya menyangkut kebudayaan suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita rakyat tidak sekedar hidup dan tersebar dalam masayarakat, namun juga memiliki arti penting dan fungsi-fungsi tertentu bagi kolektif pemiliknya. Pengkajian terhadap cerita rakyat bisa dijadikan sarana yang tepat untuk penamaan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat yang sekarang ini sudah banyak dilupakan, selain untuk perkembangan sastra lisan itu sendiri. Usaha untuk menggali, memperkenalkan, menghidupi dan mengembangkan budaya tradisional yang bernilai positif itu sangat perlu dan tidak hanya untuk tradisi itu sendiri, tetapi lebih luas juga berguna dalam menunjang pembangunan nasional. Cerita rakyat Umbul Manten adalah salah satu dari bentuk cerita rakyat. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, timbul ketertarikan penulis untuk mengetahui secara mendalam mengenai cerita rakyat yang berkaitan dengan asal usul Umbul Manten dan nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Umbul Manten. Atas dasar itulah penulis melakukan penelitian terhadap cerita rakyat di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dengan judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asa Usul Terjadinya Umbul Manten dan Umbul Pelem”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2. Perumusan Masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini ada dua masalah yang perlu dicari jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bagaimanakah cerita rakyat Umbul Manten dan Umbul Pelem?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi apa sajakah yang terkandung dalam cerita rakyat Umbul Menten dan Umbul Pelem?&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nilai kebudayaan apa sajakah yang terkandung dalam cerita rakyat Umbul Manten dan Umbul pelem? &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tujuan Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mendiskripsikan cerita rakyat Umbul Manten dan Umbul Pelem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyajikan fungsi yang terkandung dalam cerita rakyat Umbul Manten dan Umbul Pelem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memaparkan nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Umbul dan Umbul Pelem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manfaat Penelitian &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Bardasarkan penelitian di atas, manfaat yang dapat diambil sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagi Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah khazanah keilmuan terutama dalam bidang sastra lisan, dan dapat mempelajari kebudayaan yang belum terungkap sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi Bidang Kesusastraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi penelitian sastra liasan dan kesusastraan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dapat digunakan sebagai pengetahuan yang perlu dilestarikan, dan dapat menambah pengetahuan sastra lisan bagi guru dan murid, khususnya materi pengajaran bahasa dan sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Sistimatika Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika penulisan penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I Pendahuluan berisi latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II Landasan teori yang mencakup tinjuan pustaka dan landasan teori yang diperlukan dalam analisis objek penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III Metode penelitian berisi jenis penelitian, objek penelitian, data dan sumber data, teknik penyediaan data, taknik analisis data, dan penyajian hasil analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV Merupakan penyajian tentang lingkungan masayarakat. Dalam hal ini diuraikan mengenai kondisi geografis dan sistem sosial budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V Penutup berisi tentang simpulan dan saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LANDASAN TEORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tinjauan Pustaka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui keaslian keontetikan penelitian perlu tinjauan pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Legenda Pangeran Samudra Gunung Kemukus Fungsi bagi masyarakat pemiliknya, sebuah Tinjauan Pragmatik.” Oleh Anik Budi Listyowati tahun 2000. Hasil yang berdasarkan analisis pragmatic adalah bahwa tanggapan masyarakat terhadap legenda ini ada yang bersifat pasif dan aktif. Tanggapan pasif adalah masyarakat membiarkan anggapan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat mencari pasugihan. Adapun tanggapan aktif adalah mereka yang mengelak dan mambantah mengenai tanggapan bahwa tempat tersebut untuk menacari pasugihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis fungsinya adalah legenda tersebut berpengaruh bagi kehidupan masyarakat, baik positif/ negatif. Pengaruh positifnya adalah mereka percaya bahwa makam tersebut sacral, tapi masyarakatnya berpegang teguh pada ajaran agama dan tidak melakukan syirik. Pengaruh nagatifnya, mereka beranggapan bahwa tempet tersebut identik dengan tempat pasugihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Wildan dkk (1998) “Struktur Lisan Tamiang” menyimpulkan bahwa sastra lisan (prosa) Tamiang dapat dikelompokkan atas beberapa ragam dan jenis cerita rakyat, yakni sage, mite, humor, religius, fable, dan epik. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa sastra lisan masyarakat Tamiang yang merupakan salah satu subetnik. Suku Aceh memiliki tradisi sastra lisan yang berkedudukan sebgai sarana komunikasi antar anggota masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui latar sosial masyarakat Tamiang. Dalam sastra lisan Tamiang terkandung nilai adat, nilai agama, nilai moral, nilai kepahlawanan, nilai sosial, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian berikutnya, penelitian Dudung Adriyano (2005) dengan judul “Cerita Rakyat Kabupaten Sukuharjo (suatu kajian struktur dan nilai edukatif).” Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa daerah sukoharjo terdapat banyak sastra lisan atau cerita rakyat. Beberapa cerita rakyat yang terkumpul antara lain (1) cerita rakyat “Ki Ageng Banyubiru”, (2) cerita rakyat “Ki Ageng Balok”, (3) cerita rakyat “Ki Ageng Sutowijoyo”, (4) cerita rakyat “Pasanggrahan Langen Harjo.” Penelitian ini juga melakukan analisis struktur dan nilai budaya terhadap lima cerita rakyat Sukoharjo. Analasis struktur cerita rakyat Kabupaten Sukoharjo terkandung nilai pendidikan yang meliputi pendidikan moral, pendidikan adapt (tradisi) pendidikan Agama (religi), sejarah sejarah (history) dan pendidikan kepahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama mengkaji tentang folklor lisan dan perbedaannya adalah penelitian ini difokuskan pada bagaimanakah asal-usul cerita rakyat “Umbul Manten dan Umbul Pelem”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  2. Landasan Teori &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hakikat Folkor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis kata folklor berasal dari bahasa Inggris folklore, kata dasarnya folk dan lore (Danandjaja, 1984:1). Folk menurut Alan Dundes adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Ciri-ciri pengenal itu, antara lain, dapat berwujud warna kulit yang sama, bentuk rambut yang sama, mata yang sama, bahasa yang sama, bentuk rambut yang sama, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dananjaja menyimpulkan bahwa folk adalah sinonim dengan klektif yang juga memilik ciri-ciri pengenal fisik atau kebudayaan yang sama, serta mempunyai kesadaran kepribadian sebagai kesatuan masyarakat, dan yang dimaksud lor adalah tradisi folk, yaitu sebagian kebudayaannya yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau pembantu pengingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foklor menurut Dananjaja, tidak lain adalah sebagian kebudayaan suatu kolektof yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisoanal dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (Danandjaja, 1984:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bentuk Folklor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folklor jika diperhatikan dari segi bentuknya, ternyata ada dua, yaitu bentuk lisan dan sebagian lisan (Danandjaja, 1984: Bab III).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk folklor lisan antar lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahasa rakyat, yakni bentuk folklore Indonesia yang termasuk dalam kelompok bahasa rakyat, adalah logat atau dialek bahasa-bahasa Nusantara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ungkapan tradisonal yakni yang termasuk dalam bentu folklore semacam ini adalah peribahasa (peribahasa yang sesungguhnya, peribahasa tidak lengap kalimatnya, peribahasa perumpamaan) dan ungkapan (ungkapan-ungkapan yang mirip peribahasa).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertanyaan tradisoanal yakni yang lebih dikenal sebagai teka-teki merupakan pertanyaan yang bersifat tradisonal dan mempunyai jawaban yang tradisional pula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sajak dan puisi rakyat yakni follor lisan yang memiliki kekhususan, kalimatnya tidak berbentuk bebas, tapi terikat. Sajak dan puisi rakyat merupakan kesusastraan yang sudah tertentu betuknya, baik dari segi jumlah larik maupun persajakan yang mengekhiri setiap lariknya. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah parikan, rarakitan, wawangian, dll.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Cerita prosa rakyat, yakni jenis folklore yang paling benyak diteliti oleh para peniliti/ ahli folklore. Menurut Bascom (1965: 44 dalam Dananjaja, 1984:50), cerita prosa rakyat dapat dibagi tiga golongan besar, yaitu (1) mite (myth), (2) legenda (legend), dan (3) dongeng (folktale).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian rakyat yang menurut Jan Harold Bruvand (1963:130), dalam (Dananjaja, 1984:141) adalah salah satu genre atau bentuk folklore yang terdiri atas kata-kata dan lagu, yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional serta banyak mempunyai varian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga bentuk folklore yang sebagaian lisan terdiri atas dua macam, yaitu (1) kepercayaan rakyat, yang seringkali juga disebut takhyul adalah kepercayaan yang oleh orang berpindidikan barat dianggap sederhana bahkan pander, tidak berdasrkan logika, sehingga secara ilmiah tidak dapat dipertanggungjawakan kebenarannya (Danandjaja, 1984: 153); dan (2) permainan rakyat dianggap tergolong ke dalam folklore karena memperohnya melalui warisan lisan, terutama berlaku pada permainan rakyat kanak-kanak karena permainan ini disebarkan hampir murni melalui tradisi lisan dan banyak di antaranya disebarluaskan tanpa bantuan orang dewasa, seperti orang tua mereka atau guru sekolah mereka (Danandjaja, 1984: 171).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ciri Pengenal Foklor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folklor memiliki sembilan ciri pengenal utama. Ciri pengenal folklore ini dapat dijadikan pembeda folklor dari kebudayaan lainnya (Danandjaja, 1984: 3-4). Ciri pertama samapai kelima berasal dari Jan Harold Brunvand (1968:4); ciri 6 dan 7 dari Carvalho-Neto (1965: 70); dan ciri ke-8 dan ke-9 dari Danandjaja (1984: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimbilan ciri pengenal itu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penyebaran dan pewarisnya biasanya dilakukan secara lisan yakni saat itu penyebaran folklor bisa terjadi dengan bantuan mesin cetak dan elektronik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat tradisional, disebarkan dalam bentuk relative tetap (standar);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Folklore eksi dalam versi-versi bahkan dalam varian-varian yang berbeda lantaran tersebar secara lisan dari mulut ke mulut;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat anonym, nama pencipatanya sudah tidak diketahui orang lagi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Folklore biasanya memiliki bentuk berumus atau berpola memiliki formula tertentu dan mamanfaatkan bentuk bahasa klise;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Folklore mempunyai fungsi dalam kehidupan bersama suatu kolektif (alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan yang terpendan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Folklore bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum (ciri ini berlaku baik bagi folklore lisan maupun folklore sebagaian lisan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi milik bersama dari kolektif tertentu, hal ini disebabkan oleh pencipta pertama sudah tidak diketahui lagi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Folklore pada umumnya bersifat polos dan lugu sehingga seringkali kelihatannya kasar, terlalu spontan; hal demikian itu dapat dimengerti apabila mengingat bahwa banyak folkor merupakan proyeksi emosi menusia-manusia yang paling jujur manifestasinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sejalan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai maka pembicaraan secara teoritis tenatang folkor berkisar sekitar cerita (prosa) rakyat meliputi mite, legenda, dan dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bascom (1985b: 3-20 dalam Danandjaja, 1984: 50), mite adalah cerita prosa rakyat, yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite ditokohi oleh dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain atau di dunia yang bukan seperti kita kenal sekarang, dan terjadi pada masa lampau. Adapun legenda adalah prosa rakyat yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap pernah benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Berbeda dengan mite, legenda ditokohi manusia walaupun ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa, dan sering juga dibantu makhluk-makhluk ajaib. Akan tetapi, terjadinya mite adalah di dunia seperti yang kita kenal kini karena waktu terjadinya belum terlalu lampau. Sebaliknya, dongeng adalah prosa rakyat yang dianggap tidak terikat oleh waktu ataupun tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mite pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya maut, bentuk khas binatang, bentuk tipgrafi, gejala alam, dan sebgainya. Mite juga mengisahkan pertualangan para dewa, kisah percintaan mereka, hubungan kekerabatan mereka, kisah perang mereka, dan sebagainya (Bascom, 1965b: 4-5 dalam Danandjaja, 1984: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Legenda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan mite, legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Berbeda dengan mite, legenda bersifat sekuler (keduniawian), terjadinya pada masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal (Danandjaja, 1984:66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda sendiri dapat digolongkan ke dalam empat kelompok,, seperti dikemukakan Jan Harold Brunvand (dalam Danandjaja, 1984: 67), yaitu (1) legenda keagamaan (religious legends), (2) legenda alam gaib (supernatural legends), (3) legenda perseorangan (personal legends) dan (4) legenda setempat (local legends).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Legenda keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam golongan ini, antar lain, adalah legenda orang-orang suci (saint) Nasrani. Legenda demikian itu, jika telah diakui dan disahkan oleh Gereja Katolik Roma, akan menjadi bagian kesusastraan agama yang disebut hagiography, yang berarti tulisan, karangan, atau buku mengenai penghidupan orang-orang saleh. Di Jawa, legenda orang saleh adalah mengenai para wali agama islam, yakni para penyebar agama (proselytizer) Islam pada awal perkembangan agama Islam di Jawa. Para wali yang penting di Jawa adalah yang tergolong sebagai wali sanga, atau sembilan orang wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Legenda alam gaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda semacam ini biasanya berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Fungsi legenda semacam ini terang adalah untuk meneguhkan kebenaran “takhyul” atau keprcayaan rakyat. Berhubung legenda alam gaib ini merupakan pengelaman pribadi seseorang, oleh ahli folklor Sewedia terkenal C.V. von Sydow diberi nama khusus, yaitu memorat (Bruvand, 1968:89 dalam Danandjaja, 1984: 71). Walaupun legenda itu merupakan pribadi seseorang “pengalaman” itu mengandung banyak motif cerita tradisional yang khas ada pada kolektifnya. Legenda gaib semacam ini banyak berkembang di daerah Nusantara, misalnya sundel blong di Jawa Tengah, atau juga gendrung; cerita onom di Kabupaten/Daerah Tingkat II Ciamis (tepatnya di daerah Lakbak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Legenda perseoarangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda jenis ini adalah cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh pemilik cerita benar-benar pernah terjadi (Danandjaja, 1984:73-75). Menurutnya, di Indonesia legenda semacam ini banyak sekali. Di Jawa Timur yang peling terkenal adalah legenda tokoh Panji dan di Bali legenda tokoh popular bernama Jayaprana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Legenda setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termsuk dalam golongan ini adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat dan bentuk topogrofi, yakni bentuk permukaan suatu daerah, yang berbukit-bukit, berjurang, dan sebagainya (Danandjaja, 1984: 75-83). Legenda yang berhubungan dengan nama suatu tempat, misalnya, legenda kuningan, legenda Anak-Anak Dalem Solo yang Mengembara Mencari Sumber Bau Harum, Asal Mula Nama Banyuwangi atau Asal Mula Nama Kota Banyuwangi, dan Asal Mula Nama Desa Jember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;METODE PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pendekatan Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 1989: 3) mendefinisikan, “metode penelitian” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2. Objek Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek penelitian dalam penelitian ini adalah asal usul Umbul Pelem dan Umbul Manten desa Sidowayah, Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Data dan Sumber Data &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data adalah sebuah informasi atau bahan yang disediakan ala yang harus dicari dan dikumpulkan oleh pengkaji untuk memberikan jawaban terhadap masalah yang dikaji (Subroto dalam Imron, 2003:112). Adapun data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud informasi tentang cerita rakyat Umbul Pelem dan Umbul Manten di Desa Sidowayah, Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sumber Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber data merupakan bagian yang sangat penring bagi peneliti, karena ketepatan memilih dan menentukan jenis, sumber data akan menentukan ketepatan dan kekayaan data atau informasi yang diperoleh (Sutopo, 2002: 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dapat berupa manusia, peristiwa dan tingkah laku, dokumen atau arsip-arsip benda lain. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer, sedangkan data sekunder belum diketemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data primer adalah data yang langsung dukumpulkan dari sumber pertama. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini penduduk asli sekitar Umbul Pelem dan Umbul Manten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Teknik Pengumpulan Data &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentesi, penjelasannya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknik Observasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sutopo (2002: 64), observasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda serta rekaman gambar tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teknik Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah bercakap-cakap secara tatap muka (Aminuddin, 1990: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk wawancara ada beberapa macam, namun untuk penelitian folklore umumnya ada dua macam, yaitu wawancara terarah dan wawancara tidak terarah. Wawancara tidak terarah adalah wawancara yang bersifat bebas, santai, dan memberi informasi kesempatan sebesar-besarnya untuk memberikan keterangan yang ditanyakan (Danandjaja: 1991: 195).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teknik Dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian akan lebih mudah dan bertahan lama jika diadakan perekaman, baik itu dalam bentuk foto, buku, maupun perekam suara (Badudu dalam Puspitasi, 2007). Semua itu adalah dokumen, sedangkan dokumentasi adalah kegiatan yang menyangkut dokumen. Dokumentasi yang dikumpulkan harus utuh dan mutakhir. Adapun dokumentasi dalam penelitian ini adalah wujud dokumentasi tulisan wawancara dengan warga dan foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milles dan Huberman (dalam Sutopo, 2002:74) menyatakan bahwa terdapat dua model pokok dalam melaksanakan analisis di dalam penelitian kualitatif, yaitu (1) model analisis jalinan atau mengalir dan (2) model analisis interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua model dalam melaksanakan analisis di dalam penelitian kulalitatif tersebut peneliti menggunakan model kedua, yaitu mdel analisis interaktif. Dalam model analisis interaktif terdiri dari empat kemampuan analisis yaiutu, reduksi data, sajian data, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan, aktivitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai proses siklus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah dalam penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengumpulan data, yaitu pengumpulan data di lokasi studi dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan mencatat dokumen menentukan strategi pengumpulan data yang dipandang tepat dan menentukan fokus serta pendalaman data pada proses pengumpulan data berikut (Sutopo, 1996:89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Reduksi data, yaitu sebagai proses seleksi pemfokusan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang ada dalam lapangan langsung dan diteruskan pada pengumpulan data (Sutopo, 1996:87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sajian data yaitu, suatu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penarikan kesimpulan, sejak awal pengumpulan data peneliti harus mengamati dan tanggap terhadap hal-hal yang ditemui dilapangan (dengan meyusun pola-pola asahan dan sebab akibat (Sutopo, 1996: 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, yang pertama kali dilakukan adalah mengumpulkan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumen. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilkukan dengan pengamatan langsung mengenai tempat dan lokasi cerita rakyat Umbul Pelem dan Umbul Manten dan dilanjutkan dengan penarikan informasi secara mendalam dan langsung dari masyarakat yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. Pengumpulan data dari hasil wawancara dalam wujud dokumentasi, adapun dokumentasi dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan masyarakat sekitar lokasi Umbul Pelem dan Umbul Manten serta berupa foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan meyempurnakan data kasar untuk diolah kembalil sehingga mempunyai arti berdasarkan topik peelitian yang diterapkan pada sekelompok kata yang telah dicari hubungannya. Ketiga dalam sajian data ini telah dikumpulkan dan diuraikan dalam bentuk laporan penelitian. Keempat, setelah data-data terkumpul, kemudian diambil kesimpulan dari cerita rakyat asal usul Umbul Pelem dan Umbul Manten di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Bab IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Deskripsi Wilayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi umbul Pelem dan Umbul Manten terlatak di wilayah tulung, janti, polanharjo. Umbul Pelem dan Umbul Manten masih masuk daerah wisata Janti yang terkenal dengan daerah pemancingan. Hampir disetiap rumah memiliki tempat pemancingan sekaligus rekeasri atau wisata kuliner keluarga. Umbul Pelem dan Umbul Pelem Sendiri terletak di tepi jalan perbatasan yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu kabupaen Klaten dan kabupaten Boyolali. Dengan akses jalan yang lancar dan mudah dijangkau, lokasi Umbul Pelem dan Umbul Manten sangat mudah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi Umbul Pelem dan Umbul Manten apabila dari jalan Solo-Jogja, setelah pasar Tegalgondo sebelah kanan jalan, bila dari timur (Solo) ada papan petunjuk arah ke objek wisata pemancingan Janti. Dengan mengikuti jalan yang lurus dan ketika sampai di pertigaan di mana ada petunjuk obyek wisata Janti belok ke kiri, ambil jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk sekitar rata-rata adalah pedagang, karena terletak di jalan yang menghubungkan ke objek wisata janti dan pemandiang umum cokro. Di daerah tersebut juga didirikan pengolahan air mineral yang diambil langsung dari mata air cokro, sehingga banyak pula warga yang menjadi pegawai di pabrik yang bergerak dalam pengolahan air mineral tersebut. Batas utara adalah kabupaten Boyolali, sebelah selatan adalah daerah wisata Janti, sebelah timur adalah daerah Tegalgondo dan sebelah timur adalah desa tulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Hasil Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cerita Rakyat Umbul Pelem dan Umbul Manten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umbul Pelem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Umbul Pelem konon dahulu lokasi tersebut tumbuh sebuah pohon pelem (mangga) yang besar di sekitar umbul. Namun, setalah sekian lama pohon pelem tersebut kini sudah tidak ada, yang ada hanya sebuah pohon beringin yang sangat besar, sehingga membuat lokasi sekitar umbul menjadi teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umbul pelem dipercaya orang yang mempunyai kedududukan jika melakukan kungkum (berendam) supaya mudah untuk naik pangkat, hal ini terbukti banyak ditemukannya sajen (syarat) yang berupa kembang setaman (bunga yang berwarna-warni yang biasa digunakan untuk ritual dalam masyarakat jawa), terutama pada hari-hari tertentu, terutama pada hari jumat kliwon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umbul Menten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita rakyat yang beredar di masyarakat mengenai asal muasal umbul ini. Konon dahulu ada sepasang pengantin baru. Pengantin ini diberi wejangan oleh kedua orang tuanya, “kalo pengantin baru itu, dilarang keluar rumah bersama-sama menjelang senja (maghrib) sebelum 40 hari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan pengantin tersebut bertanya “mengapa mereka dilarang keluar rumah menjelang senja sebelum 40 hari”. Dijawab oleh orang tua tersebut, “kalian ndak perlu membantah. turuti saja dan kalian akan selamat”, dengan nada sedikit marah karena nasehatnya dibantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantin tersebut suatu hari sebelum 40 hari keluar rumah bersama-sama. Saat itu menjelang senja. Sang suami berjalan mendahului istrinya. Setelah berjalan lama, sang suami menengok ke belakang dan menemukan istrinya menjauh kemudian lenyap. Begitu juga dengan sang istri, ketika dia mengejar sang suami ternyata suaminya semakin jauh dan akhirnya lenyap. Letak kedua umbul inilah disinyalir sebagai lokasi di mana kedua suami istri itu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga masyarakat yang percaya jika pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunun dan ingin mendapatkan keturunan harus berendam semalaman di umbul Manten. Air di umbul Manten juga sering digunakan untuk siraman pada pernikahan adat jawa, orang yang sering mengambil air di Umbul Manten ini terutama orang dari kawasan solo dan jogja sedangkan oaring sekitar hanya memanfaatkan air tersebut untuk mandi dan pengairan di sawah-sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Struktur Cerita Rakyat Umbul Pelem dan Umbul Manten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita rakyat dapat diceritakan dan diuraikan menurut urutan waktu dan menurut urutan unsure-unsur yang ada didalamnya sesuai dengan aslinya. Struktur cerita rakyat menyangkut penguraian unsure-unsur yang ada dalam cerita rakyat, seperti unsur intrinsik (Damono, 1984: 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fungsi Masyarakat Pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi folklore terutama lisan menurut Boscom dalam Danandjaja (1991: 19), mengemukakan ada empat fungsi folklore (1) sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat penceminan angan-angan suatu kolektif, (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (4) sebagai alat pendidik anak, (4) sebagai alat pemaksa dan agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita rakyat atau juga diebut mitos yang hidup dalam suatu masyarakat memberikan manfaat atau fungsi bagi masyarakat tersebut. Fungsi cerita rakyat bagi masyarakat ada tiga macam, yaitu meyadarkan manusia bahwa ada kekuatan ghaib, memberikan jaminan masa kini, dan memberikan pengetahuan pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pertama, yaitu menyadarkan manusia bahwa ada kekuatan ghaib. Cerita rakyat tidak memberikan bahan informasi tentang kekuatan-kekuatan itu, namun membantu manusia agar dapat menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan mengatasi alam dan kehidupan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita rakyat Umbul Pelem mengadung makna bahwa kekuatan ghaib yang dimaksud adalah ALLAH SWT, yang memberikan pengaruh sugesti kekuatan agar manusia mau berusaha, dengan melakukan ikhtiar atau lelekon dalam mencari kedudukan harus berjuang, sabar, dan selalu taat beribadah dan beriktiar, tahan uji dan tahan banting terhadap semua permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Umbul Manten, fungsi ini menganggap bahwa apapun usaha manusia di dunia ini dalam kehidupannya, ALLAH-lah yang menentukan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi kedua, memberikan jaminan masa kini, misalnya diceritakan deongeng sebagaimana pada zaman pdahulu, para dewa juga mualuai menggarap sawahnya dan memperoleh hasil yang melimpah. Dalam cerita umbul Pelem dapat diambil hikmah bahwa masyarakat mempercayai dengan melakukan usaha atau ikhtiar hasil yang akan dicapai dapat maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi yang terakhir, memberikan pengetahuan pada dunia, artinya fungsi ini adalah memberikan ilmu pengetahuan dan fisafat dalam alam pikiran mereka, misalnya cerita-cerita terjadinya langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang mempercayai mitos, mitos berarti sesuatu yang benar dan menjadi milik mereka yang berharga, karena merupakan sesuatu yang suci, bermakna dan menjadi contoh bagi kehidupan manusia. Itulah sebebnya mitos dianggap petuah bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita rakyat umbul pelem, dapat diambil petuahnya bahwa suatu derajat yang tinggi haruslah diberengi dengan usaha yang tekun dan rajin pula. Sedang dalam cerita umbul Manten dapat diambil petuahnya bahwa pertama jangan membantah nasehat orang tua. Kedua, sepasang suami istri hendaknya selama masa-masa awal menikah (40 hari pertama) harus menata rumah tangganya dengan baik terlebih dulu. Dilarang keluar rumah bersama-sama dimaksudkan agar ada salah satu di antara mereka yang tetap berada di rumah untuk menjaga rumah tersebut. Ketiga, sepasang suami istri hendaknya selalu berjalan beriringan, baik dalam suka maupun duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem nilai budaya merupakan tingkat yang peling tinggi dan paling abstrak dari adapt istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai-nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungi sebagai sesuatu pedoman yang memberikan arah dan orientai kepada kehidupan para warga masyarakat (Koentjaraningrat, 1990: 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita umbul pelem dan umbul manten. Nilai keagamaan, dalam cerita rakyat umbul pelem dan umbul manten dapat dipetik hikmah bahwa Tuhan YME yang menentukan segala sesuatu bagi umatnya. Supaya selalu taat beribadah, menjalankan segala perintahNYA dan menjahui segala laranganNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sosial dari cerita rakyat umbul pelem dan umbul menten adalah, agar kita selalu berusaha dengan baik dalam menjalni kehidupan ini dan selalu berbakti kepada kedua orang tua, selalu menghormati orang tua, mentaati nasihatnya, jangan suka membantah kepada orang tua, menjaga kehormatan keluarga, dan saling menyayangi antar suami dan istri baik suka maupun duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama penelitian cerita rakyat asal-usul umbul pelem dan umbul manten ini dilakukan di desa Sidowayah, Janti, kecamatan Polanharjo, kabupaten Klaten. Dalam cerita rakyat umbul pelem dan umbul pelem mengandung sebuah filsafat supaya kita selalu berusaha berikhtiar dalam melakukan suatu pekerjaan dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Kedua, jangan pernah membantah nasehat orang tua, bagi sepasang suami istri hendaknya selama masa-masa awal menikah (40 hari pertama) harus menata rumah tangganya dengan baik terlebih dulu. Dilarang keluar rumah bersama-sama dimaksudkan agar ada salah satu di antara mereka yang tetap berada di rumah untuk menjaga rumah tersebut. Ketiga, sepasang suami istri hendaknya selalu berjalan beriringan, baik dalam suka maupun duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah ilmu, terutama dalam bidang sastra dan bahasa, khususnya ilmu pengetahuan bahasa Indonesia. Hal ini mennandakan bahwa masih banyak cerita rakyat yang ada di daerah-daerah yang belum tergali dengan maksimal. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pada peneliti folklore pemula dapat menambah wawasan tentang cerita rakyat yang ada didaerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita rakyat umbul pelem dan umbul pelem memberikan manfaat atau fungsi bagi masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pertama, yaitu menyadarkan manusia bahwa ada kekuatan ghaib. Cerita rakyat tidak memberikan bahan informasi tentang kekuatan-kekuatan itu, namun membantu manusia agar dapat menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan mengatasi alam dan kehidupan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita rakyat Umbul Pelem mengadung makna bahwa kekuatan ghaib yang dimaksud adalah ALLAH SWT, yang memberikan pengaruh sugesti kekuatan agar manusia mau berusaha, dengan melakukan ikhtiar atau lelekon dalam mencari kedudukan harus berjuang, sabar, dan selalu taat beribadah dan beriktiar, tahan uji dan tahan banting terhadap semua permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Umbul Manten, fungsi ini menganggap bahwa apapun usaha manusia di dunia ini dalam kehidupannya, ALLAH-lah yang menentukan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi kedua, memberikan jaminan masa kini, misalnya diceritakan deongeng sebagaimana pada zaman pdahulu, para dewa juga mualuai menggarap sawahnya dan memperoleh hasil yang melimpah. Dalam cerita umbul Pelem dapat diambil hikmah bahwa masyarakat mempercayai dengan melakukan usaha atau ikhtiar hasil yang akan dicapai dapat maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi yang terakhir, memberikan pengetahuan pada dunia, artinya fungsi ini adalah memberikan ilmu pengetahuan dan fisafat dalam alam pikiran mereka, misalnya cerita-cerita terjadinya langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SINOPSIS CERITA RAKYAT UMBUL PELEM DAN UMBUL MANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umbul Pelem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Umbul Pelem konon dahulu lokasi tersebut tumbuh sebuah pohon pelem (mangga) yang besar di sekitar umbul. Namun, setalah sekian lama pohon pelem tersebut kini sudah tidak ada, yang ada hanya sebuah pohon beringin yang sangat besar, sehingga membuat lokasi sekitar umbul menjadi teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umbul pelem dipercaya orang yang mempunyai kedududukan jika melakukan kungkum (berendam) supaya mudah untuk naik pangkat, hal ini terbukti banyak ditemukannya sajen (syarat) yang berupa kembang setaman (bunga yang berwarna-warni yang biasa digunakan untuk ritual dalam masyarakat jawa), terutama pada hari-hari tertentu, terutama pada hari jumat kliwon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umbul Menten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita rakyat yang beredar di masyarakat mengenai asal muasal umbul ini. Konon dahulu ada sepasang pengantin baru. Pengantin ini diberi wejangan oleh kedua orang tuanya, “kalo pengantin baru itu, dilarang keluar rumah bersama-sama menjelang senja (maghrib) sebelum 40 hari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan pengantin tersebut bertanya “mengapa mereka dilarang keluar rumah menjelang senja sebelum 40 hari”. Dijawab oleh orang tua tersebut, “kalian ndak perlu membantah. turuti saja dan kalian akan selamat”, dengan nada sedikit marah karena nasehatnya dibantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantin tersebut suatu hari sebelum 40 hari keluar rumah bersama-sama. Saat itu menjelang senja. Sang suami berjalan mendahului istrinya. Setelah berjalan lama, sang suami menengok ke belakang dan menemukan istrinya menjauh kemudian lenyap. Begitu juga dengan sang istri, ketika dia mengejar sang suami ternyata suaminya semakin jauh dan akhirnya lenyap. Letak kedua umbul inilah disinyalir sebagai lokasi di mana kedua suami istri itu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga masyarakat yang percaya jika pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunun dan ingin mendapatkan keturunan harus berendam semalaman di umbul Manten. Air di umbul Manten juga sering digunakan untuk siraman pada pernikahan adat jawa, orang yang sering mengambil air di Umbul Manten ini terutama orang dari kawasan solo dan jogja sedangkan oaring sekitar hanya memanfaatkan air tersebut untuk mandi dan pengairan di sawah-sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adriyono, Dudung 2005. Cerita Rakyat Kabupaten Sukoharjo dalam Program Pasca Sarjana, Surakarta: Program Pasca Sarjana Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminuddin, 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Asah Asih Asuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damono, Sapardi Djoko. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danandjaja. 1991. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dll. Jakarta: Grafiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imron, Ali. 2003. “Metode Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi”. Makalah pada Diklat Pengkajian Sastra dan Pengajaran: Perspektif KBK. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Bhineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listyowati, Anik Budi. 2000. “Legenda Pangeran Samudra Gunung Kemukus Fungsi Bagi Masyarakat Pemiliknya: Sebuah Kajian Pragmatik”. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moleong, Lexy. 1989. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutopo. H.B. 1996. Penelitian Kualitatif. Surakarta. Sebelas Maret University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________. 2002. Penelitian Kualitatif. __________. Sebelas Maret University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryani, Nine Dwi. 2005. “Cerita Rakyat Berkenaan dengan Asal-Usul Situ Begendit di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut”. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan, dkk. 1980. Stuktur Sastra Lisan Tamiang. Jakarta: Pusat Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewawancara : Arief yuri&lt;br /&gt;yang diwawancarai : warga (mbah Reso)&lt;br /&gt;waktu wawancara : 9.30-10.45&lt;br /&gt;lokasi : diantara umbul pelem dan umbul manten&lt;br /&gt;pewawancara : Sejarah umbul pelem dan Umbul manten itu bagaimana ya Mbah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warga (mbah reso) : &lt;/span&gt;konon dahulu lokasi tersebut tumbuh sebuah pohon pelem (mangga) yang besar di sekitar umbul. Namun, setalah sekian lama pohon pelem tersebut kini sudah tidak ada, yang ada hanya sebuah pohon beringin yang sangat besar, sehingga membuat lokasi sekitar umbul menjadi teduh.&lt;br /&gt;Umbul pelem dipercaya orang yang mempunyai kedududukan jika melakukan kungkum (berendam) supaya mudah untuk naik pangkat, hal ini terbukti banyak ditemukannya sajen (syarat) yang berupa kembang setaman (bunga yang berwarna-warni yang biasa digunakan untuk ritual dalam masyarakat jawa), terutama pada hari-hari tertentu, terutama pada hari jumat kliwon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pewawancara :&lt;/span&gt; kalau umbul menten bagaimana Mbah?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mbah reso :&lt;/span&gt; Ada cerita rakyat yang beredar di masyarakat mengenai asal muasal umbul ini. Konon dahulu ada sepasang pengantin baru. Pengantin ini diberi wejangan oleh kedua orang tuanya, “kalo pengantin baru itu, dilarang keluar rumah bersama-sama menjelang senja (maghrib) sebelum 40 hari”.&lt;br /&gt;Pasangan pengantin tersebut bertanya “mengapa mereka dilarang keluar rumah menjelang senja sebelum 40 hari”. Dijawab oleh orang tua tersebut, “kalian ndak perlu membantah. turuti saja dan kalian akan selamat”, dengan nada sedikit marah karena nasehatnya dibantah.&lt;br /&gt;Pengantin tersebut suatu hari sebelum 40 hari keluar rumah bersama-sama. Saat itu menjelang senja. Sang suami berjalan mendahului istrinya. Setelah berjalan lama, sang suami menengok ke belakang dan menemukan istrinya menjauh kemudian lenyap. Begitu juga dengan sang istri, ketika dia mengejar sang suami ternyata suaminya semakin jauh dan akhirnya lenyap. Letak kedua umbul inilah disinyalir sebagai lokasi di mana kedua suami istri itu lenyap.&lt;br /&gt;Ada juga masyarakat yang percaya jika pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunun dan ingin mendapatkan keturunan harus berendam semalaman di umbul Manten. Air di umbul Manten juga sering digunakan untuk siraman pada pernikahan adat jawa, orang yang sering mengambil air di Umbul Manten ini terutama orang dari kawasan solo dan jogja sedangkan oaring sekitar hanya memanfaatkan air tersebut untuk mandi dan pengairan di sawah-sawah. Itu saja mas yang saya tahu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pewawancara : &lt;/span&gt;oh, terimakasih mbah....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4534354911160544631?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4534354911160544631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/folklor-umbul-manten-proposal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4534354911160544631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4534354911160544631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/folklor-umbul-manten-proposal.html' title='FOLKLOR UMBUL MANTEN, PROPOSAL'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-565143107669489161</id><published>2009-03-01T06:59:00.000-08:00</published><updated>2009-06-16T21:46:47.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>HARAPAN II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf24CTDuATI/AAAAAAAAAC0/VZ_uEy2ptho/s1600-h/harapan__.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf24CTDuATI/AAAAAAAAAC0/VZ_uEy2ptho/s200/harapan__.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331619883491655986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harapan. Satu kata ini mempunyai filosofi yang sangat tinggi buatku, dengan harapan aku dilahirkan, dengan harapan aku dibesarkan, dengan harapan dua insan disatukan dalam ikatan yang suci, dengan harapan aku tahu kemana langkahku ku jejakkan, dengan harapan ku rangkai dan raih cita dan cintaku, dengan harapan aku tahu terangnya dunia yang gelap, dengan harapan aku tahu pahit manisnya dunia, dengan harapan aku mampu berkarya dan dengan harapan pula aku berusaha mewujudkan impianku, dan dengan harapan juga suatu saat aku akan kembali keasal (tanah). Dan dengan harapan pula perjalanan kembaliku khusnul khotimah....amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-565143107669489161?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/565143107669489161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/565143107669489161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/565143107669489161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/harapan.html' title='HARAPAN II'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf24CTDuATI/AAAAAAAAAC0/VZ_uEy2ptho/s72-c/harapan__.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3247064397577823572</id><published>2009-02-28T06:46:00.000-08:00</published><updated>2009-05-03T19:32:34.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Tanya...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf5TewFfWFI/AAAAAAAAAC8/ilTJY1Eju3U/s1600-h/tanda-tanya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf5TewFfWFI/AAAAAAAAAC8/ilTJY1Eju3U/s200/tanda-tanya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331790796622354514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak ada bintang di malam ini&lt;br /&gt;buram&lt;br /&gt;dinginnya sang malam&lt;br /&gt;terasa gerah karena amarah&lt;br /&gt;kenapa?&lt;br /&gt;kenapa begini?&lt;br /&gt;ada yang tahu?&lt;br /&gt;tanyaku...&lt;br /&gt;sepekat apa, sedalam apa&lt;br /&gt;lautan malam ini?&lt;br /&gt;ketika kenyamanan&lt;br /&gt;bagai embun malam&lt;br /&gt;yang akan hilang seketika&lt;br /&gt;ketika tersingkap sang fajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3247064397577823572?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3247064397577823572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/tanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3247064397577823572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3247064397577823572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/tanya.html' title='Tanya...'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf5TewFfWFI/AAAAAAAAAC8/ilTJY1Eju3U/s72-c/tanda-tanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4372871570342459322</id><published>2009-02-24T06:40:00.001-08:00</published><updated>2009-05-06T04:16:31.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sajak Mata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgFxRNUaVXI/AAAAAAAAAD0/ZBaEfkcqYB8/s1600-h/mata.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgFxRNUaVXI/AAAAAAAAAD0/ZBaEfkcqYB8/s200/mata.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332667974230365554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kulihat cahaya hatimu nampak di situ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tergambar jelas dari tatapanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak bisa berbohong tak bisa menipu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu adalah jendela hidupmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4372871570342459322?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4372871570342459322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4372871570342459322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4372871570342459322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-mata.html' title='Sajak Mata'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgFxRNUaVXI/AAAAAAAAAD0/ZBaEfkcqYB8/s72-c/mata.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5003455380982408276</id><published>2009-02-24T06:40:00.000-08:00</published><updated>2009-05-02T19:19:35.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Jendela Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfz-_V8Zt1I/AAAAAAAAAB0/EdJgC51xgWU/s1600-h/heart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfz-_V8Zt1I/AAAAAAAAAB0/EdJgC51xgWU/s200/heart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331416423075526482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kulihat cahaya hatimu nampak di situ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tergambar jelas dari tatapanmu&lt;br /&gt;tak bisa berbohong tak bisa menipu&lt;br /&gt;karena itu adalah jendelamu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5003455380982408276?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5003455380982408276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kulihat-cahaya-hatimu-nampak-di-situ.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5003455380982408276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5003455380982408276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kulihat-cahaya-hatimu-nampak-di-situ.html' title='Jendela Hati'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sfz-_V8Zt1I/AAAAAAAAAB0/EdJgC51xgWU/s72-c/heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8403053712942258342</id><published>2009-02-21T04:39:00.000-08:00</published><updated>2009-05-03T02:50:03.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SAJAK PELANGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf1oe32BZ5I/AAAAAAAAACs/voAI6qZ78sE/s1600-h/pelangi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf1oe32BZ5I/AAAAAAAAACs/voAI6qZ78sE/s200/pelangi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331532413472434066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan itu meyisakan dingin&lt;br /&gt;membasahi tanah di pinggir pohon jati&lt;br /&gt;yang kokoh di pinggir danau yang beriak&lt;br /&gt;memantulkan pelangi&lt;br /&gt;memberikan warna-warni baru setelahnya&lt;br /&gt;geliat kehidupan pun dimulai...&lt;br /&gt;ketika sang katak mencari betinanya&lt;br /&gt;melanjutkan migrasi&lt;br /&gt;mencari kehangatan diantara hangatnya semak-semak&lt;br /&gt;menari-nari dan melompat-lompat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8403053712942258342?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8403053712942258342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8403053712942258342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8403053712942258342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-pelangi.html' title='SAJAK PELANGI'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf1oe32BZ5I/AAAAAAAAACs/voAI6qZ78sE/s72-c/pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4002997059688763154</id><published>2009-02-18T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T05:27:13.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SAJAK PENGEMIS KECIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgAwAYGWn2I/AAAAAAAAADk/J1pN97C6oo4/s1600-h/pengemis1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgAwAYGWn2I/AAAAAAAAADk/J1pN97C6oo4/s200/pengemis1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332314741833899874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dinginnya pagi itu masih menjaganya&lt;br /&gt;dalam lelap selimut baju kumal&lt;br /&gt;rambutnya mulai meggimbal tebal&lt;br /&gt;tangannya mengepal seraya ingin menutup badan&lt;br /&gt;namun apa daya hanya sekepal&lt;br /&gt;sandal menjadi bantal&lt;br /&gt;berkasurkan aspal di pinggiran trotoar&lt;br /&gt;hujan semalam mengiris tubuh.&lt;br /&gt;ketika pekatnya embun membalut kulitnya yang kering&lt;br /&gt;membasahi sebagian parasnya memucat&lt;br /&gt;"ku yakin perutnya tak ada kehidupan sang cacing?!&lt;br /&gt;menerbangkan empatiku&lt;br /&gt;bergelayut menari-nari diatas lamunanku&lt;br /&gt;berpegangan erat, bagaimana cara menolongnya&lt;br /&gt;namun hanya sebuah tanya yang tersisa, karena aku tak berdaya&lt;br /&gt;membayangkan....?&lt;br /&gt;bagaimana tubuh mungilnya itu menahan hembusan malam?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4002997059688763154?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4002997059688763154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-pengemis-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4002997059688763154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4002997059688763154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/sajak-pengemis-kecil.html' title='SAJAK PENGEMIS KECIL'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgAwAYGWn2I/AAAAAAAAADk/J1pN97C6oo4/s72-c/pengemis1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8125362237476414479</id><published>2009-02-18T18:35:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:16:46.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>PENGACUAN PERSONA DALAM WACANA CELATHU BUTHET “MAMPIR NGGUYU” PADA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI MINGGU LEGI 18 JANUARI 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Arief Yuri Wahyu Nugraha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Analisis wacana Celathu Buthet dari pengacuan personal, pengacuan persona termasuk dalam aspek gramatikal. Pengacuan/ referensi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pengacuan persona, demonstratif, dan komparatif. Dalam analisis ini peneliti hanya memfokoskan pada pengacuan persona saja. Berikut analisisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) “Lho bukan begitu, selama ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; hanya merasa sebagai suami. Pejantannya bini. Sekadar seoarang ayah. Tapi bukan orang tua. Kalau sebentar lagi punya mantu, nah ini saatnya jadi orang tua. Sampun sepuh...”. Ujar Mas Celathu yang pinginnya dianggap muda terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tahun ini sulung&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nya&lt;/span&gt; Mas Celathu yang dijuluki Mas Ndut akan mengakhiri masa lajang&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nya&lt;/span&gt;. Biasanya, tak lama kemudian pengantin baru itu akan punya momongan. Lalu Mas Celathu akan menyandang status baru: simbah, eyang, kakek, aki, atau engkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tuturan (1) terdapat pronomina persona I tunggal bentuk bebas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; mengacu pada unsur lain yang berada didalam teks yang disebutkan kemudian, yaitu Mas Celathu (orang yang bertutur) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora (karena acuannya berada di dalam teks), bersifat kataforis (karena acuannya disebutkan kemudian). Sedangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; (sulungnya) mengacu pada Mas Celathu yang disebutkan kemudian atau antisedennya berada di kanan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-nya&lt;/span&gt; pronomina persona III tunggal bentuk terikat lekat kanan. Dengan ciri-ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang kataforis melalui pronomina persona III tunggal. Pada tuturan yang sama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; (lajangnya) mengacu pada Mas Ndut yang disebutkan sebelumnya atau antisedennya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona III tunggal bentuk terikat lekat kanan. Dengan ciri-ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina persona III tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mas Celathu merasa jengah, tidak terasa jika dirinya segera memasuki babakan baru hidupnya. “weleh-weleh, ... masih kinyis-kinyis begini kok &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku&lt;/span&gt; dipanggil simbah. Apa ya pantes? Lihat aja, garis wajahku masih oke. Belum banyak kerutannya. Masih nggantheng je”, seloroh Mas Celathu mengumbar narsisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tuturan (3) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku&lt;/span&gt; mengacu pada Mas Celahtu yang disebutkan kemudian atau satuan lingualnya berada di kanan melalui satuan lingual berupa pronomina persona I tunggal bentuk bebas. Dengan ciri-ciri semacam itu, maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang kataforis melalui pronomina persona I tunggal. Sedangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–ku&lt;/span&gt; (wajahku) pada tuturan yang sama mengacu pada Mas Celathu yang disebutkan kemudian atau antisedennya berada di kanan melalui satuan lingual berupa pronomina persona I terikat kanan. Dengn ciri-ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–ku&lt;/span&gt; (wajahku) adalah jenis kohei gramatikal pengacuan endofora yang kataforis melalui pronomina persona I tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) “Lihat tuh uban&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nya&lt;/span&gt; tambah banyak. Mbok ya insyaf, menyadari kalau sudah tua. Mau punya mantu kok gak mau berubah. Harus lebih bijaksana, lebih waskita. Lagian tenaga dan stamina kan juga sudah susut banget. Tidak kayak dulu lagi.” Mbakyu Celathu meningatkan. Bukannya meng-iya-kan, Mas Celathu yang selalu ge-er sebagai “pejantan tangguh” langsung ngeyel, “Eit, nanti dulu. Biar pun bakal punya mantu, jangan remehkan tenaga dan stamina&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ku&lt;/span&gt;. Kalaupun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku&lt;/span&gt; jadi simbah. Aku tetap lelaki perkasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tuturan (4) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; (ubannya) mengacu pada Mas Celathu yang disebutkan kemudian atau antisedennya berada di kanan. Satuan lingual &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; ­merupakan pronomina persona III tunggal lekat kanan. Dengan ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–nya&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang kataforis melalui pronmina persona III tunggal. Pada tuturan yang sama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–ku&lt;/span&gt; (staminaku) mengacu pada Mas Celathu yang disebutkan sebelumnya atau antisedennya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona I tunggal bentuk terikat lekat kanan. Dengan ciri-ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;–ku&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina persona I tunggal. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku &lt;/span&gt;dalam &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“kalaupun aku jadi simbah"&lt;/span&gt; pada tuturan yang sama mengacu pada Mas Celathu yang disebutkan sebelumnya atau satuan lingualnya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona I tunggal bentuk bebas. Dengan ciri semacam itu maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina persona I tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) “Mbelgedhes. Lha wong udah kena diabetes kok masih mbagusi. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sampeyan&lt;/span&gt; itu mbok ya nyebut. Toh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; juga nggak nuntut macem-macem. Rileks aja kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampeyan&lt;/span&gt; merupakan bahasa jawa yang artinya anda/ kamu. Anda/ kamu mengacu pada Mas Celathu pada tuturan yang disebutkan sebelumnya/ terdahulu atau antisedennya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona II tunggal bentuk bebas. Dengan ciri semacam itu maka sampeyan (anda/ kamu) adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina personal II tunggal. Pada tuturan yang sama, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; mengacau pada Mbakyu Celathu yang disebutkan sebelumnya/ terdahulu atau antisedennya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona I tunggal bentuk bebas. Dengan semacam itu maka saya adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina persona I tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tapi justru jadi kelakar menggembirakan. Dunia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka&lt;/span&gt; barangkali memang dunia yang sengaja dikreasikan untuk senantiasa berjenaka-ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka&lt;/span&gt; mengacu pada keluarga Mas Celathu dan Mbakyu Celathu pada tuturan yang disebutkan sebelumnya atau antisedennya berada di kiri melalui satuan lingual berupa pronomina persona III jamak bentuk bebas. Dengan ciri semacam itu, maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka&lt;/span&gt; adalah jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora yang anaforis melalui pronomina persona III jamak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8125362237476414479?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8125362237476414479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/artikel-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8125362237476414479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8125362237476414479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/artikel-bahasa.html' title='PENGACUAN PERSONA DALAM WACANA CELATHU BUTHET “MAMPIR NGGUYU” PADA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI MINGGU LEGI 18 JANUARI 2009'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3023437957897333069</id><published>2009-02-18T18:19:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:17:34.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>JEJAK LANGKAH SASTRA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb7OMlESII/AAAAAAAAAFk/U1DSGTwEv50/s1600-h/kotaklogos-balckwhitered.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb7OMlESII/AAAAAAAAAFk/U1DSGTwEv50/s200/kotaklogos-balckwhitered.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334227029980366978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JEJAK LANGKAH SASTRA INDONESIA&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;oleh: Maman S. Mahayana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sastra adalah roh kebudayaan. Ia lahir dari proses yang rumit kegelisahan sastrawan atas kondisi masyarakat dan terjadinya ketegangan atas kebudayaannya. Sastra sering juga ditempatkan sebagai potret sosial. Ia mengungkapkan kondisi masyarakat pada masa tertentu. Ia dipandang juga memancarkan semangat zamannya. Dari sanalah, sastra memberi pemahaman yang khas atas situasi sosial, kepercayaan, ideologi, dan harapan-harapan individu yang sesungguhnya merepresentasikan kebudayaan bangsanya. Dalam konteks itulah, mempelajari sastra suatu bangsa pada hakikatnya tidak berbeda dengan usaha memahami kebudayaan bangsa yang bersangkutan. Dengan perkataan lain, mempelajari kebudayaan suatu bangsa tidak akan lengkap jika keberadaan kesusastraan bangsa yang bersangkutan diabaikan. Di situlah kedudukan kesusastraan dalam kebudayaan sebuah bangsa. Ia tidak hanya merepresentasikan kondisi sosial yang terjadi pada zaman tertentu, tetapi juga menyerupai pantulan perkembangan pemikiran dan kebudayaan masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesusastraan Indonesia atau kesusastraan bangsa mana pun juga di dunia ini pada dasarnya merupakan potret sosial budaya masyarakatnya. Ia berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa itu. Ia merupakan refleksi kegelisahan kultural dan sekaligus juga merupakan manifestasi pemikiran bangsa yang bersangkutan. Periksa saja perjalanan kesusastraan Indonesia sejak kelahirannya sampai kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman Balai Pustaka (1920—1933), misalnya, kita melihat, karya-karya sastra yang muncul pada saat itu masih menunjukkan keterikatakannya pada problem kultural ketika bangsa Indonesia berhadapan dengan kebudayaan Barat. Tarik-menarik antara tradisi dan pengaruh Barat dimanifestasikan dalam bentuk tokoh-tokoh rekaan yang mewakili golongan tua (tradisional) dan golongan muda (modern). Tarik-menarik itu juga tampak dari tema-tema yang diangkat dalam karya sastra pada masa itu. Problem adat yang berkaitan dengan masalah perkawinan dan kedudukan perempuan hampir mendominasi novel Indonesia pada zaman itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam puisi, problem kultural itu tercermin dari masih kuatnya keterikatan pada bentuk kesusastraan tradisional, seperti pantun atau syair. Meskipun Muhammad Yamin memperkenalkan bentuk soneta (: Barat) dalam puisinya, ia sebenarnya masih menggunakan pola pantun dalam persamaan persajakan (bunyi) setiap lariknya. Sementara itu, dilihat dari tema-tema yang diangkatnya, tampak ada usaha merumuskan sebuah konsep kebangsaan, meskipun yang dikatakan Muhammad Yamin masih dalam lingkup Pulau Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam bidang drama, Rustam Effendi dalam Bebasari (1926) secara simbolik menawarkan perlawanan kepada bangsa asing (Belanda). Penculikan Sita (Ibu Pertiwi) oleh Rahwana (kolonial) pada akhirnya harus dimenangkan oleh perjuangan gigih seorang Rama (pemuda Indonesia). Jadi, secara simbolik, drama ini sudah mempersoalkan konsep kebangsaan dan pentingnya perjuangan melawan penjajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu, di pihak yang lain, secara ideologis, karya sastra, terutama novel-novel yang diterbitkan Balai Pustaka memperlihatkan betapa novel-novel yang diterbitkan lembaga itu sejalan dengan ideologi pemerintah kolonial Belanda. Balai Pustaka sebagai lembaga penerbitan yang dikelola pemerintah kolonial Belanda, tentu saja mempunyai kepentingan ideologis. Oleh karena itu sangat wajar jika novel-novel yang diterbitkan Balai Pustaka mengusung kepentingan ideologi kolonial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman Pujangga Baru (1933—1942), tarik-menarik antara Barat dan Timur tampak tidak hanya pada perdebatan Polemik Kebudayaan, tetapi juga dalam usaha mereka menerjemahkan gagasan itu dalam karya-karyanya. Maka kita dapat melihat puisi-puisi Amir Hamzah cenderung mengungkapkan nafas sufisme dan kosa kata Melayu kuno (Timur). Ia juga banyak menerjemahkan khazanah kesusastraan Timur, khasnya India. Baghawad Gita dan beberapa terjemahan puisi Tiongkok adalah satu contoh usahanya memperkenalkan khazanah kesusastraan Timur itu. Berbeda dengan Amir Hamzah, Sutan Takdir Alisjahbana berteriak lantang menganjurkan agar bangsa Indonesia meniru dan berorientasi ke Barat. Hanya dengan itu, menurutnya, bangsa Indonesia akan mencapai kemajuan. Salah satu novel Sutan Takdir Alisjahbana yang tampak mengusung gagasannya mengenai semangat Barat adalah Layar Terkembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada masa itu, puisi Indonesia sudah mulai jauh meninggalkan gaya pengucapan pantun atau syair. Masuknya pengaruh romantisisme Barat –melalui Angkatan ‘80 (De Tachtiger Beweging) Belanda— diterima dengan segala penyesuaiannya. Puisi tidak hanya menjadi alat mengangkat dunia ideal, tetapi juga menjadi sarana penyadaran akan kebesaran masa lalu. Romantisisme Pujangga Baru lahir bukan karena kegelisahan atas merosotnya nilai-nilai rohani, spiritualitas, dan terjadinya eksplorasi kekayaan alam, melainkan sekadar mencari bentuk pengucapan baru dalam puisi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perubahan drastis dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik di Indonesia, terjadi selepas bala tentara Jepang masuk menggantikan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Dalam masa pemerintahan pendudukan Jepang (Maret 1942—Agustus 1945), segala potensi diarahkan untuk kepentingan perang. Maka, kesusastraan pun dijadikan alat propaganda pemerintah pendudukan Jepang untuk mengobarkan semangat Asia Timur Raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kehidupan kesusastraan Indonesia pada masa itu sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-politik, ekonomi. Ambruknya kehidupan ekonomi pada masa itu yang menempatkannya berada pada titik terendah, ikut pula mempengaruhi kerja kreatif para sastrawan. Maka membuat karya yang lebih cepat mendapatkan uang menjadi pilihan yang lebih rasional. Itulah sebabnya, ragam puisi dan cerpen pada zaman Jepang itu jauh lebih banyak dibandingkan novel. Demikian juga penulisan naskah drama menempati posisi yang sangat baik mengingat propaganda melalui pementasan sandiwara (drama) dianggap lebih efektif. Itulah sebabnya, pemerintah pendudukan Jepang menyediakan banyak panggung atau gedung pementasan sebagai sarana penyebarluasan propaganda melalui pementasan-pementasan drama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selepas Proklamasi, 17 Agustus 1945, kesadaran akan semangat kebangsaan dan pentingnya menyongsong dunia baru, menjadi semacam trend yang kemudian diwujudkan ke dalam karya-karya sastra yang terbit pada masa itu. Chairil Anwar muncul dengan puisi-puisinya yang penuh vitalitas, bersemangat, dan menggelora. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, Chairil Anwar menerbitkan Tiga Menguak Takdir (1949) yang menunjukkan penolakan terhadap semangat Pujangga Baru. Menguak Takdir dapat dimaknai sebagai pisau bermata dua: (1) mengusung semangat perjuangan, bahwa nasib bangsa sangat bergantung pada usaha untuk tidak menyerah pada keadaan, pada nasib, pada takdir. (2) menolak segala gagasan yang dianjurkan Sutan Takdir Alisjahbana, yaitu (i) kebudayaan bangsa harus ditentukan bukan oleh Timur—Barat, melainkan oleh diri sendiri. “Kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri,” (ii) bentuk pengucapan dalam puisi tidak perlu lagi dengan bahasa yang mendayu-dayu dan berbunga-bunga, tetapi dengan bahasa sehari-hari yang lugas dan langsung. Chairil Anwar yang menjadi tokoh kunci Angkatan 45 seperti meninggalkan jejak yang begitu kuat dalam peta puisi Indonesia. Pengaruhnya terus bergulir sampai periode berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam bidang prosa –novel dan cerpen—pengalaman pahit zaman Jepang dan trauma kegetiran perang kemerdekaan (1945—1949) telah menjadi sumber ilham bagi prosais Indonesia. Maka, Idrus mengangkat kegetiran pada zaman Jepang, Pramoedya Ananta Toer mengeksplorasi pengalamannya semasa menjadi gerilyawan dan berjuang melawan tentara Belanda. Demikian juga Mochtar Lubis, Balfas, Toha Mohtar, Subagio Sastrowardojo, Nugroho Notosusasto, dan beberapa novelis Indonesia lainnya yang dibesarkan dalam gejolak revolusi, mengangkat pengalaman perang sebagai tragedi kemanusiaan yang amat getir, dan di pihak lain digunakan juga sebagai alat untuk menumbuhkan semangat kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memasuki dasawarsa tahun 1950-an kesusastraan Indonesia berada dalam situasi yang amat semarak. Selain tentang kisah peperangan, juga muncul semangat kedaerahan dan nafas filsafat eksistensialisme. Sitor Situmorang, Nasjah Djamin, dan teristimewa Iwan Simatupang adalah beberapa nama yang sangat bersemangat memasukkan filsafat eksistensialisme ke dalam karya-karyanya. Iwan Simatupang kemudian menjadi sastrawan penting ketika novel-novelnya diterbitkan selepas peristiwa tragedi 30 September 1965.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masa suram kesusastraan Indonesia dan umumnya kehidupan kebudayaan Indonesia terjadi pada paroh pertama dasawarsa tahun 1960-an (1961—1965). Ketika itu, slogan “Politik adalah Panglima” telah menempatkan kehidupan politik di atas segala-galanya. Kesusastraan dan kebudayaan kemudian digunakan sebagai alat perjuangan politik. Pro dan kontra pun terjadi. Terbelahlah sastrawan Indonesia ke dalam beberapa kubu yang mengerucut menjadi dua kubu besar, yaitu golongan sastrawan yang mengusung semangat humanisme universal dan golongan sastrawan yang mengusung sastra dan kebudayaan sebagai alat perjuangan politik dengan penekanan pada sastra yang berpihak pada rakyat. Kelompok pertama mendeklarasikan sikapnya melalui apa yang disebut “Manifes Kebudayaan” dan kelompok kedua tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang berporos pada Partai Komunis Indonesia (PKI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kehidupan kesusastraan dan kebudayaan dalam masa lima tahun itu benar-benar memasuki situasi yang buruk. Perbedaan pendapat dan ideologi menjadi pertentangan fisik dan serangkaian teror. Pelarangan Manifes Kebudayaan oleh Presiden Soekarno menandai tersingkirnya kelompok Manifes dalam berbagai aspek kehidupan kebudayaan, meskipun mereka terus bergerak melakukan perlawanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pecahnya peristiwa 30 September 1965 yang memicu gelombang demonstrasi pelajar dan mahasiswa sekaligus menghancurkan dominasi PKI dalam kehidupan politik nasional. Lekra sebagai underbouw PKI tentu saja ikut menjadi korban. Kelompok sastrawan pendukung Manifes Kebudayaan seperti keluar dari lubang kematian. Mereka kemudian mengusung karya-karya protes. Taufiq Ismail sebagai tokoh kunci gerakan ini menyuarakan semangat perlawanannya melalui puisi. Penyair lain, seperti Bur Rasuanto, Slamet Sukirnanto, Wahid Situmeang, adalah beberapa sastrawan yang ikut menyuarakan semangat perlawanan itu. H.B. Jassin kemudian menyebut gerakan para sastrawan itu sebagai Angkatan 66.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gelombang demonstrasi pelajar dan mahasiswa itu berhasil mencapai perjuangannya dengan pembubaran PKI dan kemudian berdampak pada kejatuhan Presiden Soekarno. Praktis PKI beserta para pendukungnya, berada dalam posisi sebagai pecundang. Kalah dalam perjuangan politiknya. Dan Pemerintah yang menyebut dirinya sebagai Orde Baru melakukan pembersihan. Sastrawan yang tergabung dalam Lekra dengan sendirinya menjadi pihak yang kalah. Mereka ditangkap, dipenjara, dan tokoh-tokoh pentingnya dibuang ke Pulau Buru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Babak baru muncul dalam perjalanan kesusastraan Indonesia. Trauma terhadap campur tangan politik dalam kebudayaan, khususnya kesusastraan, telah memberi kesadaran, bahwa kesusastraan, kesenian, dan secara keseluruhan, kebudayaan, tidak boleh dimasuki kepentingan politik. Kehidupan kebudayaan harus dipisahkan dari kehidupan politik. Tak ada tempat lagi bagi politik untuk masuk dan mengganggu kehidupan kesusastraan. Anggapan bahwa muatan politik hanya akan mengganggu estetika berkesenian menjadi semacam label penting dalam kehidupan kesenian dan lebih khusus lagi, kesusastraan Indonesia. Lalu, bagaimana pengaruhnya terhadap kesusastraan Indonesia ketika politik dianggap tidak berhak lagi memasuki wilayah kesenian dan kesusastraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selepas tahun 1965 dan terutama memasuki pertengahan dasawarsa 1970-an, sastrawan Indonesia seolah-olah memperoleh saluran kebebasan yang lebih luas. Di pihak lain, mereka menolak campur tangan politik. Maka, usaha mengeksploitasi estetika yang berada jauh di luar politik adalah penggalian pada tradisi, pada sumber kekayaan khazanah kesusastraan sendiri. Di sinilah, kisah-kisah dunia jungkir-balik dalam dongeng-dongeng rakyat menjadi salah satu sumber kreativitas mereka. Selain itu, unsur-unsur mistik Islam—Jawa, sufisme, dan khazanah puisi rakyat, disadari sebagai kekayaan tradisi yang dapat dikemas atau diselusupkan ke dalam bentuk puisi yang lebih modern. Sutardji Calzoum Bachri, misalnya, berhasil memanfaatkan mantera untuk kepentingan estetika puisinya yang mengandalkan kemerduan bunyi. Melalui kredonya yang menolak makna dalam kata, Sutardji menjadi salah satu tokoh kunci penyair Indonesia dasawarsa itu. Arifin C. Noer –dalam drama—berhasil pula memanfaatkan dongeng-dongeng dan teater rakyat, seperti ketoprak dan tanjidor, menjadi unsur penting dalam dramanya. Sementara itu, Kuntowijoyo yang lahir dan dibesarkan dalam tradisi kejawen, tetapi menyerap juga pengaruh tasawuf dan filsafat Barat (eksistensialisme), berhasil melahirkan sebuah novel, Khotbah di Atas Bukit, yang memperlihatkan percampuran pengaruh-pengaruh itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dasawarsa 1970-an –yang kemudian disebut sebagai Angkatan 70-an— adalah masa berlahirannya karya-karya eksperimentasi. Iwan Simatupang lewat empat novelnya, Merahnya Merah, Ziarah, Kering, dan Kooong, tampil sebagai salah seorang maestro novel kontemporer Indonesia. Sejumlah nama lain, tentu saja masih panjang berderet. Tetapi secara umum, mereka mempunyai semangat yang sama, yaitu “kembali ke akar, kembali ke sumber.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memasuki dasawarsa 1980-an sampai pertengahan 1990-an, kesusastraan Indonesia seperti bergulir tanpa gejolak menghebohkan, tanpa hiruk-pikuk. Sejumlah karya memang masih tetap lahir dengan daya kejut yang cukup kuat. Ahmad Tohari lewat trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, menyadarkan kita akan dunia wong cilik dan orang-orang yang terpinggirkan. Umar Kayam dalam Para Priyayi mengukuhkan kekayaan kultur Jawa. Kejutan lain muncul ketika Pramoedya Ananta Toer memperkenalkan tetraloginya, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Keempat novel yang dikatakannya sebagai novel Pulau Buru itu konon ditulis Pram saat ia berada dalam tahanan di Pulau Buru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kejutan lain yang juga penting terjadi menjelang berakhir abad ke-20. Ayu Utami melalui novelnya, Saman (1998) mengejutkan banyak pihak terutama keberaniannya dalam mengungkapkan persoalan seks. Selepas itu, bermunculan sastrawan wanita yang dalam beberapa hal justru lebih berani dibandingkan Ayu Utami. Sebutlah misalnya, Dinar Rahayu (Ode untuk Leopold, 2002), Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang, Saya Monyet! 2003, dan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) 2004), Maya Wulan (Swastika, 2004).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jauh sebelum Ayu Utami, sejumlah sastrawan wanita sesungguhnya telah menunjukkan prestasi yang cukup penting, seperti Nh Dini, Titis Basino, Marianne Katoppo, Leila Chudori, Ratna Indraswari, Abidah El-Khalieqy, Helvy Tiana Rosa, atau Dorothea Rosa Herliani. Meskipun begitu, kemunculannya makin semarak justru selepas Ayu Utami itu. Boleh jadi, kondisi itu dimungkinkan oleh runtuhnya kekuasaan Orde Baru yang ketika itu banyak melakukan represi. Maka, begitu ada saluran pembebasan, berlahiranlah pengarang-pengarang wanita dengan keberanian dan kekuatannya masing-masing. Tercatat, beberapa di antaranya, Fira Basuki, Anggie D. Widowati, Naning Pranoto, Ana Maryam, Weka Gunawan, Agnes Jesicca, Ani Sekarningsih, Ratih Kumala, Asma Nadia, Nukila Amal dan Dewi Sartika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang menarik dari sejumlah karya yang ditulis para pengarang wanita ini adalah usahanya untuk tidak lagi terikat oleh problem domestik. Karya-karya mereka tidak lagi berbicara tentang problem rumah tangga –suami-istri, melainkan problem seorang perempuan dalam berhubungan dengan masyarakat kosmopolitan. Maka, di sana, tokoh-tokoh wanita yang menjadi pelaku utamanya, seenaknya bergentayangan ke mancanegara atau berhubungan dengan masyarakat dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikianlah, jejak langkah sastra Indonesia ini lebih merupakan tinjauan selayang pandang tentang perjalanan kesusastraan Indonesia. Terjadinya perubahan sosial-politik-ekonomi-budaya, secara langsung ikut mempengaruhi gaya pengucapan dan tema-tema yang diangkatnya. Dengan begitu, perjalanan sastra Indonesia sesungguhnya merepresentasikan perkembangan pemikiran atas terjadinya perubahan sosial yang terjadi di negeri ini. Dalam hal itulah, sastra laksana potret sosial dan di sana tercermin pula semangat zamannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa yang terjadi dalam sastra Indonesia, sangat mungkin terjadi pula dalam perjalanan sastra Korea. Lihat saja, karya-karya para pengarang Korea yang menyebut diri sebagai “Aliran Sastra Pascaperang” seperti Kim Tongni, Kwon Taeung, Han Musuk, Yu Chuhyon, Sonu Hwi, dan beberapa nama lain. Kisah-kisah tentang perang sebagai tragedi kemanusiaan, mengingatkan kita pada karya-karya sastrawan Indonesia tahun 1950-an yang juga mengangkat tema-tema kegelapan akibat perang. Pertemuan ayah—anak (Sokkyu—Pong Ho) dalam karya Kim Tongni, sungguh seperti kerinduan Tamin pada keluarganya dalam novel Pulang karya Toha Mohtar. Demikian juga karya Kwon Taeung tentang kisah Si Bongkok dari Seoul yang coba memanfaatkan suasana kacau akibat perang dengan “menipu” perempuan Ahyondong, sangat mungkin banyak terjadi di Indonesia ketika hidup dan mati berada dalam garis yang tipis. Sebagian besar karya “Aliran Sastra Pascaperang” yang mengangkat sisi lain tragedi perang menunjukkan adanya banyak persamaan ketika ia berbicara tentang perang yang menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara umum, ada tiga tema besar yang diangkat Aliran Sastra Pascaperang yang masalahnya bersumber pada peristiwa perang dengan segala akibatnya. Pertama, sastrawan yang dibesarkan atau terlibat langsung dalam perang saudara itu melihat bahwa peristiwa itu telah meninggalkan trauma psikologis yang dahsyat. Bagaimana mungkin bangsa Korea bisa terbelah dan tega saling berbunuhan sesama saudara hanya karena di belakangnya ada perbedaan ideologi. Perang menjadi sebuah pengalaman yang begitu mengerikan yang kemudian hanya meninggalkan satu pertanyaan besar yang tidak dapat dipahaminya: Mengapa perang harus terjadi dalam sebuah keluarga bersaudara, sesama bangsa, sesama manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua, bagaimanapun juga, penyebab utama pecahnya perang Korea dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan ideologi. Komunisme telah menunjukkan dirinya sebagai sebuah ideologi yang ekstrem dan radikal. Dan kekejaman komunisme telah menjadi lembaran hitam yang tidak mudah dilupakan. Maka kekejaman Komunis dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya menjadi tema yang banyak digarap sastrawan Aliran Sastra Pascaperang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, perang Korea tidak hanya telah membawa korban –harta benda, jiwa-raga— tetapi juga menghancurkan banyak anggota keluarga. Perang telah memisahkan segenap anggota keluarga, menghapus segala harapan ideal di masa depan. Yang muncul kemudian adalah nada pesimis. Maka, perang menjadi simbol kegelapan dan sikap pesimis dalam nenatap masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Begitulah, perang bagi bangsa Korea menjadi peristiwa besar dan kiamat kecil yang tidak mudah dilupakan begitu saja. Jejak kegetirannya telah meninggalkan trauma psikologis yang terus menghantui bangsa itu dalam masa yang panjang dan entah sampai kapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di luar persoalan perang yang kemudian menjadi tema penting dalam sejumlah karya aliran ini, ada style khas yang tampak mendominasi kecenderungan gaya pengucapannya, yaitu kecenderungan mengakhiri cerita secara terbuka (open ending). Boleh jadi masalahnya berkaitan dengan filsafat hidup bangsa Korea yang menempatkan kehidupan duniawi lebih penting daripada kehidupan akhirat, carpe diem: ambillah kesempatan selagi ada, raihlah prestasi selagi hidup. Sebuah dinamika hidup yang mendorong kerja untuk urusan di dunia menjadi lebih penting daripada kerja untuk urusan akhirat. Maka, kita dapat memahami sebuah peribahasa Korea yang berbunyi: “Lebih suka pupuk di ladang daripada keindahan di negeri hayal.” Maknanya: bahwa kerja dalam kehidupan ini, betapapun sengsaranya, jauh lebih penting dan lebih bermakna daripada surga yang hanya berada dalam angan-angan. Bertindak menjadi lebih penting daripada berhayal. Maka, bekerjalah, apa pun hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu hal yang menarik dari sastra Korea ini adalah adanya sejumlah persoalan yang ternyata terasa begitu dekat dengan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Perang Kemerdekaan, dan sebelum itu kekejaman bangsa Jepang, serangkaian pemberontakan, dan puncaknya terjadi pada tragedi 30 September 1965, juga merupakan peristiwa masa lalu bangsa Indonesia yang hakikatnya tidak berbeda dengan Perang Korea. Segala perang, siapa pun yang menjadi musuhnya, tetaplah akan meninggalkan jejak kepedihan ketika kita berbicara tentang kemanusiaan. Dengan demikian, ketika sastra berbicara tentang perang, tentang tragedi kemanusiaan, ketika itu pula nilai-nilai kemanusiaan universal tidak dapat disekat oleh batas geografi, sukubangsa, agama, ras, dan budaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perkembangan sastra Korea dewasa ini, niscaya tidak lagi terpaku pada masalah perang. Pasti ia berbicara tentang banyak hal, meskipun muaranya tetap sama: manusia dan kemanusiaan. Kesusastraan Indonesia, juga berkembang sesuai dengan perjalanan sejarah dan dinamika perubahan masyarakatnya. Dalam banyak hal, sastra Indonesia dan sastra Korea, niscaya mengandung banyak perbedaan. Tetapi, manakala ia berbicara tentang manusia dan kemanusiaan, ia tidak lagi terikat oleh batas geografi, sukubangsa, agama, ras, dan budaya. Keduanya –sastra Indonesia dan sastra Korea—tetap akan menjadi sebuah dunia yang asing, jika kedua bangsa ini tidak berusaha mendekati dan memahaminya. Oleh karena itu, kerja sama kebudayaan, khususnya kesusastraan, dengan berbagai bangsa dapat menciptakan sebuah jembatan yang memungkinkan kedua bangsa itu dapat saling memahami kebudayaan masing-masing. Dalam konteks itu, kehadiran delegasi pengarang. Korea di Indonesia dapat dimaknai sebagai salah satu usaha membangun jembatan yang memungkinkan bangsa Korea dan bangsa Indonesia dapat meningkatkan persahabatan-persaudaaran kedua bangsa. Dari sana, terbuka jalan lempang untuk memahami kebudayaan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Tulisan ini disampaikan pada acara CERAMAH DAN SIMPOSIUM SASTRA KOREA, pada tanggal 21 Juni 2005, di Kampus FIB UI Depok. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Korea.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;** Penulis adalah kritikus sastra dan dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3023437957897333069?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3023437957897333069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/artikel-jejak-langkah-sastra_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3023437957897333069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3023437957897333069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/artikel-jejak-langkah-sastra_18.html' title='JEJAK LANGKAH SASTRA INDONESIA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sgb7OMlESII/AAAAAAAAAFk/U1DSGTwEv50/s72-c/kotaklogos-balckwhitered.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-6978367778403688844</id><published>2009-02-10T01:50:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:18:49.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>KUNCI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hidup adalah pilihan, di mana kita akan tahu apakah pilihan itu baik buat kita atau sebaliknya... bagaikan air yang selalu tenang melewati bebatuan yang curam dan penuh liku...jalanilah semua dengan sabar... carilah "KUNCI KEHIDUPAN" itu! maka pintu akan terbuka!!?? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-6978367778403688844?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/6978367778403688844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kunci-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6978367778403688844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6978367778403688844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kunci-kehidupan.html' title='KUNCI KEHIDUPAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-2712617212888164790</id><published>2009-02-09T23:25:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:22:00.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>CURAHAN HATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgRF8TmgysI/AAAAAAAAAFE/-ncDjvTcWcA/s1600-h/key.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgRF8TmgysI/AAAAAAAAAFE/-ncDjvTcWcA/s200/key.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333464761069783746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup ini adalah pilihan. Pilihan yang dimana kita akan tahu apakah pilihan itu betul buat kita (good choose), atau salah buat kita (bad choose). Jalani bagai air yang mengalir... melewati bebatuan dan penuh liku... melewati hambatan dan pastinya tidak mudah, memerlukan pengorbanan yang luar biasa. Semua pasti melalui jalan kehidupan, ibarat seorang musafir dalam berkelana ia mencari jati diri, kunci kehidupan yang akan menuntun kita ke arah kehidupan abadi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-2712617212888164790?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/2712617212888164790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/curahan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2712617212888164790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/2712617212888164790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/curahan-hati.html' title='CURAHAN HATI'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgRF8TmgysI/AAAAAAAAAFE/-ncDjvTcWcA/s72-c/key.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7973747862528368047</id><published>2009-02-09T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-05-04T18:52:04.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>BAGAIMANA BERTELEPON DENGAN BAIK?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-bb4FSwwI/AAAAAAAAADE/i6O5UTrVn2o/s1600-h/GoEnglish_com_LendMeYourEar.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-bb4FSwwI/AAAAAAAAADE/i6O5UTrVn2o/s200/GoEnglish_com_LendMeYourEar.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332151387043316482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain menggunakan kalimat yang efektif, sebaiknya dalam bertelepon juga menggunakan kalimat yang santun dan tepat. Bertelepon menggunakan kalimat yang santun bukan berarti merendahkan diri kepada mitra bicara, melainkan justru sebaliknya. Mitra bicara kita akan lebih menghormati kita jika kita menggunakan bahasa yang santun. Sebaliknya, jika seseorang menggunakan bahasa yang tidak santun maka mitra bicara akan merendahkan kita. Orang yang berbicara tifak santun dianggap sebgai orang yang tidak perlu dihormati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam berkomunikasi melalui telepon, perlu memperhatikan kesantunan bertelepon. Antara lain.&lt;br /&gt;Gunakan kode panggilan ‘hallo’, ‘Assalamualaikum’ pada awal pembicaraan atau dapat mengucapkan selamat pagi, dll.&lt;br /&gt;Jika berbicara dengan mitra yang baru kita kenal, sebaiknya beritahu identitas kalian sebagai penelepon. Misalnya: saya Arif di klaten.&lt;br /&gt;Jika penerima telepon tidak memperkenalkan diri, maka kalian belum mengetahui/mengenal suara yang menerima. Yantakan dengan baik identitas lawn bicara kalian, misalnya: apakah benar ini rumah Anto? Maaf, dengan siapa saya bicara? (apabila ternyata kalian salah sambung, segera akhiri pembicaraan kalian dengan meminta maaf).&lt;br /&gt;Apabila lawan bicara kalian adalah orang yang kalian maksudkan, sampaikan kepentingan kalian dengan singkat dan jelas. Pergunakan bahasa yang baik terhadap lawan biara kalian. Akan tetapi, jika ternyat lawan bicara kalian bukan orang yang kalian maksudkan sampaikan kepentingan kalian dengan singkat dan jelas, dengan menittipkan pesan.&lt;br /&gt;Akhiri pembicaraan dengan ucapan terima kasih dan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian sebagai penerima telepon, perhatiklan hal-hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sambut/balaslah salam dari telepon.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampaikan identitas kalian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanyakan apa maksud dari penelepon, jika kalian memang orang yang dituju oleh penelepon, layani pembicaraan dengan baik dan sopan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika kalian bukan orang yang dituju oleh penelepon, tanyakan dengan bahasa yang baik apakah ada pesan, misalnya: apakah ada yang saya Bantu? Adakah pesan yang dapat saya sampaikan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tutuplah pembicaraan dengan ucapan terima kasih dan salam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan membiasakan berbahasa yang baiak, akankah membantu terwujudnya komunikasi yang baik pula.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut kalimat –kalimat yang tergolaong santun dalam pembicaraan melalui telepon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat sore, ini rumah dr. Susi, Anda ingin berbicara dengan siapa?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat malam….oh, maaf, Anda salah sambung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat pagi, ada yang dapat saya Bantu? dll&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7973747862528368047?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7973747862528368047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/bagaimana-bertelepon-dengan-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7973747862528368047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7973747862528368047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/bagaimana-bertelepon-dengan-baik.html' title='BAGAIMANA BERTELEPON DENGAN BAIK?'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf-bb4FSwwI/AAAAAAAAADE/i6O5UTrVn2o/s72-c/GoEnglish_com_LendMeYourEar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7734697474273134245</id><published>2009-02-07T20:14:00.000-08:00</published><updated>2009-05-06T17:54:09.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SERUAN...(PESAN ANAK BUMI)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgIw5rcHMRI/AAAAAAAAAEE/SAUZz6g3bb0/s1600-h/369_photo_kids_earth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 178px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgIw5rcHMRI/AAAAAAAAAEE/SAUZz6g3bb0/s200/369_photo_kids_earth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332878676231401746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Panas terik mentari siang ini&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak menyurutkan langkah kakiku menapaki&lt;br /&gt;jalanan berdebu, diantara asap-asap mobil&lt;br /&gt;yang meyegrak rongga paruku...&lt;br /&gt;menabrak mukaku yang mulai gerah,&lt;br /&gt;gerah akan prasangka terhadap bumi...&lt;br /&gt;udaramu semakin tak bersahabat dari hari ke hari&lt;br /&gt;menghitamkan kulitku...&lt;br /&gt;seandainya bisa bertieriak.. pasti berteriak...&lt;br /&gt;manusaia pun kelakuannya setali tiga uang...&lt;br /&gt;sama saja...? dengan pola hidupnya yang masih saja&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengentengkan.... &lt;/span&gt;segala hal yang mengenai lingkungan...&lt;br /&gt;marilah kawan, saudara, rekan-rekan! rubahlah bumi kita&lt;br /&gt;bumi yang sudah menangis!...marilah kita jaga Bumi demi anak-anak kita kelak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7734697474273134245?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7734697474273134245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/seruanpesan-anak-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7734697474273134245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7734697474273134245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/seruanpesan-anak-bumi.html' title='SERUAN...(PESAN ANAK BUMI)'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgIw5rcHMRI/AAAAAAAAAEE/SAUZz6g3bb0/s72-c/369_photo_kids_earth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7823376392939513837</id><published>2009-02-07T06:33:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:27:15.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>AHH...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari ini ku lelah... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mataku hilang daya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sayu mengantong kepucatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;wajahku bertanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;apakah sudah kau temukan kunci hidup ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kunci yang akan membukakan pintu-pintu duniawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahagia atau kesedihan...&lt;br /&gt;kesejahteraan atau kemlaratan...&lt;br /&gt;kemana akan kau bawa dirimu?&lt;br /&gt;jawabku...&lt;br /&gt;ahhh... aku tidak tahu...&lt;br /&gt;dalam hati keciku berkata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"maklum saja, hatiku semakin ingin mencari jawaban...,&lt;br /&gt;jawaban yang harus segera berujung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7823376392939513837?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7823376392939513837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/ahh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7823376392939513837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7823376392939513837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/ahh.html' title='AHH...'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-7735770492067740326</id><published>2009-02-06T08:04:00.000-08:00</published><updated>2009-05-03T10:15:23.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>CERMIN DIRI</title><content type='html'>Semilir angin malam tiup dedaunan&lt;br /&gt;Terdengar lirih syahdu dihiasai sinar rembulan&lt;br /&gt;Membawaku dalam kenangan&lt;br /&gt;Menembus dunia khayalan&lt;br /&gt;Bentangan alam bertaburan bintang-bintang hiasi,&lt;br /&gt;Sang Raja alam memberi rasa sepi, membuatku sendiri kini&lt;br /&gt;Haruskahku mencari sebuah cermin hati&lt;br /&gt;Disaat sang fajar kian menyingsing&lt;br /&gt;membawa dalam pikirku dalam hening&lt;br /&gt;membuat terkulai tubuhku termakan waktu bak pagi hilang kening&lt;br /&gt;malamun berganti, kehidupan beriring kering&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-7735770492067740326?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/7735770492067740326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/cermin-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7735770492067740326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/7735770492067740326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/cermin-diri.html' title='CERMIN DIRI'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4455616190043011010</id><published>2009-02-05T16:43:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:25:00.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>JANGAN RAGU!!!</title><content type='html'>Memulai sesuatu hal baru memanglah sangatlah berat jika kita tidak mau mencoba memulainya walau dengan sesuatu hal kecil dan mungkin tidak berarti menurut kita. Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri, banyak persoalan yang seharusnya mampu diselesaikan, namun karena tidak mau memulai maka masalah tersebut semakin menumpuk dan menjadi besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4455616190043011010?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4455616190043011010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/memulai-sesuatu-hal-baru-memanglah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4455616190043011010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4455616190043011010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/memulai-sesuatu-hal-baru-memanglah.html' title='JANGAN RAGU!!!'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-6370914953931509689</id><published>2009-02-04T19:13:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:23:54.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SELAMAT TIDUR CINTA</title><content type='html'>Selamat tidur cinta&lt;br /&gt;dambaan jiwa,&lt;br /&gt;Setelah sepi sendiri sekian lama&lt;br /&gt;Kini aku sadari, belum waktunya…&lt;br /&gt;Dapati hati yang setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirku, terkuras&lt;br /&gt;Emosi, Lelah...&lt;br /&gt;Bercampur, menjadi keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermimpi&lt;br /&gt;obati sejenak luka diri&lt;br /&gt;andai terbangun aku akan dapati&lt;br /&gt;Penentram hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-6370914953931509689?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/6370914953931509689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/selamat-tidur-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6370914953931509689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/6370914953931509689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/selamat-tidur-cinta.html' title='SELAMAT TIDUR CINTA'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-5400152539107054881</id><published>2009-02-04T02:30:00.001-08:00</published><updated>2009-05-21T17:25:42.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>TERAS ANGAN</title><content type='html'>Tujuan hidup kucoba selami&lt;br /&gt;Sudah lama aku terlupa akan diri &lt;br /&gt;Terlena karena cinta yang tak pasti&lt;br /&gt;Yang tidak pernah memberiku jawab janji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa semua ini harus terjadi?&lt;br /&gt;Ketika tangga keprihatinan akan arti menghampiri&lt;br /&gt;Bagaikan jurang kahidupan berbalas mimpi&lt;br /&gt;Yang senantiasa memisahkan antara ragu dan pasti&lt;br /&gt;Menanam akan rasa tak peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sudahi&lt;br /&gt;Setelah penantian panjangku pasti&lt;br /&gt;Semua rasa yang terpendam dalam hati&lt;br /&gt;Kini telah terobati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-5400152539107054881?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/5400152539107054881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/teras-angan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5400152539107054881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/5400152539107054881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/teras-angan.html' title='TERAS ANGAN'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8240660222942653955</id><published>2009-02-03T05:50:00.001-08:00</published><updated>2009-05-07T08:45:33.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>BAGAIMANAKAH BLOG BISA MENARIK?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgMAWi3Xs_I/AAAAAAAAAE0/qFJYj-Nw5kE/s1600-h/blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgMAWi3Xs_I/AAAAAAAAAE0/qFJYj-Nw5kE/s200/blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333106771052966898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banyak Foto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog seseorang akan lebih cute kalau disertai dengan bukti konkret… ! Yuup betul sekali, yaitu foto! Dengan adanya foto dalam setiap artikel dalam blog yang kalian muat dalam Blog maka akan tambah menarik n dijamin dechh banyak orang yang berkunjung dechh…., so jangan lupa siapin makanan yang banyak ya… he…he…he…, biar ga’ pada kabur ke tetangga kwakakaka…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                 &lt;br /&gt;Banyakin Link&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgL_RmHQBTI/AAAAAAAAAEs/Eedmy9l7Aac/s1600-h/colour_links.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgL_RmHQBTI/AAAAAAAAAEs/Eedmy9l7Aac/s200/colour_links.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333105586513904946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Blog tanpa adanya Link, bagai sayur asem tanpa asem/bagai sayur tanpa garam …ah sama aja… he… he. Percuma kan, kita punya blog namun gak ada yang berkunjung, kasihan dechh lho… he. Carilah teman-teman yang sebanyak-banyaknya coy… ok! Biar kita saling berbagi begitu…!?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Disain yang Keren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang paling harus kalian perhatikan dalam sebuah blog adalah Disain yang menarik. Pastikan blog kita mempunyai disain yang ciamik. Kalau dulu jarang yang datang berkunjung, mungkin aja coy…, disainnya kurang Wwwuualah Cihuiii…?&lt;br /&gt;So orang-orang gak BeTe dalam melihat blog kalian. Selamat mencoba…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selalu di Up Date&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgMBwvTKDbI/AAAAAAAAAE8/HoUg4nWNmfg/s1600-h/mad_blogger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgMBwvTKDbI/AAAAAAAAAE8/HoUg4nWNmfg/s200/mad_blogger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333108320578964914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog yang menarik adalah blog yang selalu di-Up Date. Maaleez dong kalau Blog-nya Cuma di-Up Date sebulan sekali…. Aduuch… yang kreatif dong! HA ha ha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Identitas yang Menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog yang menarik selalu mempunyai identitas khusus/mempunyai ciri khas, sudahkah ada pada blog kalian? So orang-orang yang berkunjung terus teringat sampai menjelang tidur bahkan sampai kebawa mimpi…. Dan supaya mudah diingat. Begitu coy…!?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebar Luasin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biar banyak dikunjungi orang, maka sebarin dech blog yang kita punya! Sekarang khan banyak alat komunikasi, bisa lewat SMS atau kalau perlu bikin pamflet dan poster tarsus ditaruh di perempatan kota kalian atau disebarin di traffic light… aduhh… promosi nich… ye…?!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8240660222942653955?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8240660222942653955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/bagaimanakah-blog-bisa-menarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8240660222942653955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8240660222942653955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/bagaimanakah-blog-bisa-menarik.html' title='BAGAIMANAKAH BLOG BISA MENARIK?'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/SgMAWi3Xs_I/AAAAAAAAAE0/qFJYj-Nw5kE/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-8197200901823484019</id><published>2009-02-02T18:52:00.000-08:00</published><updated>2009-05-02T19:30:05.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>KAGUM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Bc4Id50I/AAAAAAAAACU/HwXYOIiAlpg/s1600-h/siluetku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Bc4Id50I/AAAAAAAAACU/HwXYOIiAlpg/s200/siluetku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331419129492399938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hampar samudra senja&lt;br /&gt;Terlukis bagaikan permadani risau&lt;br /&gt;Memintas benakku,&lt;br /&gt;Menyentuh ragamu&lt;br /&gt;Halus bagaikan selendang sutra biru&lt;br /&gt;damaikan jiwa menggebu&lt;br /&gt;Berdebar keras jantungku,&lt;br /&gt;keringat bercucuran, jalan nafas buntu&lt;br /&gt;bak tembarau&lt;br /&gt;tak berdaya&lt;br /&gt;Dimabuk kepayang sang bayu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-8197200901823484019?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/8197200901823484019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kagum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8197200901823484019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/8197200901823484019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/kagum.html' title='KAGUM'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0Bc4Id50I/AAAAAAAAACU/HwXYOIiAlpg/s72-c/siluetku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-4593761171377123633</id><published>2009-02-02T16:43:00.000-08:00</published><updated>2009-05-02T19:37:54.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>UNTAIAN HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0DYO7YqOI/AAAAAAAAACk/aioWEjAPMn8/s1600-h/ist1_2768834-heart-cartoon-6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0DYO7YqOI/AAAAAAAAACk/aioWEjAPMn8/s200/ist1_2768834-heart-cartoon-6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331421248735455458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam pekat sehabis hujan di bulan kemarau, memberikan sedikit penyejuk dalam panas gersang yang begitu berdebu merabunkan mataku hingga memerah, semerah darah, galau terasa semakin membakar mengahabiskan semua harapan tiada tersisa, meninggalkan sejuta tanya di kepala. Berujung mimpi dalam tidurku berharap akan datang sebuah keajaiban esok hari saat mentari memberikan kehangatan dunia, jiwa -jiwa kosong putih abu-abu tanpa goresan memaknai raga terlunta-lunta akan rohani yang hampa akan agama, barisan bait-bait tertulis dalam karya tangan yang terpotong akan dusta, tajam, berkarat, banyak virus yang menjangkiti para penderita yang selalu haus akan kekuasaan akan sebuah harta dunia seperti kisah rahwana dan pandawa. Malam fana yang terurai bak hilang pekat menjadikan sepasag kekasih terlarut dalam kemasyuman dunia yang sesaat, terbakar angkara terkulai, terpatri memilukan berbalas nista yang menjadikan neraka menuju masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah apa yang terjadi pada pagi harii, esok, lusa ini sebuah keajaiban, keajaiban yang merubah segalanya, aral terjadi menjadi sebuah harapan terasa tanpa beban. Persoalan yang bertubi-tubi datang mendera seakan tidak kenal lelah mengejarku dari fana dunia ini. Embun merebahkan suasana yang terkulai akan panasnya mentari pagi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-4593761171377123633?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/4593761171377123633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/malam-pekat-sehabis-hujan-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4593761171377123633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/4593761171377123633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/02/malam-pekat-sehabis-hujan-di-bulan.html' title='UNTAIAN HATI'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KXmvzVKhpW0/Sf0DYO7YqOI/AAAAAAAAACk/aioWEjAPMn8/s72-c/ist1_2768834-heart-cartoon-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644749769961600082.post-3982003927271457979</id><published>2009-01-31T20:27:00.000-08:00</published><updated>2009-05-21T17:26:32.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>kesabaran....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesabaran adalah saat dimana kita memilih dan beraharap menanti yang terbaik...&lt;br /&gt;namun kita mendapatkan sesuatu yang tidak seperti kita inginkan...&lt;br /&gt;lalu, kita bertanya dan berteriak... apakah ini adil?&lt;br /&gt;tapi itulah itulah yang terbaik, karena buah dari pohon sabar itu rasanya manis walaupun prosesnya sangatlah pahit...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644749769961600082-3982003927271457979?l=ariefyuri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefyuri.blogspot.com/feeds/3982003927271457979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/01/kesabaran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3982003927271457979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644749769961600082/posts/default/3982003927271457979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefyuri.blogspot.com/2009/01/kesabaran.html' title='kesabaran....'/><author><name>Arief Yuri W. N.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08039889562268573849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-LUwXilQhGyY/TWjSGhTmGQI/AAAAAAAAAJI/h97i_vNMhic/s220/Copy%2Bof%2BCopy%2Bof%2BIMG_0638.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
