Aku tak mampu menasehati kalian semua,
hanya tulisan ini yang ku punya,
syukur-syukur kelak kau membaca
kalaupun tidak pun tak apa-apa
aku sendiri pun tidak tahu,
apakah kalian mau?
memikirkan kesulitan kedua orang tuamu
yang mengemis demi menuruti keinginanmu...
kepala jadi kaki, kaki menjadi kepala
hei anak negeri...
janganlah kau rusak citra negeri ini
dengan pornografi dan pornoaksi
atau ...
hanya karena sebuah motor baru
jangan kau rusak saudaramu
hanya demi rasa baru
kau hancurkan dirimu...
Jangan karena ingin tahu
kau racun dirimu
Jariku menari-nari di atas keybord komputer setiap hari
aku tidak tahu harus bagaimana
yang ku bisa hanyalah
mewujudkan ide pemikiran dalam bentuk tulisan
seuntai huruf demi seuntai
sekata demi sekata
sefrasa demi sefrasa
kurangkai dengan sabar dan penuh kehati-hatian
sampai membentuk parafagraf doa ...
agar kau mau menyisihkan waktumu
ber-empati
hanyalah untukmu anak negeri
ku titip negeri ini
jagalah, rawatlah, cintailah
sebagaimana kau cintai kesukaanmu saat ini
Pesanku hanya satu
jangan kau dekati pohon itu...
jangan kau tiru nenek moyangmu
karena tipu daya terlempar ke dunia ini
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Juli 2010
Rabu, 28 Juli 2010
YOGYAKARTA
Aku tidak bisa sering mendatangimu lagi
Dulu, hampir setiap minggu aku menikmati keindahanmu
Ku manjakan mataku dengan pesonamu
ku manjakan lidahku dengan manis, asin, pedas, masakanmu
ku hirup udaramu
hiruk pikuknya jalanmu
suasana senjamu
dendangan lagu para senimanmu...
kini
Bukan karena aku tak lagi mencintaimu
bukan karena kau tak menarik lagi
Tapi, aku tak sebebas dulu
karena ku bagai burung yang terikat sangkar
ada nafas baru dalam hidupku,
ku tak bisa seenaknya datang dan pergi tanpa permisi
Entah? Suatu saat ku akan mendatangimu lagi, ...
Yogyakarta ....
(280710)
Dulu, hampir setiap minggu aku menikmati keindahanmu
Ku manjakan mataku dengan pesonamu
ku manjakan lidahku dengan manis, asin, pedas, masakanmu
ku hirup udaramu
hiruk pikuknya jalanmu
suasana senjamu
dendangan lagu para senimanmu...
kini
Bukan karena aku tak lagi mencintaimu
bukan karena kau tak menarik lagi
Tapi, aku tak sebebas dulu
karena ku bagai burung yang terikat sangkar
ada nafas baru dalam hidupku,
ku tak bisa seenaknya datang dan pergi tanpa permisi
Entah? Suatu saat ku akan mendatangimu lagi, ...
Yogyakarta ....
(280710)
Selasa, 27 Juli 2010
Hawa Lereng Lawu
Angin dingin menusuk tulangku yang berbalut jaket tebal
Cuaca cerah cemerlang terkena sinar rembulan purnama
yang sebentar lagi ke peraduan
Bintang nampak jelas dan sangat dekat dengan mataku
Di sana di puncak Lawu aku memikirkanmu
Kau yang tinggal di kaki Lawu
Apakah kau merasa?
Ada seorang adam yang menanti
sekarang sedang mengadu kepada Robb-ku
Cuaca cerah cemerlang terkena sinar rembulan purnama
yang sebentar lagi ke peraduan
Bintang nampak jelas dan sangat dekat dengan mataku
Di sana di puncak Lawu aku memikirkanmu
Kau yang tinggal di kaki Lawu
Apakah kau merasa?
Ada seorang adam yang menanti
sekarang sedang mengadu kepada Robb-ku
Jumat, 23 April 2010
UNTUK SESEORANG!!
Kau datang dan pergi dengan sesukamu
Menghampiri hatiku, setelah itu berlalu
Kau berikan senyum manismu
Sampai ku terbujur kaku dan lidahku kelu
Kelu untuk tidak mengingatmu
Kelu untuk tidak memimpikanmu
Kelu untuk tidak menghampirimu dan menjamahmu
Kau yang di sana …!
Awal kita berjumpa
Ku tahu ada rasa
Begitupun aku jua
Kau berikan sebuah rasa
Cinta ….
Namun, aku telah berdua
Entahlah, apa aku mampu menghadapinya?
Aku tahu kau hanya sementara dalam ruangan ini
Tapi kau hidupkan bara api
Api cinta, membakar jiwa
Hadirkan dogma,
Dogma yang sulit untuk aku buka
Seandainya aku tahu rasa yang ada dalam kalbumu,
Pasti aku akan ungkapkan rasa yang bersembunyi dalam bajuku
Namun, sayang aku tak tahu,
Sehingga kini kau pun berlalu
Memberikan empedu
Menghampiri hatiku, setelah itu berlalu
Kau berikan senyum manismu
Sampai ku terbujur kaku dan lidahku kelu
Kelu untuk tidak mengingatmu
Kelu untuk tidak memimpikanmu
Kelu untuk tidak menghampirimu dan menjamahmu
Kau yang di sana …!
Awal kita berjumpa
Ku tahu ada rasa
Begitupun aku jua
Kau berikan sebuah rasa
Cinta ….
Namun, aku telah berdua
Entahlah, apa aku mampu menghadapinya?
Aku tahu kau hanya sementara dalam ruangan ini
Tapi kau hidupkan bara api
Api cinta, membakar jiwa
Hadirkan dogma,
Dogma yang sulit untuk aku buka
Seandainya aku tahu rasa yang ada dalam kalbumu,
Pasti aku akan ungkapkan rasa yang bersembunyi dalam bajuku
Namun, sayang aku tak tahu,
Sehingga kini kau pun berlalu
Memberikan empedu
Minggu, 21 Juni 2009
walaupun matahari menyinari
bumi dengan sinarnya yang terang,
lalu bulan pun menyinari bumi saat gelap
dengan sinarnya yang indah dan putih
dan bintang menghiasi langit dengan sinarnya yang kelap-kelip,
tapi ada yang lebih terang, indah, putih, yaitu
cinta kita berdua yang menyinari kita dengan rasa kasih sayang
dan menghiasai langit hati kita...
bumi dengan sinarnya yang terang,
lalu bulan pun menyinari bumi saat gelap
dengan sinarnya yang indah dan putih
dan bintang menghiasi langit dengan sinarnya yang kelap-kelip,
tapi ada yang lebih terang, indah, putih, yaitu
cinta kita berdua yang menyinari kita dengan rasa kasih sayang
dan menghiasai langit hati kita...
I love U...
aku hampiri tidurmu
aku tatap wajahmu
aku belai rambutmu
aku cium keningmu
dan kukecup ke dua pipimu,
lalu kubisikkan di telingamu
tiga kata yang sangat indah
I love U...
aku tatap wajahmu
aku belai rambutmu
aku cium keningmu
dan kukecup ke dua pipimu,
lalu kubisikkan di telingamu
tiga kata yang sangat indah
I love U...
Anugrah Terindah
Hati hanya dapat mencintai dalam sekejap
kaki cuma bisa melangkah sejauh lelah,
busana tak selamanya indah di Mata
tetapi mengenal dan mencintaimu
adalah suatu anugrah terindah
yang pernah aku miliki
kaki cuma bisa melangkah sejauh lelah,
busana tak selamanya indah di Mata
tetapi mengenal dan mencintaimu
adalah suatu anugrah terindah
yang pernah aku miliki
Kamis, 02 April 2009
MALAM
Angin bertiup sepoi- sepoiRaja kecapi menggetarkan dawai
Mengiringi ilalang- ilalang yang menari
Yang tak mau berhenti
Pahat fantasi mengukir abadi
Dimana damai berada?
Teringat saatku bersamanya, inginku menggodanya
Dimana inspirasi datang wahai bidadari surga
Ingin rasanya kutiliskan syair indah Untuknya ….
Malam ……..
Saat datang berjuta bintang
kuingin kau merasakan Indahnya sebuah rasa terngiang
Enggan rasanya untuk melepas walau telah usang
Fananya dunia membuai terkadang
Malam…..
Ketika...
Untaian kata hati …direnungkan
Tulisan jiwa …diabaikan
Arah takdir …terlenakan
Makna cinta ..diutamakan
Ikatan dogma …terukirkan
Bersama datangnya enggan
Bagitu banyak kenangan terlewatkan
Indah …riang …kebersamaan
Malam kuingin kau dengarkan
Tawanya …candanya … senang
Jumat, 06 Maret 2009
HARAPAN?
Untuk apa kau berikanku Harapan
jikalau ku kelak kau jatuhkan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika tahu itu menyakitkan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika ujungnya kekecewaan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika menimbulkan kebencian
Untuk apa kau berikku Harapan
jika semua itu Kepedihan...
jikalau ku kelak kau jatuhkan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika tahu itu menyakitkan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika ujungnya kekecewaan
Untuk apa kau berikan Harapan
jika menimbulkan kebencian
Untuk apa kau berikku Harapan
jika semua itu Kepedihan...
Minggu, 01 Maret 2009
HARAPAN II
Harapan. Satu kata ini mempunyai filosofi yang sangat tinggi buatku, dengan harapan aku dilahirkan, dengan harapan aku dibesarkan, dengan harapan dua insan disatukan dalam ikatan yang suci, dengan harapan aku tahu kemana langkahku ku jejakkan, dengan harapan ku rangkai dan raih cita dan cintaku, dengan harapan aku tahu terangnya dunia yang gelap, dengan harapan aku tahu pahit manisnya dunia, dengan harapan aku mampu berkarya dan dengan harapan pula aku berusaha mewujudkan impianku, dan dengan harapan juga suatu saat aku akan kembali keasal (tanah). Dan dengan harapan pula perjalanan kembaliku khusnul khotimah....amin.
Sabtu, 28 Februari 2009
Tanya...
Selasa, 24 Februari 2009
Sajak Mata
Jendela Hati
Sabtu, 21 Februari 2009
SAJAK PELANGI
Hujan itu meyisakan dinginmembasahi tanah di pinggir pohon jati
yang kokoh di pinggir danau yang beriak
memantulkan pelangi
memberikan warna-warni baru setelahnya
geliat kehidupan pun dimulai...
ketika sang katak mencari betinanya
melanjutkan migrasi
mencari kehangatan diantara hangatnya semak-semak
menari-nari dan melompat-lompat
Kamis, 19 Februari 2009
SAJAK PENGEMIS KECIL
Dinginnya pagi itu masih menjaganyadalam lelap selimut baju kumal
rambutnya mulai meggimbal tebal
tangannya mengepal seraya ingin menutup badan
namun apa daya hanya sekepal
sandal menjadi bantal
berkasurkan aspal di pinggiran trotoar
hujan semalam mengiris tubuh.
ketika pekatnya embun membalut kulitnya yang kering
membasahi sebagian parasnya memucat
"ku yakin perutnya tak ada kehidupan sang cacing?!
menerbangkan empatiku
bergelayut menari-nari diatas lamunanku
berpegangan erat, bagaimana cara menolongnya
namun hanya sebuah tanya yang tersisa, karena aku tak berdaya
membayangkan....?
bagaimana tubuh mungilnya itu menahan hembusan malam?
Langganan:
Postingan (Atom)


