Translate

Senin, 11 Mei 2009

KESUSASTRAAN

Kesusastraan berasal dari kata ke - susastra - an. Kesusastraan Indonesia dibedakan menjadi 4 (empat) macam:
  1. Prosa, yakni karangan yang bentuknya bebas tetapi bahasanya terikat.
  2. Prosa laris, yakni karangan yang berbentuk paduan antara prosa dan puisi.
  3. Drama, yakni karangan yang berbentuk skenario untuk dipanggungkan atau disandiwarakan.
  4. Puisi, yakni karangan yang berbentuk terikat.

Prosa ada dua macam:
  1. Prosa lama, contohnya: cerita atau dongeng, silsilah dan hikayat.
  2. Prosa baru, contohnya: cerita pendek, novel, esai, biografi, otobiografi, fragmen, dan roman.
Puisi ada dua macam:
  1. Puisi lama, yaitu puisi yang bentuknya terikat oleh aturan-aturan tertentu. Misalnya: sajak dan iramanya.
  2. Puisi baru, yaitu puisi yang lebih mementingkan arti kata isi dan bahasanya.
  3. Unsur pokok dalam pentas drama:
  • Babak, yaitu bagian dari suatu lakon.
  • Adegan, yaitu bagian dari suatu babak.
  • Prolog, yaitu kata pendahuluan sebagai pengantar suatu lakon.
  • Dialog, yaitu percakapan antar pelaku dalam pentas.
  • Monolog, yaitu pentas percakapan seorang pelaku dengan dirinya sendiri.
  • Epilog, yaitu kata penutup yang mengakhiri suatu lakon.
  • Mimik, yaitu ekspresi (gerak-gerik) air muka pelaku untuk memberikan gambaran emosi.
  • Pantomim, yaitu ekspresi anggota tubuh untuk menggambarkan emosi pelaku.
DONGENG

Dongeng termasuk dalam bentuk prosa lama. Dongeng ada 5 macam:
  1. Fabel, yaitu dongeng tentang binatang. Contoh: Si Kancil
  2. Sage, yaitu dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah. Contoh: Damarwulan
  3. Legenda, yaitu dongeng tentang asal-usul suatu tempat.
  4. Mite (Mitos), yaitu yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Contoh: Nyai Lara Kidul (dipercayai ratu laut selatan.
  5. Dongeng yang lucu. Contoh: Abu Nawas.
PANTUN

Pantun termasuk puisi lama Indonesia.
Secara umum, ciri-ciri pantun adalah:
  • Pantun terdiri dari 2 bagian.
  • Bagian pertama merupakan pengantar yang disebut sampiran, sedangkan bagian kedua merupakan isi pantun.
  • Bersajak silang. Jika 4 baris bersajak ABAB.
  • Tiap baris terdiri dari 4 kata.
  • Pantun kilat (karmina) tiap bait terdiri dari 2 baris.
  • Pantun empat seuntai: tiap bait terdiri dari 4 baris.
  • Talibun: tiap bait terdiri dari 6, 8, 10, dan 12 baris dengan bersajak silang abcabc, abcdabcd, abcde, abcde, dan abcdefabcdef.
Menurut isinya, pantun dibedakan menjadi:
  1. Pantun anak-anak
  2. Pantun orang muda
  3. Pantun orang tua
SYAIR

Syair adalah bentuk puisi lama. Kata "syair" berasal dari kata "syu'ur" yang berarti perasaan. Ada pula yang menyebut berasal dari bahasa Arab "syi'r" yang berarti sajak.

Ciri-ciri syair ialah:
  • Tiap bait terdiri dari 4 baris.
  • Tiap baris terdiri dari 4 kata (8-16) suku kata.
  • Bersajak terus (aaaa).
  • Berima 2-2 ( . . / . . )
  • Terdiri dari beberapa bait.
PUISI BARU

Bentuk-bentuk Puisi baru :
  1. Distikhon (sanjak dua seuntai) > setiap bait terdiri dari 2 baris.
  2. Tersina (sanjak tiga seuntai) > setiap bait terdiri dari 3 baris.
  3. Kuantren (sanjak empat seuntai) > setiap bait terdiri dari 4 baris.
  4. Kuin (sanjak lima seuntai) > setiap bait terdiri dari 5 baris.
  5. Sekstet (sanjak enam seuntai) > setiap bait terdiri dari 7 baris
  6. Stanza (sanjak delapan seuntai) > setiap bait terdiri dari 8 baris. Stanza disebut juga oktava
  7. Soneta > soneta berasal dari Italia.
Ciri-cirinya Soneta sebagai berikut:
  • terdiri dari 14 baris, dengan pola
  • (2x4) + (2x3)
  • (2z4) + (1x6)
  • (3x4) + (1x2)
  • (1x8) + (2x3)
  • (1x8) + (1x4)
  • (1x8) + (1x6)
  • 1x14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar